<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ayo ngeBlog! &#187; JaF</title>
	<atom:link href="http://www.ayongeblog.com/author/jaf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ayongeblog.com</link>
	<description>ayo jadi blogger bermanfaat!</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 06:41:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Hasil Survey Blogger 2009</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2009/05/20/hasil-survey-blogger-2009/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/05/20/hasil-survey-blogger-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 16:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[blogfam]]></category>
		<category><![CDATA[indopacific edelman]]></category>
		<category><![CDATA[survey blog Indonesia 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=684</guid>
		<description><![CDATA[Blog hanya trend sesaat? Om Roy Suryo sepertinya perlu baca hasil Survey Blogger Indonesia 2009 yang dilakukan oleh konsultan kehumasan Indopacific Edelman bekerjasama dengan Blogfam, sebuah survey komprehensif pertama yang pernah dilakukan tentang blogger di Indonesia. Istilah trend sesaat yang pernah digunakan beliau itu ternyata bisa mencapai 2 tahun. Itulah salah satu hasil survey tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blog hanya trend sesaat? Om Roy Suryo sepertinya perlu baca hasil <em><a href="http://www.ayongeblog.com/2008/11/15/ayo-ikutan-survei-blogger-indonesia/">Survey Blogger Indonesia 2009</a></em> yang dilakukan oleh konsultan kehumasan Indopacific Edelman bekerjasama dengan Blogfam, sebuah survey komprehensif pertama yang pernah dilakukan tentang blogger di Indonesia. Istilah trend sesaat yang pernah digunakan beliau itu ternyata bisa mencapai 2 tahun. Itulah salah satu hasil survey tersebut yang menyebutkan bahwa rata-rata orang Indonesia (61 persen dari responden) berhenti ngeblog setelah 2 tahun. Saya padahal berpikir hanya dalam hitungan bulanan. Soalnya memang ngeblog itu tidak mudah, membosankan dan memerlukan konsistensi. <span id="more-684"></span></p>
<p>Bagi saya, ini adalah wujud dari pendewasaan dunia blog Indonesia, setelah perlahan mulai meninggalkan masa-masa euphoria, masa narsis-narsisan, masa trend sesaat. Perlahan-lahan, para blogger itu otomatis mulai tersaring, dan yang bertahan adalah yang memang konsisten dan punya &#8216;passion&#8217; dalam ngeblog.  Ini nampak dari tingkat intensitas dan frekuensi ngeblog yang meningkat pada masa-masa awal ngeblog, lalu perlahan mulai stabil. Kenyataan ini juga ditunjang dengan hasil yang menunjukkan bahwa meski masih percaya pada media arus utama, namun kepercayaan sesama blogger ternyata cukup tinggi kalau sudah berkaitan dengan informasi yang mereka sajikan.</p>
<p>Survey ini membawa secercah harapan, terutama di tengah maraknya trend media jejaring sosial lainnya, seperti facebook yang konon telah merengut waktu orang untuk ngeblog. Memang facebook bisa jadi lebih trend saat ini. Tapi menurut dugaan saya, justru ini menjadi semacam saringan sehingga yang tersisa adalah blogger-blogger yang memang masih konsisten. Mereka-mereka inilah yang ikut menyumbang pada kekayaan konten internet di Indonesia.</p>
<p>Terus dari sini, kemana dunia blog Indonesia akan melangkah?</p>
<p>Dugaan saya adalah, blog semakin lama akan semakin mengarah pada blog-blog yang <em>niche</em>, blog yang lebih terfokus pada bahasan tertentu. Namun saya menolak <em>banget-banget </em>pendapat beberapa blogger &#8220;senior&#8221; yang terkesan mencoba &#8220;membawa&#8221; fenomena blogging ke arah yang menurut istilah mereka &#8220;lebih serius&#8221;.</p>
<p>Bagi saya, kelebihan blog adalah kenyataan bahwa setiap orang bisa punya media sendiri untuk mengungkapkan berbagai hal yang mereka inginkan dengan cara mereka sendiri. Mau ber <em>lu-gua</em>, mau cerita soal kucing  yang tadi pagi <em>keselek</em> tulang, mau cerita soal cowok di kampus yang yang<em> iih soo sweet</em>, mau cari duit lewat copy paste artikel demi menaikkan traffic, atau malah mau mengulas soal fenomena politik yang njlimet, atau ilmu pengetahuan lain, itu semua adalah bagian dari kekayaan konten internet Indonesia. Bebas-bebas saja kok. Blog itu kan dunia yang bebas!</p>
<p>Bagi saya, istilah serius itu lebih pada konsistensi dan tanggung jawab untuk berbagi informasi melalui blog. Blog-blog yang dibuat untuk sekedar iseng, main-main, atau <em>nggak</em> penting, menurut saya perlahan akan ditinggalkan orang, dan otomatis si penulisnya juga akan bosan sendiri. Kecuali dia ngeblog untuk dirinya sendiri. Rasanya nyaris mustahil ada orang yang bisa tahan ngeblog selama 2 tahun kalau hanya untuk iseng semata.</p>
<p>Jadi, berhentilah berpikir bahwa blog anda tidak penting dan tidak serius dan teruslah berkarya. Kalau blog anda benar-benar tidak penting, anda dan pembaca blog anda akan tahu apa yang harus dilakukan!</p>
<p>Ayo ngeblog terus!</p>
<p>Oya, yang mau lihat hasil survey secara rinci, silahkan lihat di bawah ini: (Terimakasih buat <a href="http://daengbattala.com">Pak Amril</a> yang sudah <a href="http://www.slideshare.net/amriltg/final-report-blogger-survey-may09-fresh">memasang hasil ini di internet</a> dan juga salut buat Indopacific Edelman dan Blogfam untuk kerja kerasnya)<br />
<img style="visibility: hidden; width: 0px; height: 0px;" src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bT*xJmx*PTEyNDI4MzQ4NzExMjAmcHQ9MTI*MjgzNDg5ODkyNyZwPTEwMTkxJmQ9c3NfZW1iZWQmZz*yJnQ9Jm89Zjc2YTc*YmRlNTY3NGI3MzkzYjljYzg4YzFmODFjYTUmb2Y9MA==.gif" border="0" alt="" width="0" height="0" /></p>
<div id="__ss_1459388" style="width: 425px; text-align: left;"><a style="font:14px Helvetica,Arial,Sans-serif;display:block;margin:12px 0 3px 0;text-decoration:underline;" title="Final Report Blogger Survey May09 Fresh!" href="http://www.slideshare.net/amriltg/final-report-blogger-survey-may09-fresh?type=presentation">Final Report Blogger Survey May09 Fresh!</a><object width="425" height="355" data="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=finalreportbloggersurveymay09-fresh-090519111557-phpapp02&amp;stripped_title=final-report-blogger-survey-may09-fresh" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=finalreportbloggersurveymay09-fresh-090519111557-phpapp02&amp;stripped_title=final-report-blogger-survey-may09-fresh" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<div style="font-size: 11px; font-family: tahoma,arial; height: 26px; padding-top: 2px;">View more <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a style="text-decoration:underline;" href="http://www.slideshare.net/amriltg">Amril Taufik gobel</a>.</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/05/20/hasil-survey-blogger-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Politisi 2.0</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2008/08/24/politisi-20/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2008/08/24/politisi-20/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 16:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[barack obama]]></category>
