<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ayo ngeBlog! &#187; Edo</title>
	<atom:link href="http://www.ayongeblog.com/author/edo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ayongeblog.com</link>
	<description>ayo jadi blogger bermanfaat!</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Nov 2011 06:41:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Pelajaran dari tayangan tv di bulan Ramadhan</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2011/08/07/pelajaran-dari-tayangan-tv-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2011/08/07/pelajaran-dari-tayangan-tv-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 15:32:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Trik ngeBlog]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=1145</guid>
		<description><![CDATA[Di bulan suci Ramadhan ini, stasiun televisi punya jam tayang utama baru. Tidak hanya jam 7-10 malam seperti biasa, tapi juga di waktu sahur dan berbuka. StudioAraminta- Fotolia.com Kalau teman-teman mengikuti berita, pasti tahu bahwa KPI cukup direpotkan di bulan Ramadhan ini. Hanya dalam satu minggu, kita sudah lihat ada dua tayangan yang dianggap bermasalah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di bulan suci Ramadhan ini, stasiun televisi punya jam tayang utama baru. Tidak hanya jam 7-10 malam seperti biasa, tapi juga di waktu sahur dan berbuka.</p>
<p><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="watching tv" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2011/08/watching-tv.jpg" alt="watching tv" width="424" height="283" border="0" /></p>
<p><a title="" href="http://www.fotolia.com/id/16842621">StudioAraminta</a>- Fotolia.com</p>
<p>Kalau teman-teman mengikuti berita, pasti tahu bahwa KPI cukup direpotkan di bulan Ramadhan ini. Hanya dalam satu minggu, kita sudah lihat ada dua tayangan yang dianggap bermasalah. Pertama <a href="http://celebrity.okezone.com/read/2011/08/05/33/488740/kpi-resmi-tegur-tayangan-olga-syahputra" target="_blank">sebuah acara di stasiun televisi</a>. Kedua, <a href="http://news.okezone.com/read/2011/08/03/337/487415/kpi-tak-pantas-adzan-disisipi-iklan" target="_blank">tayangan adzan yang disisipi iklan</a>.</p>
<p>Meski tv bukanlah blog, tapi pada dasarnya bisa ditarik garis merah. Kita ingin membuat tulisan (acara, kalau di tv) kita dibaca banyak orang. Beberapa dari kita, menampilkan iklan di blognya untuk mendapatkan pemasukan. Ada yang malu-malu, ada juga yang terlalu membabi-buta.</p>
<p>Ada pelajaran yang bisa kita tarik dari kedua hal tersebut, agar kita terhindar dari masalah serupa.</p>
<h2>Buatlah tulisan yang positif, jangan mengejar rangking</h2>
<p>Idealnya tentu, acara sahur diisi acara yang berkaitan dengan agama Islam. Bagusnya mendukung dan membantu para pemirsanya dalam beribadah di bulan suci ini. Sayangnya, banyaknya orang yang melek di jam itu, dianggap sebagai peluang untuk menarik orang untuk menonton stasiun tv tertentu.</p>
<p>Lawakan yang bersifat fisik dan bahkan kadang menghina. Seingat saya, di awal tahun 2000an trend ini sudah ada. Bukannya tayangan tv semakin baik, justru sekarang ditiru oleh hampir semua stasiun tv. Demi rating, tv yang semestinya membawa unsur edukasi, mengabaikan etika.</p>
<p>Bagaimana dengan blogger?</p>
<p>Blogger juga banyak yang mati-matian berusaha agar tulisannya di baca orang. Mulai dari memenuhi timeline di twitter, men-tag orang agar membaca note di facebook, sampai ke SEO. Yang terakhir ini yang ingin saya kaitkan dengan rating tv.</p>
<p>Banyak webmaster dan blogger yang mengagung-agungkan SEO agar blognya banyak di baca. Menurut saya SEO itu omong kosong. Perlu, tapi gak sepenting itu. Saya pernah juga mencoba software SEO yang bisa membantu saya mengoptimalkan rangking situs saya di search engine. Hasilnya?</p>
