<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ayo ngeBlog! &#187; Tips &amp; Trik ngeBlog</title>
	<atom:link href="http://www.ayongeblog.com/category/tips-trik-ngeblog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ayongeblog.com</link>
	<description>ayo jadi blogger bermanfaat!</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 06:41:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Pelajaran dari tayangan tv di bulan Ramadhan</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2011/08/07/pelajaran-dari-tayangan-tv-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2011/08/07/pelajaran-dari-tayangan-tv-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 15:32:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Trik ngeBlog]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=1145</guid>
		<description><![CDATA[Di bulan suci Ramadhan ini, stasiun televisi punya jam tayang utama baru. Tidak hanya jam 7-10 malam seperti biasa, tapi juga di waktu sahur dan berbuka. StudioAraminta- Fotolia.com Kalau teman-teman mengikuti berita, pasti tahu bahwa KPI cukup direpotkan di bulan Ramadhan ini. Hanya dalam satu minggu, kita sudah lihat ada dua tayangan yang dianggap bermasalah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di bulan suci Ramadhan ini, stasiun televisi punya jam tayang utama baru. Tidak hanya jam 7-10 malam seperti biasa, tapi juga di waktu sahur dan berbuka.</p>
<p><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="watching tv" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2011/08/watching-tv.jpg" alt="watching tv" width="424" height="283" border="0" /></p>
<p><a title="" href="http://www.fotolia.com/id/16842621">StudioAraminta</a>- Fotolia.com</p>
<p>Kalau teman-teman mengikuti berita, pasti tahu bahwa KPI cukup direpotkan di bulan Ramadhan ini. Hanya dalam satu minggu, kita sudah lihat ada dua tayangan yang dianggap bermasalah. Pertama <a href="http://celebrity.okezone.com/read/2011/08/05/33/488740/kpi-resmi-tegur-tayangan-olga-syahputra" target="_blank">sebuah acara di stasiun televisi</a>. Kedua, <a href="http://news.okezone.com/read/2011/08/03/337/487415/kpi-tak-pantas-adzan-disisipi-iklan" target="_blank">tayangan adzan yang disisipi iklan</a>.</p>
<p>Meski tv bukanlah blog, tapi pada dasarnya bisa ditarik garis merah. Kita ingin membuat tulisan (acara, kalau di tv) kita dibaca banyak orang. Beberapa dari kita, menampilkan iklan di blognya untuk mendapatkan pemasukan. Ada yang malu-malu, ada juga yang terlalu membabi-buta.</p>
<p>Ada pelajaran yang bisa kita tarik dari kedua hal tersebut, agar kita terhindar dari masalah serupa.</p>
<h2>Buatlah tulisan yang positif, jangan mengejar rangking</h2>
<p>Idealnya tentu, acara sahur diisi acara yang berkaitan dengan agama Islam. Bagusnya mendukung dan membantu para pemirsanya dalam beribadah di bulan suci ini. Sayangnya, banyaknya orang yang melek di jam itu, dianggap sebagai peluang untuk menarik orang untuk menonton stasiun tv tertentu.</p>
<p>Lawakan yang bersifat fisik dan bahkan kadang menghina. Seingat saya, di awal tahun 2000an trend ini sudah ada. Bukannya tayangan tv semakin baik, justru sekarang ditiru oleh hampir semua stasiun tv. Demi rating, tv yang semestinya membawa unsur edukasi, mengabaikan etika.</p>
<p>Bagaimana dengan blogger?</p>
<p>Blogger juga banyak yang mati-matian berusaha agar tulisannya di baca orang. Mulai dari memenuhi timeline di twitter, men-tag orang agar membaca note di facebook, sampai ke SEO. Yang terakhir ini yang ingin saya kaitkan dengan rating tv.</p>
<p>Banyak webmaster dan blogger yang mengagung-agungkan SEO agar blognya banyak di baca. Menurut saya SEO itu omong kosong. Perlu, tapi gak sepenting itu. Saya pernah juga mencoba software SEO yang bisa membantu saya mengoptimalkan rangking situs saya di search engine. Hasilnya?</p>
<p>Tulisan saya agak sulit di baca karena saya maksa untuk mengikuti panduan SEO yang ada. Banyak kata-kata yang harus diganti. Dan sedihnya, justru tulisan saya yang tidak saya optimalkan dengan software itu justru merupakan <a href="http://cad-notes.com/2010/06/100-autocad-tips-you-should-know/" target="_blank">tulisan terpopuler di blog saya</a>. Akhirnya saya berhenti menggunakan software itu.</p>