		<category><![CDATA[obama]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[politisi]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Obama Effect semakin menular pada politisi kita di tanah air. Senang sekali melihat mereka ramai-ramai punya blog, punya akaun facebook, friendster dan semua tetek bengek social networking itu. Dalam hati saya berpikir, wah ini hebat ! Mereka sudah mulai punya kesadaran bahwa fenomena Web 2.0 itu punya manfaat luar biasa untuk menjangkau rakyat dan mencari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Obama Effect semakin menular pada politisi kita di tanah air. Senang sekali melihat mereka ramai-ramai punya blog, punya akaun facebook, friendster dan semua tetek bengek social networking itu.</p>
<p>Dalam hati saya berpikir, <em>wah ini hebat !</em> Mereka sudah mulai punya kesadaran bahwa fenomena Web 2.0 itu punya manfaat luar biasa untuk menjangkau rakyat dan mencari pendukung. Syukurlah. Tapi apa benar begitu?</p>
<p>Skeptis.. skeptis.. skeptis.. maafkan sisi saya yang satu ini. Obama bukan hanya sukses menggaet pendukung dengan teknologi Web 2.0 tapi juga menggalang dukungan dana.. <em>duit.. fulusss</em> dan itu tidak hanya dilakukan dengan sekedar memiliki account facebook, youtube atau blog dan puas dengan banyaknya orang yang sign-up atau meninggalkan komentar. Nampak sekali bahwa Obama punya tim yang benar-benar memahami karakteristik web 2.0, yang lebih dari sekedar puas melihat statistik pengunjung atau pemberi komentar tapi benar-benar memaksimalkannya.</p>
<p>Nah, pertanyaannya, sudahkah politisi kita punya pemahaman yang sama? Jujur saja, sisi skeptis saya mengkhawatirkan bahwa masih ada yang menganggap blog, facebook dan sebagainya itu adalah benda ajaib yang akan mendatangkan dukungan begitu saja. Lebih khawatir lagi kalau ada yang sudah puas dengan melihat statistik semata, tanpa mau membuat semua teknologi itu bekerja maksimal untuk mereka.</p>
<p>Maksimal bagaimana?<span id="more-210"></span></p>
<p>Mari kita lihat sejenak saja &#8216;mainan&#8217; baru beberapa calon presiden kita:  <a href="http://rm09.blogspot.com" target="_blank">Rizal Mallarangeng</a>, <a href="http://www.new.facebook.com/profile.php?id=1373663088" target="_blank">Ratna Sarumpaet</a>, <a href="http://www.new.facebook.com/profile.php?id=1341211906&amp;" target="_blank">Fadjroel Rachman</a> dan <a href="http://yusril.com" target="_blank">Yusril Ihza Mahendra</a>.</p>
<p>Ada satu kesamaan dari &#8216;mainan&#8217; baru mereka itu. Rajin di update dengan video, artikel, link dan lain sebagainya. Ini sudah satu kemajuan mengingat bahwa banyak yang sekedar menjadi penanda eksistensi mereka di internet semata. Jumlah pengunjungnya juga gila-gilaan, pertanda mereka memang berhasil menandai eksistensi mereka.</p>
<p>Tapi ada satu kesamaan yang menurut saya kurang mereka lakukan, yaitu interaksi.  Salah satu ciri khas social networking adalah terciptanya diskusi. Tapi yang saya amati kebanyakan, mereka tidak pernah.. okelah.. jarang terlibat di sana. Sedikit berbeda dengan Pak Yusril yang lumayan aktif berinteraksi bahkan berusaha menjawab semua pertanyaan dan komentar pengunjung blognya, meskipun saya agak malas membaca blog beliau karena isinya terlalu panjang lebar dan memusingkan hehe</p>
<p>Poin terpenting yang ingin saya sampaikan adalah, wahai para Politisi 2.0 Indonesia (ini sekedar istilah asal yang saya colong dari istilah Web 2.0), pahami benar-benar karakteristik fungsi social networking web 2.0 karena itu akan sangat menguntungkan anda. Jangan dulu puas dengan statistik pengunjung. Coba juga pahami :</p>
<p>1. Cara kerjanya,<br />
2. Bagaimana teknologi itu bisa menciptakan hubungan<br />
3. Apa ancamannya dan sisi negatifnya<br />
4. Bagaimana menggunakannya untuk kepentingan anda</p>
<p>Sebelum saya dibilang sok tahu, lebih baik saya katakan bahwa empat poin di atas saya kutip dari satu buku menarik yang menurut saya pantas dibaca oleh para politisi walaupun buku itu sebenarnya dimaksudkan untuk pengusaha yang ingin memahami fenomena Web 2.0.</p>
<p><em><a href="http://www.forrester.com/Groundswell/index.html" target="_blank">Groundswell: Winning In A World Transformed by Social Technologie</a></em>s, itu judul bukunya. Ditulis oleh Charlene Li dan Josh Bernoff. Dari sekian buku tentang Web 2.0 yang pernah saya baca, ini benar-benar yang paling bisa menjelaskan tentang apa itu Web 2.0 dan fungsi social networkingnya, dilengkapi dengan data dan fakta akurat. Maklum, penulisnya orang dari lembaga riset terkenal Forrester Research. Intinya mereka ingin menunjukkan bagaimana kebersamaan di teknologi web 2.0 bisa menciptakan kekuatan dahsyat yang kalau kita tahu cara memanfaatkannya bisa mendatangkan keuntungan.</p>
<p>Lihat saja bagaimana mereka mencoba memetakan teknologi baru ini:</p>
<p>1. People Creating (blog, podcast, youtube dll)<br />
2. People Connecting (social networking seperti facebook friendster dll)<br />
3. People Collaborating (wiki, open source dll)<br />
4. People Reacting To Each Other (forum, milis, review dll)<br />
5. People Organizing Content (tags, categories dll)<br />
6. Accelerating Consumption (rss, widgets dll)</p>
<p>Ini baru pemetaannya. Mereka kemudian mengulas ke enam fungsi itu berdasarkan empat poin yang saya kemukakan sebelumnya tadi, dilengkapi dengan contoh kasus aktual.</p>
<p>Satu contoh menarik misalnya adalah soal poin 4, yaitu tentang bagaimana web 2.0 memungkinkan orang saling bereaksi dan berbagi komentar. Bayangkan, bahwa di luar sana orang ramai membahas posting anda misalnya, atau sebuah fenomena terkait anda. Katakanlah video barunya Fadjroel Rahman di youtube yang banyak dikomentari orang itu, atau tentang Rizal Mallarangeng dan pencalonannya sebagai presiden. Anda bisa melihatnya sebagai ancaman. Tapi bayangkan betapa itu sebenarnya masukan berharga yang mungkin hanya bisa didapat dengan menggelar focus group discussion dengan biaya berjuta-juta, itupun belum tentu ada jaminan akurasinya.</p>
<p>Dalam buku Groundswell misalnya diceritakan bagaimana kekuatan komentar dan diskusi orang di teknologi social networking.</p>
<p>Contoh: April 2007, seorang suplier Dunkin Donuts di Korea Selatan membuat posting di blognya tentang bagaimana Dunkin Donut sangat tidak memperhatikan kebersihan di gerai mereka. Ia memasang gambar alat memasak yang sudah karatan tapi masih dipakai. Dunkin donut berhasil membujuk penyedia layanan blog untuk menghapus posting itu, tapi tidak berhasil menghentikan penyebaran informasinya karena sudah kadung di posting dari blog ke blog lain bahkan sampai menyebar ke koran.</p>