<p>Tulisan saya agak sulit di baca karena saya maksa untuk mengikuti panduan SEO yang ada. Banyak kata-kata yang harus diganti. Dan sedihnya, justru tulisan saya yang tidak saya optimalkan dengan software itu justru merupakan <a href="http://cad-notes.com/2010/06/100-autocad-tips-you-should-know/" target="_blank">tulisan terpopuler di blog saya</a>. Akhirnya saya berhenti menggunakan software itu.</p>
<p>Setiap search engine berusaha membuat hasil pencariannya relevan dan memberikan hasil terbaik untuk pembaca. Panduan SEO yang anda baca saat ini, belum tentu masih relevan tahun depan. Apakah anda akan mengupdate semua tulisan di blog anda supaya memenuhi panduan SEO yang baru? Kenapa kita tidak mulai saja <a href="http://www.ayongeblog.com/2010/06/16/menulislah-untuk-pembaca-bukan-mesin-pencari/" target="_blank">menulis untuk pembaca</a>, dan biarkan mereka menikmatinya?</p>
<p>Coba anda lihat blogger-blogger yang populer. Mereka punya banyak twitter follower, facebook fans, rss subscribers. Dari pengalaman saya, <a href="http://www.tentangit.com/2010/07/promosi-dengan-facebook.html" target="_blank">mereka bisa memberikan traffic yang jauh lebih tinggi dari search engine</a>. Dan pada akhirnya, penulis dengan pembaca setia tinggi punya rating yang bagus di mesin pencari. Bukan blogger antah berantah yang memaksakan optimasi SEO.</p>
<p>Selain itu, banyak situs yang jumlah pengunjungnya anjlok setiap ada perubahan algoritma mesin pencari. Rekomendasi pengunjung tidak akan pernah turun selama tulisan anda bagus!</p>
<h2>Jangan berlebihan memasang iklan</h2>
<p>Anda memasang iklan di blog anda? Tidak ada masalah. Tapi jangan sampai berlebihan.</p>
<p>Iklan di dalam adzan tentunya sangat merendahkan. Sejujurnya, adzan magrib di bulan puasa mungkin memang acara dengan rating tertinggi. Banyak yang sudah bersiap di meja makan sambil menonton tv menunggu adzan magrib. Hal itu dianggap sebagai peluang untuk memasang iklan.</p>
<p>Tidak hanya itu sebetulnya. Banyak acara tv yang disisipi iklan. Acara masak-memasak yang diselipi iklan obat kolesterol sampai bumbu penyedap. Kenikmatan menonton acara itu jadi hilang karena iklan yang tidak pada tempatnya.</p>
<p>Memasang iklan buat memperoleh tambahan penghasilan (atau malah utama) memang menggoda. Tapi tidak ada gunanya dilakukan berlebihan. Banyaknya iklan tidak hanya akan mengganggu, tapi juga membuat pengunjung kebingungan. Dan pada akhirnya tidak melakukan apa-apa.</p>
<p>Percayakah anda, dari pengalaman saya, iklan AdSense yang paling banyak diklik ternyata justru di bagian bawah tulisan? Bukan banner besar di sidebar, bukan di header. Nilai uangnya bisa 3-4 kali dari spot iklan lain, meski dari jumlah impresi lebih kecil. Kenapa?</p>
<p>Pembaca situs yang sampai ke bagian bawah tulisan anda sudah memperoleh rasa percaya dan nyaman. Lalu mulai mencari apa yang bisa dilakukan setelah membaca tulisan anda. Adanya iklan di sana(atau umum juga orang menambahkan <a href="http://www.tentangit.com/2011/07/simpel-share-plugin-untuk-wordpress.html">share button</a>), akan jadi sasaran klik mereka.</p>
<p>Win-win solution. Mereka membaca tulisan anda tanpa terganggu. Lalu anda sendiri bisa memperoleh penghasilan dari iklan cukup baik.</p>
<h2>Bagaimana dengan anda?</h2>
<p>Apakah selama bulan Ramadhan ini ada pelajaran positif atau negatif yang bisa anda ambil?</p>
<p>Adakah saran yang bisa anda berikan bagi teman-teman yang lain untuk dapat ngeblog lebih baik lagi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2011/08/07/pelajaran-dari-tayangan-tv-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Pelajaran dari Post List</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2010/06/30/5-pelajaran-dari-post-list/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2010/06/30/5-pelajaran-dari-post-list/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 08:22:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Trik ngeBlog]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[post list]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>