<p>Setiap search engine berusaha membuat hasil pencariannya relevan dan memberikan hasil terbaik untuk pembaca. Panduan SEO yang anda baca saat ini, belum tentu masih relevan tahun depan. Apakah anda akan mengupdate semua tulisan di blog anda supaya memenuhi panduan SEO yang baru? Kenapa kita tidak mulai saja <a href="http://www.ayongeblog.com/2010/06/16/menulislah-untuk-pembaca-bukan-mesin-pencari/" target="_blank">menulis untuk pembaca</a>, dan biarkan mereka menikmatinya?</p>
<p>Coba anda lihat blogger-blogger yang populer. Mereka punya banyak twitter follower, facebook fans, rss subscribers. Dari pengalaman saya, <a href="http://www.tentangit.com/2010/07/promosi-dengan-facebook.html" target="_blank">mereka bisa memberikan traffic yang jauh lebih tinggi dari search engine</a>. Dan pada akhirnya, penulis dengan pembaca setia tinggi punya rating yang bagus di mesin pencari. Bukan blogger antah berantah yang memaksakan optimasi SEO.</p>
<p>Selain itu, banyak situs yang jumlah pengunjungnya anjlok setiap ada perubahan algoritma mesin pencari. Rekomendasi pengunjung tidak akan pernah turun selama tulisan anda bagus!</p>
<h2>Jangan berlebihan memasang iklan</h2>
<p>Anda memasang iklan di blog anda? Tidak ada masalah. Tapi jangan sampai berlebihan.</p>
<p>Iklan di dalam adzan tentunya sangat merendahkan. Sejujurnya, adzan magrib di bulan puasa mungkin memang acara dengan rating tertinggi. Banyak yang sudah bersiap di meja makan sambil menonton tv menunggu adzan magrib. Hal itu dianggap sebagai peluang untuk memasang iklan.</p>
<p>Tidak hanya itu sebetulnya. Banyak acara tv yang disisipi iklan. Acara masak-memasak yang diselipi iklan obat kolesterol sampai bumbu penyedap. Kenikmatan menonton acara itu jadi hilang karena iklan yang tidak pada tempatnya.</p>
<p>Memasang iklan buat memperoleh tambahan penghasilan (atau malah utama) memang menggoda. Tapi tidak ada gunanya dilakukan berlebihan. Banyaknya iklan tidak hanya akan mengganggu, tapi juga membuat pengunjung kebingungan. Dan pada akhirnya tidak melakukan apa-apa.</p>
<p>Percayakah anda, dari pengalaman saya, iklan AdSense yang paling banyak diklik ternyata justru di bagian bawah tulisan? Bukan banner besar di sidebar, bukan di header. Nilai uangnya bisa 3-4 kali dari spot iklan lain, meski dari jumlah impresi lebih kecil. Kenapa?</p>
<p>Pembaca situs yang sampai ke bagian bawah tulisan anda sudah memperoleh rasa percaya dan nyaman. Lalu mulai mencari apa yang bisa dilakukan setelah membaca tulisan anda. Adanya iklan di sana(atau umum juga orang menambahkan <a href="http://www.tentangit.com/2011/07/simpel-share-plugin-untuk-wordpress.html">share button</a>), akan jadi sasaran klik mereka.</p>
<p>Win-win solution. Mereka membaca tulisan anda tanpa terganggu. Lalu anda sendiri bisa memperoleh penghasilan dari iklan cukup baik.</p>
<h2>Bagaimana dengan anda?</h2>
<p>Apakah selama bulan Ramadhan ini ada pelajaran positif atau negatif yang bisa anda ambil?</p>
<p>Adakah saran yang bisa anda berikan bagi teman-teman yang lain untuk dapat ngeblog lebih baik lagi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2011/08/07/pelajaran-dari-tayangan-tv-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Pelajaran dari Post List</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2010/06/30/5-pelajaran-dari-post-list/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2010/06/30/5-pelajaran-dari-post-list/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 08:22:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Trik ngeBlog]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[post list]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>
		<category><![CDATA[utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2010/06/30/5-pelajaran-dari-post-list/</guid>