<p>Contoh lain: <a href="http://anotherfool.wordpress.com/2008/08/24/jualan-si-tukang-blender/" target="_blank">Tom Dickson</a>, pendiri dari sebuah perusahaan blender rajin mengupload sebuah video di youtube yang di setiap edisi menghadirkan ia tengah memblender macam-macam hal, mulai dari sepatu, stick golf, sapu, handycam, sampai iPod 3G untuk menunjukkan kekuatan blendernya. Cara tidak lazim ini berhasil karena ditonton oleh lebih dari 100 juta orang sejak episode pertamanya muncul sekitar setahun lalu. 100 juta bos! Separuh penduduk Indonesia itu! hehe</p>
<p>Bayangkan kalau saya pindahkan ini ke konteks politik. Bayangkan misalnya soerang Fadjroel dan Rizal yang sudah mulai main video mencontoh cara ini. Ketimbang bikin video yang berbiaya mahal dan menyakiti hati rakyat seperti Rizal, atau video proklamasi ala Fadjroel yang -maaf- dibuat dengan teknologi bagus tapi isinya membosankan, kenapa tidak bikin rangkaian episode-episode video unik tentang diri anda, tentang apa pendapat anda tentang isu aktual atau hal lain yang lebih kreatif dan -ini kata kuncinya: memicu keingintahuan orang untuk buang bandwith dan menonton video anda. Cuma contoh! Tim kreatif kalian pasti lebih kreatif. Namanya juga tim KREATIF kan? hehe Obama misalnya, membuat video ia sedang menyanyi dan itu tidak menjatuhkan harga dirinya, bahkan disukai rakyat! Iya toh?</p>
<p>Poinnya adalah, kekuatan kebersamaan dalam teknologi web 2.0 susah dilawan, tapi bisa di manfaatkan. Ibarat beladiri Jiu Jitsu, Groundswell mengajarkan bagaimana menggunakan kekuatan musuh untuk melawan balik. Maka banyak perusahaan yang kemudian punya blog, dan menjadikannya tempat untuk berinteraksi dan mendapatkan banyak masukan bahkan dukungan. POlitisi pun bisa. Toh mereka sama-sama punya produk untuk &#8216;dijual&#8217; kan?</p>
<p>Masih banyak poin lain yang diulas di situ. Belilah dan baca kalau anda sempat. Buku-buku lain yang semacam itu juga banyak. Jangan cuma buku how to blog saja yang anda beli hehe.. Itu mah banyak di Gramedia. Tapi lebih dari itu, pahami lah alat yang anda pakai itu, karena ia adalah sebuah alat yang luar biasa hebatnya. Buktinya, Obama tidak hanya sekedar mendapatkan dukungan, tapi juga bisa menggalang dana di situ. Fulus maan.. fulusss.. Rizal mungkin banyak duit, tapi bukan berarti Fadjroel atau Ratna yang &#8216;gembel&#8217; tidak bisa kan? hehe</p>
<p>Ayo, para politisi 2.0, mari manfaatkan kekuatan itu agar anda pun tidak sekedar ngetop dan punya banyak pendukung secara statistik, tapi andapun bisa mendapatkan manfaat lain.</p>
<p>Salam</p>
<p>JaF</p>
<p><em>nb: buat tim ayongeblog, maaf baru posting lagi. Mudah2an berguna ya.. <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Ayongeblog teruuuss!!!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2008/08/24/politisi-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menkominfo: Blogger is Part of Our Family!</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2008/04/08/menkominfo-blogger-is-part-of-our-family/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2008/04/08/menkominfo-blogger-is-part-of-our-family/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 18:36:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2008/04/08/menkominfo-blogger-is-part-of-our-family/</guid>
		<description><![CDATA[Ya agaknya kata-kata seperti judul di atas itu yang ingin didengar oleh para blogger dalam pertemuan dengan Pak Menkominfo di kantornya di Merdeka Barat kemarin malam. Pertemuan itu diawali dengan perbincangan soal upaya memblock film fitna di Youtube, soal UU ITE dan lain sebagainya, tapi rasanya yang tak kalah dinanti adalah soal kasus defacing situs [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya agaknya kata-kata seperti judul di atas itu yang ingin didengar oleh para blogger dalam <a href="http://romisatriawahono.net/2008/04/04/diskusi-blogger-dan-komunitas-maya-dengan-pak-nuh/" target="_blank">pertemuan dengan Pak Menkominfo di kantornya </a>di Merdeka Barat kemarin malam. Pertemuan itu diawali dengan perbincangan soal upaya memblock film fitna di Youtube, soal UU ITE dan lain sebagainya, tapi rasanya yang tak kalah dinanti adalah soal kasus defacing situs Depkominfo terkait <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/27/time/110444/idnews/914119/idkanal/323" target="_blank">disebut-sebutnya nama blogger bersama dengan hacker sebagai biang keladinya</a>.</p>
<p>Pembahasan ini akhirnya mencuat ke permukaan ketika <a href="http://ryosaeba.wordpress.com" target="_blank">Eko Juniarto</a>, salah satu dari tiga tersangka yang dituding terlibat dalam defacing situs Depkominto,  melakukan tindakan yang disebutnya ‘curhat colongan’ <em>hehe.</em>. <span id="more-88"></span></p>
<p>“Bagaimana dengan orang yang sengaja menyebarkan ketakutan dan kebencian terhadap blogger?” tanya Eko. Untuk memperkuat pertanyaannya itu, ia memutar dua cuplikan acara Radio Elshinta dengan Roy Suryo yang terkait dengan pernyataannya itu, yang membuat Pak Menteri kita nampak agak terkejut.</p>
<p>Pernyataan Eko disambung oleh <a href="http://kun.co.ro" target="_blank">Kuncoro</a> yang mengawali dengan cerita soal upayanya dan kawan-kawan <em>internet society</em> di Jawa Barat untuk ikut menyebarkan pengetahuan tentang internet dan juga blogging.</p>
<p>“Di Tasik dan Garut para Ulama sudah diajari blogging, industriawan di Indramayu, guru-guru di Labuan juga sudah mulai,” kata Kuncoro. Nah, justru karena itulah Kuncoro meminta bantuan Pak Menteri karena menurutnya ada sekelompok masyarakat tertentu yang memanfaatkan nama Depkominfo untuk menjelekkan blog.</p>
<p>“Tidak usah sebut nama. Kita minta bantuan untuk membuat ini clear. Teman-teman di Labuan khususnya agak khawatir karena ada berita blogging di jelek-jelekin, nanti khawatir dituduh nipu sama membobol situs. Apa hubungannya? “</p>
<p>Apa komentar Pak Menteri kita?</p>
<p>“Saya heran kenapa blogger itu dalam tanda petik harus dikasih underline atau di stabillo. Perkenalan saya pertama di bulan Oktober sesuatu yang sangat menarik. Satu komuniti baru, suara baru, yang disitupun disebut sebagai media sumber pengetahuan, informasi untuk englightning dan edukasi, sehingga tidak ada alasan untuk menstabillo blogger itu. Itu pendapat saya, “ kata beliau.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa kominfo justru ingin mendorong komunitas blogger menjadi komunitas yang mampu menggerakkan dinamika komunitas baru melalui media yang ICT related.</p>
<p>“Jadi, kalau ada kawan-kawan yang menyampaikan bahwa bloggers is our common enemy, saya kira harus dijawil.. bahasa jawanya. Saya baru tahu ini tadi lho. Saya kira tugas pak Cahyana, Saya, Pak Abbas dan Pak Edmon untuk menyampaikan bahwa ndak ada yang namanya musuh itu. Kayak kurang kerjaan aja. Kita harus membangun bersama. “</p>