		<category><![CDATA[utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2010/06/30/5-pelajaran-dari-post-list/</guid>
		<description><![CDATA[Hari Senin lalu saya mempublish sebuah post list. Teknik ini mungkin sudah cukup umum bagi banyak blogger. Yaitu membuat daftar seperti ‘10 hal yang perlu anda ketahui tentang blog’ atau lainnya. Di media cetak seperti majalah pun kita mengenal teknik seperti ini. Tulisan post list ini saya beri judul The Best, the Rest, the Rare: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Senin lalu saya mempublish sebuah post list. Teknik ini mungkin sudah cukup umum bagi banyak blogger. Yaitu membuat daftar seperti ‘10 hal yang perlu anda ketahui tentang blog’ atau lainnya. Di media cetak seperti majalah pun kita mengenal teknik seperti ini. Tulisan post list ini saya beri judul <a href="http://cad-notes.com/2010/06/100-autocad-tips-you-should-know/">The Best, the Rest, the Rare: 100 AutoCAD Tips You Should Know</a>.</p>
<p>Saya tidak ingin membahas detail soal post list. Pendek kata, ini adalah cara yang paling mudah untuk menarik banyak pengunjung. Mudah ditebak, begitu saya publish, saya melihat ada spike pada traffic ke blog saya.</p>
<p><img style="display: inline; border-width: 0px;" title="traffic_spike" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/traffic_spike.png" border="0" alt="traffic_spike" width="240" height="132" /></p>
<p>Namun ada beberapa hal penting di balik banyaknya traffic itu. Mulai dari proses pembuatan post list tersebut sampai akhirnya post list itu langsung di link oleh beberapa blog dan situs besar, dan akhirnya memperoleh traffic yang signifikan.<span id="more-1118"></span></p>
<h4>1. Koneksi</h4>
<p>Hampir semua pekerjaan akan menghasilkan lebih baik kalau kita berkolaborasi atau bekerja sama dengan orang lain. 100 tips yang saya susun bukanlah daftar yang pendek. Saya sendiri menulis puluhan tips, namun tentunya angka 100 lebih mengesankan ketimbang 20.</p>
<p><img style="display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-width: 0px;" title="jack_plug" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/jack_plug.jpg" border="0" alt="jack_plug" width="167" height="114" align="right" /></p>
<p>Akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi beberapa blog besar yang saya ikuti. Saya jelaskan tujuan saya, dan minta jika mereka punya beberapa tips andalan untuk disertakan. Saya akan mereview sedikit, lalu melink ke posting asli mereka. Tidak semua merespon, tapi ada. Umumnya yang membalas adalah mereka yang sering saling bertukar komentar di blog masing-masing, saling terhubung di Twitter, facebook, atau LinkedIn. Di dunia nyata, kita mengenal kkn. Di dunia maya, hal ini juga berlaku. Tapi ingat, jangan ada pihak yang dirugikan!</p>
<p>Ini adalah win-win-win solution. Saya diuntungkan dan terbantu dengan adanya tambahan materi tersebut. Para pemilik blog akan diuntungkan dengan dipasangkan linknya di blog saya. Dari sisi SEO dan visitor, mereka akan memperoleh keuntungan. Sementara dari sisi visitor saya, mereka akan memperoleh list yang bermutu tinggi dan komplit. Yang rugi? Tidak ada!</p>
<h4>2. Kerja Keras</h4>
<p>Post list sebetulnya merupakan tipe posting yang paling mudah, apalagi kalau sekedar merefer ke posting lain. Tentu kita masih harus sedikit berpikir untuk menambahkan review kita sendiri. Tapi itu tidak sesulit kalau kita harus menulis satu tulisan yang bombastis sendiri.</p>
<p><img style="margin: 0px 10px 0px 0px; display: inline; border-width: 0px;" title="hard_work" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/hard_work.jpg" border="0" alt="hard_work" width="206" height="138" align="left" /></p>