		<description><![CDATA[Hari Senin lalu saya mempublish sebuah post list. Teknik ini mungkin sudah cukup umum bagi banyak blogger. Yaitu membuat daftar seperti ‘10 hal yang perlu anda ketahui tentang blog’ atau lainnya. Di media cetak seperti majalah pun kita mengenal teknik seperti ini. Tulisan post list ini saya beri judul The Best, the Rest, the Rare: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Senin lalu saya mempublish sebuah post list. Teknik ini mungkin sudah cukup umum bagi banyak blogger. Yaitu membuat daftar seperti ‘10 hal yang perlu anda ketahui tentang blog’ atau lainnya. Di media cetak seperti majalah pun kita mengenal teknik seperti ini. Tulisan post list ini saya beri judul <a href="http://cad-notes.com/2010/06/100-autocad-tips-you-should-know/">The Best, the Rest, the Rare: 100 AutoCAD Tips You Should Know</a>.</p>
<p>Saya tidak ingin membahas detail soal post list. Pendek kata, ini adalah cara yang paling mudah untuk menarik banyak pengunjung. Mudah ditebak, begitu saya publish, saya melihat ada spike pada traffic ke blog saya.</p>
<p><img style="display: inline; border-width: 0px;" title="traffic_spike" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/traffic_spike.png" border="0" alt="traffic_spike" width="240" height="132" /></p>
<p>Namun ada beberapa hal penting di balik banyaknya traffic itu. Mulai dari proses pembuatan post list tersebut sampai akhirnya post list itu langsung di link oleh beberapa blog dan situs besar, dan akhirnya memperoleh traffic yang signifikan.<span id="more-1118"></span></p>
<h4>1. Koneksi</h4>
<p>Hampir semua pekerjaan akan menghasilkan lebih baik kalau kita berkolaborasi atau bekerja sama dengan orang lain. 100 tips yang saya susun bukanlah daftar yang pendek. Saya sendiri menulis puluhan tips, namun tentunya angka 100 lebih mengesankan ketimbang 20.</p>
<p><img style="display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-width: 0px;" title="jack_plug" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/jack_plug.jpg" border="0" alt="jack_plug" width="167" height="114" align="right" /></p>
<p>Akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi beberapa blog besar yang saya ikuti. Saya jelaskan tujuan saya, dan minta jika mereka punya beberapa tips andalan untuk disertakan. Saya akan mereview sedikit, lalu melink ke posting asli mereka. Tidak semua merespon, tapi ada. Umumnya yang membalas adalah mereka yang sering saling bertukar komentar di blog masing-masing, saling terhubung di Twitter, facebook, atau LinkedIn. Di dunia nyata, kita mengenal kkn. Di dunia maya, hal ini juga berlaku. Tapi ingat, jangan ada pihak yang dirugikan!</p>
<p>Ini adalah win-win-win solution. Saya diuntungkan dan terbantu dengan adanya tambahan materi tersebut. Para pemilik blog akan diuntungkan dengan dipasangkan linknya di blog saya. Dari sisi SEO dan visitor, mereka akan memperoleh keuntungan. Sementara dari sisi visitor saya, mereka akan memperoleh list yang bermutu tinggi dan komplit. Yang rugi? Tidak ada!</p>
<h4>2. Kerja Keras</h4>
<p>Post list sebetulnya merupakan tipe posting yang paling mudah, apalagi kalau sekedar merefer ke posting lain. Tentu kita masih harus sedikit berpikir untuk menambahkan review kita sendiri. Tapi itu tidak sesulit kalau kita harus menulis satu tulisan yang bombastis sendiri.</p>
<p><img style="margin: 0px 10px 0px 0px; display: inline; border-width: 0px;" title="hard_work" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/hard_work.jpg" border="0" alt="hard_work" width="206" height="138" align="left" /></p>
<p>Intinya, kalau kita ingin memperoleh visitor yang banyak, butuh pemikiran dan kerja keras. Bahkan untuk tulisan yang paling mudah sekalipun.</p>
<p>Coba lah susun sebuah post list sepanjang 100 item. Jadikan itu posting terbaik anda, dan lihat bagaimana effort yang dibutuhkan untuk menyusunnya.</p>
<h4>3. Kolaborasi</h4>
<p>Ini masih berkaitan dengan no. 1. Begitu saya selesai dengan post list tersebut dan mempublishnya, saya mengirimkan email kembali ke para blogger yang saya link postingnya.</p>
<p><img style="display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-width: 0px;" title="collaborate" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/collaborate.jpg" border="0" alt="collaborate" width="196" height="132" align="right" /></p>