<p>Bangsa ini, kata beliau sudah banyak persoalan. Jangan ditambahi persoalan baru. Karena itu beliau menekankan perlunya diskusi untuk mencari solusi atau istilah beliau &#8220;Selesaikanlah secara adat&#8221; <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Dan karena itulah, Pak Menteri kemudian memenuhi janjinya di akhir pertemuan dengan memberikan kesempatan kepada <a href="http://riyogarta.com" target="_blank">Riyogarta</a> untuk menyampaikan rencana <a href="http://riyogarta.com/2008/04/03/roy-suryo-konfirm-datang/" target="_blank">diskusi dengan Roy Suryo pada tanggal 11 mendatang</a>. Bukan untuk menghakimi, kata Riyo tapi untuk berdiskusi, meluruskan masalah.</p>
<p>Well, kalau Pak Menteri sudah tahu bahkan menganggap blogger itu sebagai bagian dari keluarga, mudah-mudahan saja masalah cepat kelar dan mudah-mudahan pertemuan dengan Roy Suryo tanggal 11 nanti itu akan segera mengakhiri segala pertikaian ini dan kita bisa maju ke depan dengan hal-hal yang jauh lebih penting.</p>
<p>Semoga ya, karena memang banyak hal penting yang bisa dibicarakan, termasuk juga yang dibicarakan pada pertemuan di Depkominfo. Soal itu, Mas Romi yang mengundang para blogger untuk datang ke acara itu punya <a href="http://romisatriawahono.net/2008/04/08/hasil-diskusi-blogger-dan-komunitas-maya-dengan-pak-nuh/" target="_blank">catatan lengkapnya disini</a>. Thanks Mas..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2008/04/08/menkominfo-blogger-is-part-of-our-family/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyikapi &#8216;Pertikaian&#8217; Blogger dengan Roy Suryo</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2008/03/31/menyikapi-pertikaian-blogger-dengan-roy-suryo/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2008/03/31/menyikapi-pertikaian-blogger-dengan-roy-suryo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 07:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2008/03/31/menyikapi-pertikaian-blogger-dengan-roy-suryo/</guid>
		<description><![CDATA[Terus terang saja, malas sebenarnya menulis tentang ini lagi. Haree genee geto loh.. hehe. Namun posting Riyogarta yang menulis &#8216;tantangan&#8217; dialog dengan Roy Suryo membuat saya tertarik nimbrung lagi, diawali dengan sebuah pertanyaan: bagaimana sih kita menyikapi masalah antara Roy dengan para blogger? Setelah blogwalking kesana kemari, memang tidak terhindarkan ketika kita menemukan banyak kemarahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terus terang saja, malas sebenarnya menulis tentang ini lagi. <em>Haree genee geto loh</em>.. hehe. Namun <a href="http://riyogarta.com/2008/03/29/surat-terbuka-ajakan-dialog-terbuka-dengan-sdr-roy-suryo/" target="_blank">posting Riyogarta</a> yang menulis &#8216;tantangan&#8217; dialog dengan Roy Suryo membuat saya tertarik nimbrung lagi, diawali dengan sebuah pertanyaan: bagaimana sih kita menyikapi masalah antara Roy dengan para blogger?</p>
<p>Setelah blogwalking kesana kemari, memang tidak terhindarkan ketika kita menemukan banyak kemarahan disana sini. Ketika <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/27/time/110444/idnews/914119/idkanal/323" target="_blank">Roy menuding <strong>blogger </strong></a>sebagai salah satu biang kasus defacing situs Depkominfo (<em>salah duanya</em> menurut Roy adalah para hacker), itu sama saja dengan menyamaratakan semua blogger. Ya wajar sajalah kalau semua marah.  Jadi amarah adalah sikap pertama yang ditunjukkan di banyak blog. Siapa toh yang nggak marah kalau merasa dituduh?  Ya ada sedikit rasa bangga juga sih. Maklum saya baru kenal komputer kemarin sore sudah  dianggap bisa men deface situs depkominfo hehehehhh.. <span id="more-80"></span></p>
<p>Masalahnya, kalau kita tarik jauh ke belakang, tahukah kita sebenarnya apa yang mendasari &#8216;dendam kesumat&#8217; Roy terhadap pihak yang ia sebut blogger itu? Tahukah kita siapa yang ia maksud dengan para &#8216;blogger&#8217; itu?  Tahukah kita sejarah yang melatarbelakangi pertikaian itu? Apakah reaksi kita lebih didasarkan pada emosi karena merasa ikut dituding oleh Roy gara-gara kasus defacing websitenya Pak Nuh cs itu atau karena ada hal lain?</p>
<p>Bisa jadi.. sekali lagi bisa jadi, pertanyaan-pertanyaan seperti di atas itulah yang melatarbelakangi sikap seorang <a href="http://www.riyogarta.com">Riyogarta</a> yang kemudian mencoba membuka jalur dialog dengan Roy seperti yang diposting di blognya itu. Ini juga sikap, toh? Sama, mungkin, dengan sikap yang diungkapkan oleh <a href="http://blogberita.net/2008/03/29/roy-suryo-vs-bloger-indonesia/" target="_blank">Bang Jarar dalam postingnya ini</a>.</p>
<p>So, anda pilih sikap yang mana? Saya sih orangnya emosional juga kok. Malah termasuk yang pernah ikut memaki-maki beliau jauh sebelum kasus terakhir ini dimana dia terkesan menyamaratakan para blogger.  Namun saat emosi reda, saya  baru sadar kalau saya tidak pernah tahu apa duduk permasalahannya dan cuma ikut-ikutan belaka. Akhirnya demi memuaskan penasaran saya pernah mencoba mencari tahu, meski baru searah <a href="http://bz.blogfam.com/2006/02/roy_suryo_yang_penting_masyara.html" target="_blank">dari pihak Roy sendiri</a>.</p>
<p>Dan kini Riyo mengajak Roy untuk dialog. <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Namanya dialog tentu dua arah. Jujur saja saya berharap dialog ini bisa terlaksana bahkan sudah mencoba menghubungi beliau meskipun belum berhasil.  Ada yang bisa bantu?</p>
<p>Alasannya sih buat saya sederhana saja: Ketika harus mengungkapkan ketidak setujuan terhadap analisa Roy tentang berbagai kasus yang memang banyak mengundang pertanyaan, saya ingin mengungkapkannya dengan obyektif dan terfokus dan saya juga berharap Roy akan melakukannya dengan cara serupa.</p>
<p>Soalnya sampai sekarang saya masih yakin bahwa perang pernyataan tentang kasus apapun yang melibatkan Roy dan sejumlah Blogger semakin lama tidak obyektif dan tidak fokus pada masalah, melainkan lebih dilatar belakangi oleh dendam dan kekesalan masa lalu..</p>
<p>Bukankah akan lebih bermanfaat bagi semua orang kalau kita luruskan dulu semua masalah, dan melanjutkan perdebatan entah itu soal foto porno atau soal UU ITE atau soal apapun dengan lebih santai&#8230;</p>
<p>Bagaimana menurut anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2008/03/31/menyikapi-pertikaian-blogger-dengan-roy-suryo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Andra: Baca Blog-ku Saja</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2008/02/18/andra-baca-blog-ku-saja/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2008/02/18/andra-baca-blog-ku-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 11:37:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2008/02/18/andra-baca-blog-ku-saja/</guid>
