“Microblogs are complementary, not competitive. It is a driver of attention and engagement back to the blog.”

Pengalaman beberapa teman blogger menunjukkan bahwa Twitter adalah sumber traffic yang signifikan. Twitter dkk sebagai microblogging tidak membunuh blogging. Kita-lah yang membunuh blogging dengan meninggalkannya :)

Jadi, blogging tidak mati bukan? dari The Blog’s Place In A World of Microblogging: Not Dead Yet!

Popularity: 2% [?]

Blogging Tidak Mati karena Microblogging (1) (20.10.09)

Dari World Media Summit 2009 Beijing Untuk Para Blogger

suasana world media summit 2009

suasana world media summit 2009

Awal bulan Oktober ini, tepatnya pada tanggal 9-10 Oktober lalu diadakan konferensi pemilik dan CEO media di seluruh dunia di Beijing, China. Sekitar 135 perwakilan media dari 70 negara hadir dalam acara yang bisa dibilang spektakuler itu. Ada beberapa topik yang dibahas dalam acara yang juga dihadiri orang-orang media di Indonesia seperti dari Jawa Pos Group, Kompas Gramedia dan kantor berita ANTARA, antara lain respon media terhadap krisis keuangan, tantangan dan peluang di era digital dan multimedia, dampak teknologi terhadap perkembangan media dan perubahan cara kerja di dapur redaksi dan munculnya superjurnalis yang memproduksi tidak hanya teks, tapi juga foto, audio dan video.

Nah ada satu topik nih yang cukup menarik untuk kita para blogger, yakni tentang tantangan dan peluang di erda digital dan multimedia. Dalam salah satu sesi diskusi dengan topik tersebut dibahas pula bagaimana blog, microblogging dan situs pertemanan telah mengalahkan media konvensional, tidak hanya media cetak tetapi juga media news wire online seperti Associated Press dalam hal kecepatan menyajikan berita. “Sejak Facebook dan Twitter marak, kerap terjadi ketika sebuah peristiwa meletus dan kami belum lagi melakukan reportase, beritanya sudah muncul di situs pertemanan.” Ungkap Presiden AP (Associated Press) Thomas Curley, seperti dikutip dari riaupos.com.

Hal ini membuktikan bahwa kekuatan media online saat ini semakin kokoh saja, media konvensional yang lengah bisa jadi akan semakin tenggelam dengan media online yang makin banyak diminati ini. Kecepatan menyajikan berita memang merupakan salah satu aspek yang harus diberikan oleh media agar tidak ditinggalkan oleh audien, selain itu juga tentunya keakuratan berita yang disajikan. Di sinilah kita para blogger sesungguhnya bisa berperan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, karena sampai saat ini kita masih unggul tentang kecepatan penyajian berita, bahkan seperti juga diungkapkan Rupert Murdoch, bos konglomerasi media yang hadir juga dalam WMS 2009 tersebut media-media konvensional ini kalau tidak mau kalah harus lebih kreatif bahkan sebaiknya bekerja sama. Hal ini sudah dilakukan oleh AP yang bekerja sama dengan Yahoo dan Twitter.

Mau Baca Selengkapnya?

Popularity: 2% [?]


Blog, Media dengan Status Unik dan Segmen Pembaca

20.000 a day start a blog from London Underground Tube Diary

20.000 a day start a blog from London Underground Tube Diary

Sesungguhnya apa yang disebut sebagai sebuah media massa adalah media cetak dan elektronik saja. Sampai saat ini, sepanjang pengetahuan saya media internet atau online tidak termasuk ke dalam media elektronik. Karena itu internet termasuk ke dalam kategori new media, hal ini dikarenakan unsur media massa dari media internet yang belum semuanya bisa terpenuhi. Unsur-unsur tersebut adalah : Komunikator (pemberi pesan) yang profesional dan terlembaga, Komunikan (penerima pesan) yang heterogen dan pesan yang serentak serta kontinu.

Salah satu media online yang saya yakin akrab dengan kita adalah blog. Untuk memenuhi unsur media massa jelas blog tidak bisa masuk ke dalamnya. Sebagian besar blog yang ada di dunia maya bukanlah milik komunikator yang profesional dan terlembaga, justru jumlah pemilik blog yang individu yang nampaknya lebih banyak dan mereka dari beragam latar belakang yang berbeda (tidak selalu profesional). Walaupun di luar negeri ada beberapa personal blog yang dimiliki oleh karyawan perusahaan besar dan ditujukan untuk branding dan promosi perusahaannya, namun tetap saja blog ini adalah blog yang diatasnamakan secara personal.

baca selengkapnya

Popularity: 2% [?]