<p>Tentunya tujuan awalnya buat sopan-santun. Saya minta dibantu untuk materi tulisan, tentu masuk akal kalau saya mengabari saya sudah selesai dan mengucapkan terima kasih.</p>
<p>Namun ternyata ada efek samping dari email-email tersebut. Dalam semalam, posting saya dilink oleh mereka, beberapa blog senior yang sudah kondang duluan. Dan akhirnya beberapa forum dan situs lain juga melink ke sana! Tentu, ujung-ujungnya traffic saya meningkat drastis. Mereka sendiri juga diuntungkan karena makin populer tulisan saya, maka mereka akan mendapatkan traffic dari tulisan itu. Win-win!</p>
<h4>4. Menyebarkan Informasi</h4>
<p>Pelajaran dari no 3. adalah kita butuh untuk menginformasikan ke orang lain. Mengandalkan search engine? Omong kosong. Untuk jangka panjang OK lah. Tapi page itu bisa muncul di Google kalau rank-nya tinggi. Untuk pemula, jangan harap! Bahkan untuk blog saya yang sudah punya PR 4, berapa traffic dari Google? No 10! Untuk akses ke arsip lama, Google memang OK. Tapi kalau posting baru yang ‘hot’… kita harus cari cara lain.</p>
<p><a href="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/traffic_source.png"><img style="display: inline; border-width: 0px;" title="traffic_source" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/traffic_source_thumb.png" border="0" alt="traffic_source" width="350" height="344" /></a></p>
<h4>5. Eksistensi</h4>
<p>Terakhir dari pelajaran tersebut, adalah pentingnya eksistensi. Kita boleh saja mencoba mengirim informasi tersebut ke blogger lain. Mempromosikan via Twitter atau facebook. Digg, StumbleUpon… sebut saja semua.</p>
<p><img style="display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-width: 0px;" title="mic" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/mic.jpg" border="0" alt="mic" width="122" height="157" /></p>
<p>Masalahnya, kalau kita baru menulis satu-dua tulisan, baru beberapa kali update status Twitter… kita gak bisa berharap banyak. Kalau tulisan kita biasa saja, mereka akan bilang “Sapa lu?”. Kalau agak bagusan dikit, jangan-jangan dikira copas. Eksistensi penting. Bergaul lah di beberapa social network. Efeknya mungkin akan berbeda untuk tiap blog. Di <a href="http://cad-notes.com">blog berbahasa Inggris saya</a>, Twitter is the king. Sementara <a href="http://tentangcad.com">di blog berbahasa Indonesia</a>, facebook lebih dominan. Tentunya saat kita sudah eksis, efek berantai dari sebuah posting akan lebih besar.</p>
<h4>Apa Cerita Anda?</h4>
<p>Pernahkah anda mencoba membuat post list? Apakah anda berhasil? Jika ya, apa yang membuat tulisan anda dapat sukses mendatangkan traffic? Jika tidak, menurut anda kenapa gagal? Silahkan diskusikan di sini!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2010/06/30/5-pelajaran-dari-post-list/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>84</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulislah untuk Pembaca, bukan Mesin Pencari!</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2010/06/16/menulislah-untuk-pembaca-bukan-mesin-pencari/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2010/06/16/menulislah-untuk-pembaca-bukan-mesin-pencari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 07:40:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Trik ngeBlog]]></category>
		<category><![CDATA[content]]></category>
		<category><![CDATA[search engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=1083</guid>
		<description><![CDATA[Saya datang terlambat. Training ini memang diadakan dari pagi, tapi saya sendiri baru pagi berangkat dari Jakarta. Alhasil saya baru masuk ke ruang training jam 10. Tapi tak apa, toh training untuk technical update ini pagi-pagi paling baru menginstall software dan mengkopi data latihan. Si instruktur mengangguk, saya memang sudah kenal dia cukup lama meski [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/blogging.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1084" title="blogging" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/blogging.jpg" alt="" width="500" /></a></p>