		<description><![CDATA[* Catatan: Di bawah ini saya copy paste tulisan yang sangat menarik dari blog milik Andra, seorang teman yang pertama kali saya kenal dari  kronologger.com. Tulisannya ini buat saya sangat menarik karena di saat ketika kita ramai-ramai mengajak orang ngeblog, saya justru merasa bahwa dia mengingatkan kita untuk realistis dalam melihat fenomena ngeblog yang sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>* Catatan:</strong> Di bawah ini saya </em><em>copy paste tulisan yang sangat menarik dari blog milik <a href="http://andra.web.id">Andra</a>, seorang teman yang pertama kali saya kenal dari  <a href="http://kronologger.com" target="_blank">kronologger.com</a>. Tulisannya ini buat saya sangat menarik karena di saat ketika kita ramai-ramai mengajak orang ngeblog, saya justru merasa bahwa dia mengingatkan kita untuk realistis dalam melihat fenomena ngeblog yang sedang mewabah. Saya yakin Andra tidak bermaksud mengecilkan semangat ngeblog kita, tapi membaca tulisannya saya diingatkan untuk selalu mencamkan dalam hati bahwa blog itu hanya sarana, hanya media dan harus diletakkan pada konteksnya. Oya, tulisan ini saya muat tentu atas ijin Andra. Sumber aslinya ada di akhir tulisan ini. Selamat membaca !  -JaF-</em></p>
<p>**</p>
<p>Blog sebagai salah satu alat untuk berbagi ilmu, koleksi lagu/gambar/video, pemikiran, uneg-uneg, atau hanya sekedar buku harian online saat ini makin banyak jumlahnya. Pemilik blog melalui blognya seakan mendapatkan eksistensi dirinya di dunia maya. Banyak pula yang kehidupan dunia nyatanya ikut dipengaruhi oleh keberadaan blog.</p>
<p><strong>Setelah menulis sebuah posting ke dalam blog, lantas apa yang diinginkan oleh si pemilik blog?</strong><span id="more-54"></span></p>
<p>Ada sebagian blogger yang cukup puas dengan hanya menuliskan apa saja yang terlintas di kepalanya, sebagai tempat curhat, seolah buku harian online. Blog menyediakan fasilitas komentar, agar si pemilik blog dapat berinteraksi dengan pembaca blog tsb. Bila tidak ingin dikomentari pembaca, fitur ini bisa dinonaktifkan.</p>
<p>Sebagian blogger lainnya menginginkan agar blognya ramai dikunjungi dan banyak komentar yang ditinggalkan oleh setiap pengunjung. Tendensinya pun ada bermacam-macam. Ada yang ingin blognya ramai agar mendapatkan banyak teman, serta mendiskusikan pemikirannya dengan banyak orang, siapa tahu dapat menambah kawan dan ilmu/pengetahuan. Sebagian lainnya mungkin ‘berotak bisnis’, mengumpulkan sen demi sen dolar sembari nge-blog yang diperoleh dari hasil afiliasi atau yang semacam adsense. Sebagian yang lain lagi mungkin hanya ingin agar blognya menjadi blog terpopuler di dunia maya, tanpa terlalu memikirkan perolehan uangnya. Semua sah-sah saja.</p>
<p>Jika anda ingin blog anda ramai dikunjungi orang, apa yang anda lakukan? Sebagian pemilik blog melakukan hal-hal berikut ini untuk mempromosikan blognya:</p>
<ol>
<li>Mencantumkan pranala blog di kartu nama, di bagian tanda tangan e-mail, di milis (dengan resiko dianggap spam).</li>
<li>Memberitahukan pranala blog pada teman, rekan kerja, kalau perlu kepada setiap orang yang dikenal atau baru kenal pun boleh. Tentunya diberi embel-embel: “Sering-sering kunjungi blogku ya”</li>
<li>Membuat postingan yang bermutu, berisi informasi yang sekiranya banyak diminati orang.</li>
<li>Mengikuti komunitas-komunitas blogger.</li>
<li>Banyak mengunjungi dan meninggalkan komentar (tentunya dengan identitas pranala blog anda) pada blog-blog lain.</li>
<li>Mencetak stiker bertuliskan pranala blog untuk ditempel di bodi mobil, motor, kaca depan rumah (hihihi… boleh aja kan).</li>
<li>Mengiklankan blog di media massa  (ini sih biasanya untuk blog yang pemiliknya berorientasi bisnis, pendidikan, sosial, politis. Blog pribadi lazimnya jarang sekali yang diiklankan, kecuali pemiliknya adalah seorang tokoh terkenal / selebriti).</li>
</ol>
<p><strong>Apakah blog akan menggantikan seluruh piranti komunikasi anda dengan semua orang? Apakah anda akan menjawab, “Baca blog-ku aja deh” apabila ada seseorang-tak-peduli-siapa yang menanyakan kabar / aktivitas anda saat ini?  Jawabannya tentu terserah anda.<br />
</strong><br />
‘Demam’ blog memang telah merasuki sebagian masyarakat Indonesia, utamanya masyarakat pengguna teknologi informasi dan sepertinya lebih banyak yang termasuk generasi muda (usia di bawah 40 tahun). Namun bagi sebagian yang belum mengenal blog, mungkin blog memang belum menjadi bagian gaya hidup mereka. Wajar saja. Tidak perlu memaksakan seseorang harus punya blog. Tidak semua orang suka nge-blog, bukan?</p>
<p>Untuk teman-teman / kenalan yang saya ketahui sering mengakses internet, saya akan lebih sering mengatakan, “Baca blog gue dong…” pada mereka.</p>
<p>Untuk teman-teman dan/atau kerabat saya yang belum mempunyai blog, dan jarang mengakses internet. Ketika mereka menanyakan kabar saya melalui ponsel misalnya, tentunya akan saya jawab melalui ponsel itu juga. Atau bila berbicara lisan, ya langsung dijawab dengan cerita lisan pula.</p>
<p>Untuk relasi / kenalan yang bersifat resmi, misalnya bos / klien proyek, saya akan menjawab pertanyaan dengan media komunikasi yang sama dengan mereka.</p>
<p>Untuk orang yang saya sayangi (ehm..), saya menggunakan media komunikasi yang bervariasi, bila ditanya via ponsel ya jawab via ponsel, tanya via messenger ya jawab juga di messenger, dan seterusnya.</p>
<p>Apabila kita terlalu fokus pada promosi blog kita ke setiap orang, bagaimana dengan hubungan interpersonal? Menurut saya, tidak semua hubungan interpersonal dapat dicapai dengan komunikasi melalui blog. Silaturahmi, keramahtamahan, senyum yang tersungging, kemarahan, omelan, canda tawa, semua ekspresi manusia seyogyanya sesuai dengan konteks tempat, waktu, dan dengan siapa kita berkomunikasi.</p>
<p>Membaca blog saya bukanlah suatu keharusan bagi orang lain. Mau baca ya silakan, engga ya monggo saja. Tidak semua ‘dunia’ / komunitas dapat kita paksakan untuk goes to blog. Mari kita gunakan blog dengan bijak, masih ada ‘dunia di luar sana’ yang belum memerlukan kehadiran blog, melainkan kehadiran media komunikasi yang lain.</p>
<p>Penulis: Andra<br />