Overview Bisnis Online Paid Review (Part 2)

Artikel Sebelumnya : Overview Bisnis Online Paid Review (Part 1)

Apa Kelebihan dan Kekurangan dari Paid Review?

money

Setiap bisnis online memiliki kelebihan dan kekurangan, beberapa kelebihan dan kekurangan paid review antara lain sebagai berikut,

plus-minus

Kelebihan:
- Nilai pendapatan yang dapat anda peroleh berkisar $5 s/d $1000 per artikel review, bahkan lebih.
- Jumlah pendapatan bergantung kepada anda, semakin banyak artikel review yang anda buat, maka semakin besar penghasilan anda.
- Proses pembayaran dilakukan minimal 2 minggu sekali, tanpa minimal pembayaran, berapapun pendapatan anda pada jangka waktu tersebut, maka akan dikirimkan kepada anda.
- Anda dapat mendaftarkan lebih dari satu Blog untuk mengikuti bisnis online paid review.


Mau baca selengkapnya ? »

Popularity: 3% [?]


Overview Bisnis Online Paid Review (Part 1)

Apa itu Blog?

Apa itu Blog? Blog diambil dari kata Weblog, istilah ini pertama kali dipakai pada Desember 2007 oleh Jorn Barger (seorang blogger asal amerika yang mengelola weblog Robot Wisdom). Blog merupakan website personal yang selalu diperbaharui secara terus-menerus dan memuat link-link ke website lainnya yang menarik, selain itu biasanya blog dilengkapi dengan komentar. Seseorang yang megelola Blog disebut dengan Blogger.

Untuk membuat sebuah blog bukanlah hal yang sulit, saat ini di internet terdapat layanan Blog tidak berbayar yang dapat digunakan, antara lain:

blog


Mau baca selengkapnya ? »

Popularity: 2% [?]


Jangan Terlena Dengan 140 Karakter, Kembangkanlah!

Tulisan singkat ini berangkat dari dua hal :

1.Semakin maraknya fenomena microblogging

2.Publisitas menunjukkan eksistensi

Poin nomor 1 mungkin sudah sangat sering dibahas di berbagai blog, seperti yang pernah ditulis di sini, dalam tulisan ini dan postingan ini namun saya rasa ini tetap menarik untuk kita bahas. Sangat unik, mengingat fasilitas mengisi status dengan 140 karakter ini bisa begitu menyita perhatian, baik pemilik akun maupun jagat dunia online khususnya, bahkan mungkin offline. Berita Michael Jackson, sengketa Iran, Mbah Surip dan Gempa Tasikmalaya merupakan beberapa contoh tranding topics di Twitter yang kemudian menyebar dengan cepat dan akhirnya diketahui oleh masyarakat luas.

Poin nomor 2 sebenarnya merupakan hasil obrolan saya dengan seorang kawan beberapa waktu lalu, sedikit bersinggungan dengan nomor 1. Melihat begitu getolnya kawan-kawan mengupdate status mereka di facebook, twitter atau di jejaring sosial lainnya menimbulkan sebuah pertanyaan tersendiri bagi saya secara pribadi. Sebenarnya tidak menjadi masalah kala status yang bermunculan adalah hal yang informatif, namun sepertinya justru menjadi ajang curhat pribadi di dunia online, memaki-maki, bergunjing dan lain-lain yang sebenarnya tidak terlalu perlu. Maka dari itu semua muncul sebuah kesimpulan bahwa semakin sering seseorang mengupdate status, eksistensinya akan nampak. Yaa, paling tidak orang terdekatnya tahu bahwa dia ada dimana, sedang apa, apakah moodnya sedang bagus atau jelek.

Mau Baca Selengkapnya?

Popularity: 2% [?]

Pagi ini sewaktu saya membuka Twitter, ada satu Tweet dari @problogger yang menarik perhatian saya. 20 Orang yang Mengawali dari Blogger, dan Sekarang Lebih dari Itu! Diceritakan bagaimana mereka mengawali aktivitas ngeblog, dan bagaimana mereka sekarang.

Sebuah pemberi semangat yang bagus untuk para Blogger. Seperti Collis Ta’eed yang sekarang bisa kerja sambil keliling dunia. Toh yang dibutuhkan hanya laptop dan koneksi internet :)

Ayo ngeBlog!