<p>Intinya, kalau kita ingin memperoleh visitor yang banyak, butuh pemikiran dan kerja keras. Bahkan untuk tulisan yang paling mudah sekalipun.</p>
<p>Coba lah susun sebuah post list sepanjang 100 item. Jadikan itu posting terbaik anda, dan lihat bagaimana effort yang dibutuhkan untuk menyusunnya.</p>
<h4>3. Kolaborasi</h4>
<p>Ini masih berkaitan dengan no. 1. Begitu saya selesai dengan post list tersebut dan mempublishnya, saya mengirimkan email kembali ke para blogger yang saya link postingnya.</p>
<p><img style="display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-width: 0px;" title="collaborate" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/collaborate.jpg" border="0" alt="collaborate" width="196" height="132" align="right" /></p>
<p>Tentunya tujuan awalnya buat sopan-santun. Saya minta dibantu untuk materi tulisan, tentu masuk akal kalau saya mengabari saya sudah selesai dan mengucapkan terima kasih.</p>
<p>Namun ternyata ada efek samping dari email-email tersebut. Dalam semalam, posting saya dilink oleh mereka, beberapa blog senior yang sudah kondang duluan. Dan akhirnya beberapa forum dan situs lain juga melink ke sana! Tentu, ujung-ujungnya traffic saya meningkat drastis. Mereka sendiri juga diuntungkan karena makin populer tulisan saya, maka mereka akan mendapatkan traffic dari tulisan itu. Win-win!</p>
<h4>4. Menyebarkan Informasi</h4>
<p>Pelajaran dari no 3. adalah kita butuh untuk menginformasikan ke orang lain. Mengandalkan search engine? Omong kosong. Untuk jangka panjang OK lah. Tapi page itu bisa muncul di Google kalau rank-nya tinggi. Untuk pemula, jangan harap! Bahkan untuk blog saya yang sudah punya PR 4, berapa traffic dari Google? No 10! Untuk akses ke arsip lama, Google memang OK. Tapi kalau posting baru yang ‘hot’… kita harus cari cara lain.</p>
<p><a href="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/traffic_source.png"><img style="display: inline; border-width: 0px;" title="traffic_source" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/traffic_source_thumb.png" border="0" alt="traffic_source" width="350" height="344" /></a></p>
<h4>5. Eksistensi</h4>
<p>Terakhir dari pelajaran tersebut, adalah pentingnya eksistensi. Kita boleh saja mencoba mengirim informasi tersebut ke blogger lain. Mempromosikan via Twitter atau facebook. Digg, StumbleUpon… sebut saja semua.</p>
<p><img style="display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-width: 0px;" title="mic" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/mic.jpg" border="0" alt="mic" width="122" height="157" /></p>
<p>Masalahnya, kalau kita baru menulis satu-dua tulisan, baru beberapa kali update status Twitter… kita gak bisa berharap banyak. Kalau tulisan kita biasa saja, mereka akan bilang “Sapa lu?”. Kalau agak bagusan dikit, jangan-jangan dikira copas. Eksistensi penting. Bergaul lah di beberapa social network. Efeknya mungkin akan berbeda untuk tiap blog. Di <a href="http://cad-notes.com">blog berbahasa Inggris saya</a>, Twitter is the king. Sementara <a href="http://tentangcad.com">di blog berbahasa Indonesia</a>, facebook lebih dominan. Tentunya saat kita sudah eksis, efek berantai dari sebuah posting akan lebih besar.</p>
<h4>Apa Cerita Anda?</h4>
<p>Pernahkah anda mencoba membuat post list? Apakah anda berhasil? Jika ya, apa yang membuat tulisan anda dapat sukses mendatangkan traffic? Jika tidak, menurut anda kenapa gagal? Silahkan diskusikan di sini!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2010/06/30/5-pelajaran-dari-post-list/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>84</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulislah untuk Pembaca, bukan Mesin Pencari!</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2010/06/16/menulislah-untuk-pembaca-bukan-mesin-pencari/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2010/06/16/menulislah-untuk-pembaca-bukan-mesin-pencari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 07:40:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Trik ngeBlog]]></category>