Sumber asli:  <a href="http://andra.web.id/2008/02/15/baca-blog-ku-saja/" target="_blank">http://andra.web.id/2008/02/15/baca-blog-ku-saja/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2008/02/18/andra-baca-blog-ku-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog Bicara</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2008/02/14/blog-bicara/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2008/02/14/blog-bicara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 09:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2008/02/14/blog-bicara/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar blog yang bisa bicara? Dia bicara tentang dirinya, tentang sejarahnya, tentang posting-postingnya, tentang tanggapan pengunjung- pengunjungnya, pokoknya semua tentang dirinya, dan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi orang lain yang ingin ngeblog, sesuai dengan misi ayongeblog.com. Naah, &#8211; promosi dikit boleh ya hehe &#8211; ceritanya radio tempat saya bekerja kini punya acara baru menggantikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2008/02/bb.jpg" alt="bb.jpg" align="left" height="93" width="138" />Pernah dengar blog yang bisa bicara? Dia bicara tentang dirinya, tentang sejarahnya, tentang posting-postingnya, tentang tanggapan pengunjung- pengunjungnya, pokoknya semua tentang dirinya, dan diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi orang lain yang ingin ngeblog, sesuai dengan misi ayongeblog.com.</p>
<p>Naah, &#8211; promosi dikit boleh ya hehe &#8211; ceritanya radio tempat saya bekerja kini punya acara baru menggantikan acara <em>Pranala</em> (dimana salah <a href="http://www.ayongeblog.com/2008/01/22/ayo-ngeblog-di-radio-singapura-internasional/" target="_blank">satu edisi terakhirnya</a> menampilkan ayongeblog.com<a href="http://www.ayongeblog.com/2008/01/22/ayo-ngeblog-di-radio-singapura-internasional/" target="_blank"></a>). Kali ini kami ingin menghadirkan acara yang sepenuhnya didedikasikan kepada dunia blog dimana kami mengajak pemilik blog untuk bercerita tentang blognya dan juga mengajak orang lain untuk bercerita atau mengomentari tentang blog tersebut. Mau disebut acara ulasan blog boleh, review blog juga bisa, tapi kami memilih untuk menyebutnya <strong>BLOG BICARA! </strong></p>
<p>Blog Bicara hadir setiap hari Rabu pukul 20:35 WIB di Radio Singapura Internasional dan dipandu oleh <a href="http://www.rsi.sg/html/indonesian/kru.htm" target="_blank">Fika Rosemarie</a>, seorang kawan baik  dan pembawa acara yang sangat berbakat. <span id="more-52"></span></p>
<p>Bagaimana cara mendengarkannya? Ada empat cara:</p>
<p>1. Melalui <strong>Radio SW</strong> atau gelombang pendek di frekuensi 6120 KHZ (49 MB) atau 7235 KHz (41 MB). Pernah dengar radio jenis ini?  Coba cek radio anda. Biasanya di bagian gelombang ada pilihan antara FM, SW dan MW. Naah.. di SW itulah gelombang radio kami berada.</p>
<p>2. Melalui <strong>siaran Streaming di internet</strong>. Caranya klik saja ke <a href="http://www.rsi.sg/indonesian" target="_blank">www.rsi.sg/indonesian</a>, lalu klik PLAY di bagian siaran live.</p>
<p>3. Melalui <strong>Satelit </strong>di AsiaSat 3S, Posisi 105.5 Derajat, Frekuensi 3706 MHz</p>
<p>4. Melalui <strong>Podcasting </strong>atau mendownloadnya dalam format MP3 melalui situs <a href="http://www.rsi.sg/indonesian" target="_blank">www.rsi.sg/indonesian</a> (klik Podcasting di bagian tengah, lalu pilih edisi Blog Bicara.)</p>
<p>Sejauh ini sudah ada dua edisi, salah satunya <a href="http://www.podcast.sg/rsi_indon/blogbicara/n080213_bb_indrani.mp3" target="_blank">menghadirkan pasangan blogger Indi dan Rani</a> yang punya blog di  <a href="http://indrani.net" target="_blank">indrani.net</a>. Siapa berikutnya? Hmmm.. jangan-jangan anda yang akan ditelepon oleh Fika untuk bicara tentang blog anda. Siapa tahu? <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>-JaF</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2008/02/14/blog-bicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
<enclosure url="http://www.podcast.sg/rsi_indon/blogbicara/n080213_bb_indrani.mp3" length="11248958" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Blog Itu Ranah Publik, Bukan Ranah Pribadi!!</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2007/11/11/blog-itu-ranah-publik-bukan-ranah-pribadi/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2007/11/11/blog-itu-ranah-publik-bukan-ranah-pribadi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 05:36:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2007/11/11/blog-itu-ranah-publik-bukan-ranah-pribadi/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah baca cerpen &#8220;Addicted to Weblog: Perempuan Dalam Dua Dunia&#8221; karya Labibah &#8216;Maknyak Blogfam&#8216; Zain? Di dalam cerpen yang ada di bagian pertama kumpulan cerpen karya beliau itu ada cerita tentang seorang istri yang ngeblog tentang kebobrokan kantor tempat suaminya kerja dan ternyata dibaca oleh bos si suami. Walhasil si bos mengeluarkan ancaman sanksi mutasi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah baca cerpen &#8220;<em>Addicted to Weblog: Perempuan Dalam Dua Dunia</em>&#8221; karya Labibah &#8216;Maknyak <a href="http://blogfam.com">Blogfam</a>&#8216; Zain? Di dalam cerpen yang ada di bagian pertama <a href="http://duniafiksi.blogspot.com/">kumpulan cerpen karya beliau</a> itu ada cerita tentang seorang istri yang ngeblog tentang kebobrokan kantor tempat suaminya kerja dan ternyata dibaca oleh bos si suami. Walhasil si bos mengeluarkan ancaman sanksi mutasi. <em>Sounds familliar?</em> Bisa jadi. Karena di alam nyata masalah seperti ini sering terjadi. Anak buah dipecat karena ngeblog tentang rahasia kantor, persahabatan retak karena salah satu ngeblog tentang kehidupan pribadi yang lain, suami yang ngedumel karena urusan ranjangnya di buka di blog si istri, si anu yang diancam somasi karena ngeblog tentang sosok terkenal dan lain sebagainya. Ya, memang banyak penyebab dari munculnya kasus-kasus semacam ini, tapi salah satu &#8216;biang&#8217; nya adalah karena ternyata tidak sedikit yang merasa bahwa blog itu adalah milik pribadi mereka dan karena itu mereka bebas melakukan apa saja disana.<span id="more-21"></span>  </p>
<p><em>&#8220;Blog-blog gue, ya suka ati gue dong!&#8221; </em></p>
<p><em>Sounds familliar</em>, lagi? Ya bisa jadi. Anda mungkin sering menemukan kasus-kasus yang melibatkan persinggungan antara blog dengan audience yang tidak bisa dikatakan menyenangkan. Atau jangan-jangan anda pernah mengalaminya juga?</p>
<p><strong>Blog itu ranah publik, bukan ranah pribadi!</strong> Itu hal pertama yang selalu saya bilang kepada siapa saja yang kebetulan minta dikenalkan tentang blog pada saya. Dengan mengatakan demikian, saya berharap dari awal sudah tertanam kesadaran bahwa mereka tidak boleh asal ngeblog karena apa yang mereka tulis itu <strong>bisa diakses atau dibaca oleh orang lain</strong>.</p>
<p><em>&#8220;Jadi gue nggak boleh ngeblog tentang kehidupan pribadi nih?&#8221; </em></p>
<p>Ooh, tidak.. tidak sama sekali. Blog memang ranah publik, tapi ia bisa tentang hal diseputar kehidupan pribadi atau bahkan pendapat pribadi anda. Namun bedakan ia dengan catatan harian berwarna pink dengan sampul Hello Kitty yang biasa anda gembok dan disimpan di bawah bantal atau dalam lemari yang terkunci rapat itu. <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Saya tidak bisa -dan sangat tidak punya hak- untuk mengajarkan anda tentang bagaimana ngeblog tentang kehidupan pribadi yang baik, tapi selalu ingat bahwa apa yang anda tulis itu bisa dibaca oleh siapa saja di muka bumi ini, bahkan di planet mars sekalipun kalau disana ada koneksi internet. Rasanya dengan kesadaran itu saja anda pasti sudah tahu apa yang harus dilakukan.</p>