Popularity: 3% [?]

20 Blogger yang Tidak lagi Sekedar Blogger! (9) (03.09.09)

Fahd Djibran; Ngeblog itu Menuntaskan Hasrat Narsismemu

Konon, menulis merupakan petanda orang yang mencoba beradab. Pasalnya, peradaban terlahir dari ketulusan hati dalam menuangkan gagasanya melelui tarian pena. Tanpa itu semua niscaya kebudayaan akan tetap bertahan hingga di kenang orang.

Lemahnya, kebiasaan angkat pena dikalangan pelajar dan aktivis pergerakan membuktikan keberadaan kaum intelek sudah tak lagi akrab pada budaya tulisan, melainkan lisan.
Mau baca selengkapnya ? »

Popularity: 3% [?]


Ayo ngeBlog! Kini Hadir di Facebook!

Teman-teman sekalian, ide membuat grup di facebook berawal dari obrolan saya dan Ilman seminggu yang lalu via yahoo messenger. Waktu itu saya bertanya apakah sudah ada grup di facebook untuk ayongeBlog! Ilman menjawab belum ada, saya kembali menanyakan kira-kira perlu gak dibuatkan grupnya yang kemudian langsung dijawab Ilman apa sebaiknya fan atau grup. Saya jawab “grup saja, lebih bisa sharing”. Hasil dari obrolan itu saya diminta membantu untuk membuatkan grupnya.

Dan keesokan harinya grup ini resmi hadir di Facebook, seperti layaknya grup di facebook lainnya. Di sini teman-teman bisa ngobrol, berdiskusi posting link, video dan mendapatkan info terbaru seputar ayoNgeblog! atau dengan kata lain ini adalah komunitasnya Ayo ngeBlog! :)

Jadi ayo berpartispasi ya teman-teman, kita ramaikan grup Ayo ngeBlog! sampai saat tulisan ini diposting, baru 13 member lo. Sekarang ini kegiatan di grup Ayo ngeBlog! adalah posting link kisah pesta blogger mini di kota yang menjadi sasaran roadshow Pesta Blogger 2009, kisah kota Malang sudah diposting sekarang giliran teman-teman menambahkan :)

Jadi tunggu apa lagi, ayo ngegrup bersama Ayo ngeBlog!

Grup Facebooknya bisa diklik di sini

Popularity: 3% [?]


Dari Blogger jadi Penulis Buku!

Semakin banyak saja blogger yang membuat buku ya.. Apa yang dua tahun lalu ditulis di Ayo ngeBlog! ternyata semakin jadi kenyataan belakangan ini.

Awalnya tren blogger jadi penulis buku diawali oleh Raditya Dika dengan seri Kambing Jantannya. Lalu beberapa tahun kemudian, yaitu tahun ini, diteruskan beberapa bulan lalu oleh Ndorokakung yang meluncurkan buku Ngeblog dengan Hati, yang isinya tentang…. hmmm.. saya lupa kalo saya belum punya bukunya :D

Ini resensi dari Blog Mas Amril:

“Benang Merah” yang bisa saya tarik dari buku ini adalah, Ndoro secara tegas, baik secara implisit maupun eksplisit, menyatakan bahwa Konten atau isi adalah inti kekuatan dari blog. Sentuhan hati melalui isi tulisan pada posting-posting di blog, sesederhana atau secanggih apapun bentuk blognya menjadi daya tarik sebuah blog. Namun, kata Ndoro seperti yang diungkap di bagian belakang buku ini,” Mengisi blog bukan seperti ikut lomba lari jarak pendek; melejit begitu bendera start dikibaskan untuk berhenti segera dalam tempo singkat. Mengelola blog itu ibarat lari maraton, mungkin lebih jauh lagi. Begitu mulai, kita tak perlu bergegas. Atur kecepatan dan napas, juga irama. Perjalanan begitu panjang. Kita tak perlu buru-buru berhenti.”

Terus-terus, setelah ndorokakung, ada juga mas Pitra Satvika yang bikin buku judulnya E-Narcism, Gaul dan Eksis di Internet. Belum baca juga sih, tapi intinya isinya tentang bagaimana kita memanfaatkan social media (kaya Blog, Facebook, Twitter, Forum, dsb), untuk membangun eksistensi kita di dunia maya.
Mau baca selengkapnya ? »

Popularity: 3% [?]



Page 3 of 2412345...Last »