		<category><![CDATA[content]]></category>
		<category><![CDATA[search engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/?p=1083</guid>
		<description><![CDATA[Saya datang terlambat. Training ini memang diadakan dari pagi, tapi saya sendiri baru pagi berangkat dari Jakarta. Alhasil saya baru masuk ke ruang training jam 10. Tapi tak apa, toh training untuk technical update ini pagi-pagi paling baru menginstall software dan mengkopi data latihan. Si instruktur mengangguk, saya memang sudah kenal dia cukup lama meski [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/blogging.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1084" title="blogging" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/06/blogging.jpg" alt="" width="500" /></a></p>
<p>Saya datang terlambat. Training ini memang diadakan dari pagi, tapi saya sendiri baru pagi berangkat dari Jakarta. Alhasil saya baru masuk ke ruang training jam 10. Tapi tak apa, toh training untuk technical update ini pagi-pagi paling baru menginstall software dan mengkopi data latihan. Si instruktur mengangguk, saya memang sudah kenal dia cukup lama meski jarang ketemu. Dia kembali meneruskan instruksinya pada peserta lain.</p>
<p>Tak lama berselang, sewaktu akan break ia memotong training sejenak dan memperkenalkan saya.</p>
<p><em>“one who just join us is Edwin. He is an AE from our partner in Indonesia. He is a Revit expert… and also MicroStation expert…”</em></p>
<p>Well, itu tidak sepenuhnya benar, karena saya tahu banyak expert yang lebih menonjol di Indonesia, apalagi di Asia Tenggara. Tapi lalu ia membuka <a href="http://cad-notes.com/">blog saya</a>!</p>
<p><em>“I understand that many of you are new in this area. His blog is a good start for you to learn. And if your customers curious about Revit, you can also refer to his blog.”</em></p>
<p>Wow… saya gak tau kalau principle software yang saya tulis, mengikuti blog saya. Apalagi merekomendasikannya!</p>
<p>Sewaktu break, saya juga mendapatkan sambutan yang cukup menyenangkan.</p>
<p><em>“That’s why you look familiar. When I saw you enter the room, I thought I met you somewhere before…”</em></p>
<p><em>“I subscribed to your blog…!”</em></p>
<p>Dan beberapa tanggapan hangat lainnya.</p>
<p>Bagaimana teman-teman mengukur kesuksesan blog yang dimiliki? Sebagai blogger, kadang kita terlalu sibuk mengurusi statistik pengunjung, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Page_Rank">pagerank</a>, alexa rank, pendapatan dari Adsense, <a href="http://chitika.com/publishers.php?refid=edonline">Chitika</a>, affiliasi <a href="http://www.amazon.com/?_encoding=UTF8&amp;tag=cn010-20&amp;linkCode=sb1&amp;camp=212353&amp;creative=380557">Amazon</a>, e-book atau berbagai hal lain yang kita anggap sebagai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Performance_metric">metrics</a>. Blog memang ada di dunia maya. Karena itu wajar kalau kita mengukur performancenya dengan membandingkannya dengan fasilitas yang ada di dunia maya pula.</p>
<p>Namun kita perlu ingat, yang membaca blog adalah orang sungguhan. Meski mungkin efeknya tidaklah sedahsyat traffic dari Google search, tapi rekomendasi dari orang lebih personal. Orang yang menemukan blog kita dari Google mungkin hanya akan membaca sekali itu. Namun belum tentu akan kembali ke blog kita lagi. Rekomendasi dari teman akan lebih mengena, dan sangat mungkin akan menjadi pembaca setia blog kita. Misalkan teman-teman hendak menonton film, siapakah yang lebih teman-teman percaya? Rekomendasi teman atau dari Google search?</p>