<p>Saya datang terlambat. Training ini memang diadakan dari pagi, tapi saya sendiri baru pagi berangkat dari Jakarta. Alhasil saya baru masuk ke ruang training jam 10. Tapi tak apa, toh training untuk technical update ini pagi-pagi paling baru menginstall software dan mengkopi data latihan. Si instruktur mengangguk, saya memang sudah kenal dia cukup lama meski jarang ketemu. Dia kembali meneruskan instruksinya pada peserta lain.</p>
<p>Tak lama berselang, sewaktu akan break ia memotong training sejenak dan memperkenalkan saya.</p>
<p><em>“one who just join us is Edwin. He is an AE from our partner in Indonesia. He is a Revit expert… and also MicroStation expert…”</em></p>
<p>Well, itu tidak sepenuhnya benar, karena saya tahu banyak expert yang lebih menonjol di Indonesia, apalagi di Asia Tenggara. Tapi lalu ia membuka <a href="http://cad-notes.com/">blog saya</a>!</p>
<p><em>“I understand that many of you are new in this area. His blog is a good start for you to learn. And if your customers curious about Revit, you can also refer to his blog.”</em></p>
<p>Wow… saya gak tau kalau principle software yang saya tulis, mengikuti blog saya. Apalagi merekomendasikannya!</p>
<p>Sewaktu break, saya juga mendapatkan sambutan yang cukup menyenangkan.</p>
<p><em>“That’s why you look familiar. When I saw you enter the room, I thought I met you somewhere before…”</em></p>
<p><em>“I subscribed to your blog…!”</em></p>
<p>Dan beberapa tanggapan hangat lainnya.</p>
<p>Bagaimana teman-teman mengukur kesuksesan blog yang dimiliki? Sebagai blogger, kadang kita terlalu sibuk mengurusi statistik pengunjung, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Page_Rank">pagerank</a>, alexa rank, pendapatan dari Adsense, <a href="http://chitika.com/publishers.php?refid=edonline">Chitika</a>, affiliasi <a href="http://www.amazon.com/?_encoding=UTF8&amp;tag=cn010-20&amp;linkCode=sb1&amp;camp=212353&amp;creative=380557">Amazon</a>, e-book atau berbagai hal lain yang kita anggap sebagai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Performance_metric">metrics</a>. Blog memang ada di dunia maya. Karena itu wajar kalau kita mengukur performancenya dengan membandingkannya dengan fasilitas yang ada di dunia maya pula.</p>
<p>Namun kita perlu ingat, yang membaca blog adalah orang sungguhan. Meski mungkin efeknya tidaklah sedahsyat traffic dari Google search, tapi rekomendasi dari orang lebih personal. Orang yang menemukan blog kita dari Google mungkin hanya akan membaca sekali itu. Namun belum tentu akan kembali ke blog kita lagi. Rekomendasi dari teman akan lebih mengena, dan sangat mungkin akan menjadi pembaca setia blog kita. Misalkan teman-teman hendak menonton film, siapakah yang lebih teman-teman percaya? Rekomendasi teman atau dari Google search?</p>
<p>Menulislah untuk orang, karena yang akan membaca adalah orang sungguhan, bukan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Google_Bot">Google bot</a> yang akan memeringkat situs teman-teman di hasil pencarian. Seandainya waktu itu saya menulis blog untuk mengejar peringkat Google, copas dari berbagai sumber, rasanya tanggapan mereka yang bertemu saya waktu itu akan berbeda. Setuju?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2010/06/16/menulislah-untuk-pembaca-bukan-mesin-pencari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehilangan Fokus</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2010/05/28/kehilangan-fokus/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2010/05/28/kehilangan-fokus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 04:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadli Wilihandarwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Trik ngeBlog]]></category>