<p>Oya, saya paling tidak setuju dengan mereka yang meremehkan orang yang menggunakan blog untuk bercerita tentang kehidupan pribadi, tentang anak, tentang kucing, tentang tattoo di tubuh, tentang pacar, idola dan lain sebagainya. Kalau memang ada yang meremehkan blog anda karena hal itu, jangan takut untuk bilang: <em>&#8220;Ini blog gue. Nggak suka, jangan kesini!!&#8221;</em></p>
<p>Tapi, sekali lagi, selalu ingat, blog itu ranah publik, bukan ranah pribadi. Banyak blog yang memang bisa disetel sedemikian rupa sehingga hanya kalangan tertentu saja yang bisa membacanya. Tapi tetap saja dia bukan ranah pribadi. Jangan lupa bahwa anda menyimpannya di server orang lain, bukan di lemari besi yang terkunci rapat yang ada di rumah anda.  </p>
<p>Memang betul, siapa sih yang bisa melarang anda cerita tentang tetangga sebelah yang suaminya punya simpanan artis sexy? Siapa yang bisa melarang anda memasang foto piknik keluarga (atau dengan selingkuhan sekalipun)? Siapa yang bisa melarang anda memaki para ustadz yang menurut anda sudah sangat komersil, atau para politisi dan presiden sekalipun yang menurut anda brengsek?  </p>
<p><em>&#8220;Persis! Kan ini blog gue, man. Terserah gue dong mau nulis apa!&#8221;</em>  </p>
<p>Persis juga. Ini kan dunia yang bebas. Tapi kebebasan kan akan selalu datang dengan tanggung jawab terhadap orang lain karena sekali lagi dan sekali lagi, blog itu ranah publik bukan ranah pribadi. Bahkan kalaupun anda ngeblog secara <em>anonymous</em> alias tanpa identitas atau pakai identitas palsu untuk menghindari tanggung jawab itu ya boleh juga kok. Kadang memang ada alasan yang sah untuk melakukannya. Tapi percayalah, akan ada yang tetap menuntut tanggung jawab anda melalui usikan-usikan dari dalam diri anda sendiri yang mungkin mengganggu pulasnya tidur anda.</p>
<p><em>&#8220;Weits.. Sorry, man! Gue nggak pernah merasa terusik tuh.&#8221; </em></p>
<p>Ya, berarti bisa jadi yang anda lakukan itu tidak salah, karena konon hati nurani tidak pernah berdusta.</p>
<p><strong>&#8220;Tidur gue juga enak-enak aja!&#8221;</strong></p>
<p>Ya ya.. bersyukurlah. Tapi yakin anda sudah bangun? hue he he</p>
<p>Ayo ngeblog terus, Man! Tapi selalu ingat, Man: Blog Itu Ranah Publik, Bukan Ranah Pribadi!</p>
<p>Salam dari Negeri Tumasik,</p>
<p>JaF/ Rane</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2007/11/11/blog-itu-ranah-publik-bukan-ranah-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog Yang Menginspirasi Saya</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2007/11/10/blog-yang-menginspirasi-saya/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2007/11/10/blog-yang-menginspirasi-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2007 18:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JaF</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2007/11/10/blog-yang-menginspirasi-saya/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika keinginan ngeblog itu sudah muncul, seringkali yang jadi pertanyaan adalah bagaimana caranya? Bukan dalam hal teknis. Kalau itu sih relatif lebih mudah. Yang lebih susah adalah mencari gaya ngeblog yang sesuai dengan diri kita. Posting pertama saya di AyoNgeblog ini bermaksud berbagi pengalaman tentang blog-blog yang sangat menginspirasi saya dan berperan membentuk gaya ngeblog [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika keinginan ngeblog itu sudah muncul, seringkali yang jadi pertanyaan adalah bagaimana caranya? Bukan dalam hal teknis. Kalau itu sih relatif lebih mudah. Yang lebih susah adalah mencari gaya ngeblog yang sesuai dengan diri kita. Posting pertama saya di AyoNgeblog ini bermaksud berbagi pengalaman tentang blog-blog yang sangat menginspirasi saya dan berperan membentuk gaya ngeblog saya hingga sekarang. Siapa tahu bisa bermanfaat bagi baru mau mulai atau masih mencari &#8216;jati diri&#8217; di dunia perblog-an. <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Syukur-syukur kalau anda juga bisa berbagi pengalaman tentang blogger yang menginspirasi anda..<span id="more-20"></span></p>
<p><strong><a href="http://geocities.com/inong99">Mbak Inong (alm)</a></strong><br />
Saya mulai kenal blogging sekitar tahun 1998. Waktu itu saya sedang senang-senangnya &#8216;bermain&#8217; dengan layanan-layanan penyedia hosting gratis seperti  <a href="http://www.angelfire.com">angelfire</a> atau <a href="http://geocities.com">geocities</a>. Salah satu web geocities yang menginspirasi saya adalah milik almarhumah <a href="http://zidansyifa.blogspot.com">Mbak Inong</a> yang alamatnya masih saya hafal hingga sekarang: <a href="http://www.geocities.com/inong99">www.geocities.com/inong99</a>. Maka saya mulai membuat situs web di geocities yang alamatnya sayang saya lupa. Tapi saya anggap itu perkenalan saya dengan dunia blog karena memang sempat rajin saya update sebagaimana layaknya blog sekarang. Kebanyakan saya isi dengan puisi dan esai-esai pendek, serta karya kartun saya. Sayang sudah hilang. Mungkin terhapus waktu <a href="http://money.cnn.com/1999/01/28/technology/yahoo_a/">geocities dibeli oleh yahoo</a>.</p>
<p><strong><a href="http://www.komunikasi.org">Komunikasi ala Kuncoro</a></strong><br />
Suatu hari ketika tengah browsing, saya menemukan situs <a href="http://www.komunikasi.org">komunikasi.org</a>. Saya lupa persisnya kapan, tapi kalau tidak salah sekitar tahun 1999 (dan ini yang membuat saya menduga bahwa Mas Koen adalah blogger pertama Indonesia. Tolong koreksi saya kalau salah). Saya kagum pada bagaimana si pemiliki blog yang ternyata namanya Mas Kuncoro <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  mengupdate blognya secara rutin. Logo tangan yang ada mata dan mulut tersenyum itu buat saya keren banget tapi tidak tahu cara membuatnya. Beruntung tidak lama setelah itu, muncul layanan blogger.com yang dibuat pleh pyralabs. Mulailah saya membuat blog di <a href="http://ranehafied.blogspot.com">ranehafied.blogspot.com</a>.</p>
<p><strong><a href="http://bidadari.pitas.com">Bidadari (yang hilang entah kemana)</a></strong><br />
Ini adalah satu lagi blog yang sangat inspiratif buat saya. Sayang sudah tutup juga dan entah kemana gerangan sang pemilik blog itu sekarang. Blog nya di disain dengan sangat sederhana tapi unik. Saya masih ingat huruf-huruf nya yang kecil-kecil, kursornya yang berbentuk tanda plus dan postingannya yang singkat-singkat tapi menarik. Kebanyakan adalah link-link ke situs-situs lain yang menarik. Saya banyak belajar di sana, termasuk belajar bagaimana mencari audiens untuk blog saya.</p>
<p><strong><a href="http://serambirumahkita.blogspot.com">Maknyak</a></strong><br />