		<category><![CDATA[utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=1076</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang kita tahu, internet berisi banyak sekali kesempatan-kesempatan yang dapat menyajikan berbagai keuntungan, baik finansial, spiritual ataupun kepuasan hati. Ketika menemukan kesempatan-kesempatan baru tersebut kita jadi gelap mata untuk mencobanya satu-satu, menjalankannya, seolah-olah itu akan bermanfaat ataupun akan menghasilkan keuntungan buat kita. Tapi apa jadinya ? Terkadang hal-hal baru tadi mengalihkan fokus kita akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1077" title="kehilanganfokus" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/05/kehilanganfokus.jpg" alt="" width="576" height="225" />Seperti yang kita tahu, internet berisi banyak sekali kesempatan-kesempatan yang dapat menyajikan berbagai keuntungan, baik finansial, spiritual ataupun kepuasan hati. Ketika menemukan kesempatan-kesempatan baru tersebut kita jadi gelap mata untuk mencobanya satu-satu, menjalankannya, seolah-olah itu akan bermanfaat ataupun akan menghasilkan keuntungan buat kita.</p>
<p>Tapi apa jadinya ? Terkadang hal-hal baru tadi mengalihkan fokus kita akan sesuatu yang sudah kita tekuni (baik itu karena keahlian kita ataupun karena sudah lama kita tekuni). Yah kita kehilangan fokus.</p>
<p>Dalam dunia blogging juga seperti itu. Setelah beberapa minggu terakhir ini saya mengevaluasi diri lagi, saya melihat sudah begitu banyak blog-blog yang saya kelola. Kira-kira ada 20an. Dan rasanya tidak semua dapat saya tangani dengan baik satu persatu. Malah terkesan, ada beberapa blog saya yang terlihat mati suri.</p>
<p><strong>Kendalikan Ego</strong></p>
<p>Mungkin ini fitrah manusia, rasa tidak puas akan sesuatu. Ketika mendapat sesuatu, ia pengen yang lebih dari itu. Selalu saja seperti itu. Tetapi apakah kita lantas menyalahkan ego ? Ahh.. tidak perlu juga.</p>
<p>Jangan mempermasalahkan ego itu. Karena ego diberikan Tuhan semata-mata untuk membuat kita terus menerus mencapai hal yang lebih baik dan menguji manusia untuk menaikkan kelasnya.<span id="more-1076"></span></p>
<p>Ketika kita menemukan topik-topik baru untuk memulai sebuah blog baru, jangan serta merta kita langsung membeli domain, mempersiapkan hosting, buat logo, upload themes, dan nulis untuk blog itu. Analisa benar-benar, apakah kita sangat niat melanjutkan blog tersebut ?</p>
<p>Jangan-jangan hanya seperti ungkapan &#8220;panas-panas tai ayam&#8221;. Panasnya seminggu awal doank, setelah itu, frekuensi menulis menjadi berkurang, dan dalam 2 bulan blog itu mati suri.</p>
<p><strong>Jadi seperti cahaya</strong></p>
<p>Cobalah ambil senter di dekatmu. Nyalakan dan liat cahayanya. Apakah terasa panas ? Apa mampu membakar kulitmu ? Tentu tidak kan ? Namun, ketika cahaya itu dikumpulkan dan konsentrasi nya diperkuat, jadilah ia cahaya laser yang mampu memotong besi.</p>
<p>Seperti itulah perumpamaan fokus. Ketika seseorang fokus, ia dapat membuat segala waktu, usaha dan pemikirannya untuk satu tujuan. Dalam dunia blog, ketika seseorang menjadi sangat fokus di blognya, pengunjung setia  akan mulai terbentuk, artikel-artikel berkualitas akan tercipta bahkan inovasi-inovasi yang tak terpikirkan sebelumnya pun dapat muncul. Jika blog itu berorientasi pada bisnis, maka penghasilan yang akan dihasilkan pun bisa berlipat-lipat keuntungannya.</p>
<p><strong>Lantas, tak bolehkan bercabang ?</strong></p>
<p>Namun bukankah ada peribahasa bisnis yang menyatakan, &#8220;Jangan meletakkan telur dalam satu keranjang&#8221;. Ya, saya tidak menyalahkan peribahasa ini. Namun, kita harus tahu pada saat apa kita mengalihkan fokus kita untuk mulai menambah blog lagi.</p>
<p>Cara untuk mengetahui kapan saatnya kita bisa memiliki blog yang lain adalah ketika kita sudah merasa blog kita dapat berdiri sendiri. Angka waktu pastinya tidak dapat saya tentukan, karena hal ini sangat terkait dengan banyak faktor. Tapi intinya adalah, ketika blog kita tidak menjadi beban lagi bagi diri kita untuk membuatnya hidup, itulah tanda kita dapat membuat blog baru lagi.</p>
<p>Jika kamu belum merasakan itu. Jangan buat blog baru lagi. Fokus ke yang lama.</p>
<p>Nah, teman-teman pasti ada yang memiliki blog lebih dari satu juga kan ? Silahkan berbagi tips dan sarannya di kolom komentar ya. Akan ngebantu buat blogger-blogger lainnya.</p>
<p>Ditunggu ya.</p>
<p>Salam Ayo ngeBlog !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2010/05/28/kehilangan-fokus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