Kegemaran membaca blog dan mencari inspirasi membawa saya ke blog emak yang satu ini yang awalnya beralamat di berandarumahkita.com. Yang menarik perhatian adalah caranya bercerita tentang kesehariannya dan keluarga di Kanada. Dari Maknyak saya belajar tentang ngeblog mengenai keseharian tapi tetap menarik untuk pengunjung blog kita. Dari blognya juga saya belajar tentang pentingnya meninggalkan pesan di blog orang dan bagaimana ia bisa berdampak pada blog kita yang juga akan dikunjungi balik. Dari blog beliau pula saya bersentuhan dengan dunia komunitas, yakni <a href="http://www.blogfam.com">blogfam.com</a> yang kemudian membuka wawasan kepada dunia blog yang ternyata luar biasa besarnya.</p>
<p><strong><a href="http://enda.goblogmedia.com">Enda Nasution</a></strong><br />
&#8216;Bapak Blogger Indonesia&#8217; yang satu ini sangat sering saya kunjungi terutama karena tertarik dengan kumpulan quicklinks yang dikemas dengan menarik. Rajin agaknya beliau blogwalking sehingga saya banyak dapat link-link menarik disitu. Kumpulan blogroll nya juga luar biasa banyak dan menjadi referensi saya untuk blogwalking.</p>
<p><strong><a href="http://www.priyadi.net">Priyadi</a></strong><br />
Blognya Om Priyadi adalah salah satu yang rutin saya kunjungi walau jarang meninggalkan komen. (Habis nggak pernah jadi yang pertamax sih hehe). Blog beliau menginspirasi saya tentang cara membuat kategorisasi posting, dan juga gaya ngeblog dengan menyertakan link-link untuk memperkuat argumen tulisan kita.</p>
<p><strong><a href="http://blogombal.org">Paman Tyo &#8216;Gombal&#8217;</a></strong><br />
Suatu hari saat blogwalking saya bertemu dengan blog yang bikin kecanduan untuk bolak balik kesana. Waktu itu alamatnya masih di <a href="http://gombal.blogdrive.com">gombal.blogdrive.com</a>. Di blognya dia menggunakan nama Kéré Kêmplu dan mengaku sebagai seorang opas tua pada sebuah kantor partikelir di Jakarta, sesuai dengan gambarnya, seorang tua berkacamata pantat botol yang tebal. Postingnya yang singkat-singkat dengan ilustrasi yang dipersiapkan dengan rapi dan kreatif sangat menginspirasi saya untuk juga membuat hal yang sama. Gambar-gambar orisinil dan unik adalah ciri khas blog beliau hingga kini dan itu juga berpengaruh pada gaya saya ngeblog.</p>
<p><strong><a href="http://rahard.wordpress.com">Mister GBT</a></strong><br />
Kalau ada blogger yang konsisten menulis dimanapun (bahkan nyaris di semua layanan blog yang ada di dunia ini hehe),  kapanpun dan tentang apapun, maka Pak Budi Rahardjo lah orangnya. Keaktifannya ngeblog sangat menginspirasi saya, walaupun sampai sekarang masih belum bisa seaktif beliau. Rasanya dengan mudah dia bisa mendapatkan topik apapun dan menuangkannya di blog dengan gaya bahasa yang menarik. Kalau di film-film Cina, mungkin saya adalah tokoh yang selalu rajin menyembah-nyembah sang pendengar sambil teriak <em>Teach me master!</em> hehe. Oya, dari blog beliau jugalah saya perlahan terinspirasi untuk berani memasang identitas asli saya di blog tanpa harus khawatir disebut narsis hehehehe..</p>
<p><strong><a href="http://amriltg.blogspot.com">Om Amril</a></strong><br />
Bagaimana cara ngeblog tentang anak kita? Belajarlah dari Amril T. Gobel. Ketimbang bercerita dari sudut pandang orang tua yang bercerita tentang anaknya, Om Amril justru menulis dari sudut pandang si anak, seolah itu adalah si anak sendiri yang ngeblog. Hasilnya adalah sebuah <a href="http://muhrizkyauliagobel.blogspot.com/">blog anak</a> yang menarik dan terbukti kemudian isi blog itu diterbitkan menjadi <a href="http://bukurizky.blogspot.com">sebuah buku</a>. Sayang keinginan membuatkan blog buat Tuan Putri Kecil saya dengan gaya Om Amril sampai sekarang belum terwujud.</p>
<p><strong><a href="http://budiputra.com">Budi Putra</a></strong><br />
Nama ini seingat saya ujug-ujug nongol di dunia blog baru beberapa tahun terakhir ini tapi langsung menggebrak jagad blog Indonesia, utamanya ketika beliau mengumumkan diri berhenti dari pekerjaannya untuk menjadi blogger full time pertama di Indonesia dan kiprahnya membentuk Asia Blogging Network. Bicara tentang blog dengan beliau rasanya tidak akan pernah ada habisnya dan kalaupun anda dapat kesempatan untuk bertemu beliau, jangan lupa bawa buku catatan. Banyak ide menarik yang bisa kita bawa pulang. Tapi dari sekian banyak pemikirannya tentang blog, ada satu hal yang sampai kini selalu saya ingat, yaitu agar membuat blog yang <em>niche</em>, yang terfokus tentang satu tema besar dan jangan kesana kemari. Pesannya itu yang membuat saya kembali semangat mengerjakan <a href="http://suarane.org">blog radio saya</a> yang sempat hancur lebur ditelan hosting yang tak bertanggung jawab itu <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong><a href="http://jennieforindonesia.com">Jennie S. Bev</a></strong><br />
Jujur saya kurang suka dengan blog-blog (atau juga buku) yang bersifat self-motivation. Maaf kalau subyektif, tapi saya hanya mencoba jujur saja dan saya punya alasan tersendiri untuk mengatakan itu. Tapi suatu hari, setelah beberapa kali berkunjung, akhirnya saya coba mendaftar juga untuk mendapatkan e-book gratis yang waktu itu ditawarkan oleh sang pemilik blog yang memang merupakan semacam buku motivasi diri. Yang pertama menggerakkan saya adalah karena ia membagikan buku elektronik karangannya itu secara gratis padahal pastinya buku itu ditulis susah payah. Mengapa? Jawabannya saya temukan dalam buku itu dan saya coba praktekkan dalam aktifitas saya ngeblog. Jennie lah yang mengajari saya untuk berbagi (diantaranya melalui blog), karena dengan berbagi kita akan bertambah &#8216;kaya&#8217;. Thanks, Jennie..</p>
<p>Itulah, kawan-kawan, beberapa blog (dan pastinya juga sang blogger) yang menjadi inspirasi saya dan nampak sekali percikan-percikan inspirasi itu dalam gaya ngeblog saya hingga kini (<a href="http://anotherfool.wordpress.com">anotherfool</a> dan <a href="http://suarane.org">suarane</a>). Rajin-rajinlah berkeliling ke blog orang karena ia akan membantu anda menemukan &#8216;jati diri&#8217; anda dalam ngeblog.</p>
<p>Semoga bermanfaat dan tentu saja saya mengajak anda yang sudah membaca posting ini untuk juga berbagi pengalaman tentang blog-blog yang menjadi inspirasi anda. Tinggal tuliskan saja di komen box di bawah ini dan jangan lupa tinggalkan juga url nya agar bisa sama-sama kita belajar dari blog-blog itu.</p>
<p>Terimakasih buat Ilman dan kawan-kawan yang sudah mengajak saya menulis di sini. <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <em>Keep up the great work, guys..</em> <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam dari Singapura.</p>
<p>JaF/ Rane</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2007/11/10/blog-yang-menginspirasi-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