<p>Menulislah untuk orang, karena yang akan membaca adalah orang sungguhan, bukan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Google_Bot">Google bot</a> yang akan memeringkat situs teman-teman di hasil pencarian. Seandainya waktu itu saya menulis blog untuk mengejar peringkat Google, copas dari berbagai sumber, rasanya tanggapan mereka yang bertemu saya waktu itu akan berbeda. Setuju?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2010/06/16/menulislah-untuk-pembaca-bukan-mesin-pencari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BlackBerry, Blog, dan Bisnis</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2010/01/19/blackberry-blog-dan-bisnis/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2010/01/19/blackberry-blog-dan-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 03:43:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi ngeBlog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2010/01/19/blackberry-blog-dan-bisnis/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2009 memang tahunnya BlackBerry. Banyak orang yang berpaling dan membeli telpon pintar itu. Bahkan beberapa ponsel yang tidak sepintar BlackBerry terkena cipratan rejeki karena dibuat mirip. Apalagi diiklankan bisa mengakses facebook, twitter, dan sebagainya. Padahal hal-hal itu sudah bisa dilakukan ponsel yang sudah ada dari dulu, selama sudah punya fasilitas GPRS dan punya browser. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="blackberry" border="0" alt="blackberry" align="left" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2010/01/blackberry.jpg" width="157" height="236" /> Tahun 2009 memang tahunnya BlackBerry. Banyak orang yang berpaling dan membeli telpon pintar itu. Bahkan beberapa ponsel yang tidak sepintar BlackBerry terkena cipratan rejeki karena dibuat mirip. Apalagi diiklankan bisa mengakses facebook, twitter, dan sebagainya. Padahal hal-hal itu sudah bisa dilakukan ponsel yang sudah ada dari dulu, selama sudah punya fasilitas GPRS dan punya browser.</p>
<p>BlackBerry awalnya dikembangkan untuk bisnis. Fitur email dan messagingnya memudahkan penggunanya untuk selalu update di mana saja. Kemudian kelompok 2.0 menemukan bahwa mereka bisa menggunakannya untuk update status jaringan sosialnya. Mungkin, mayoritas pengguna BlackBerry lebih banyak menggunakannya untuk keperluan itu daripada bisnis.</p>
<p> <span id="more-906"></span>
<p>Mengupdate status memang menyenangkan. Tapi apakah itu punya pengaruh ke bisnis AKA menghasilkan uang? Bisa ya, bisa tidak. Kalau kita artis yang harus selalu update agar tidak dilupakan fans, mungkin kita harus selalu update status. Mungkin kita juga bisa menggunakannya untuk membuat jaringan bisnis. Tapi kalau mau jujur, hal ini langka. Kalau kita mr/miss update yang selalu mengupdate status seperti: ‘wah, jalanan macet pagi ini <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> ‘ lalu 5 menit lagi lanjut ‘duhhh… ternyata ada truk mogok’. Sampai akhirnya ‘alhamdulillah, gak telat sampai kantor…kurang 5 menit lagi <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ’. Saya tidak bilang itu jelek. Tapi ada gunanya untuk membentuk jaringan bisnis? Saya rasa tidak.</p>
<p>Blog kebalikan dari BlackBerry. Awalnya dibuat untuk web log, atau catatan online. Namun banyak yang kemudian memanfaatkannya sebagai CMS website. Isinya? Bisa apa saja. Mulai dari diary online, knowledge sharing, sampai memasarkan produk. Yang ingin saya tekankan di sini: blog anda untuk apa?</p>
<p>Ada orang yang menulis di blog karena memang suka. Karena yang ditulis memang berguna (atau menarik), akhirnya membuat peluang baru untuk empunya blog. Mulai dari yang paling sederhana, memasang iklan, sampai tawaran bisnis. Mulai dari nulis buku sampai jadi artis. Mereka yang merasakan keuntungannya mulai menseriusi blognya. Tapi banyak juga yang berhenti di tengah jalan karena merasa jenuh, blognya gak kemana-mana. Padahal blognya sudah populer, dikunjungi banyak orang, menghabiskan banyak waktu. Tapi toh hasilnya tidak seberapa. Popularitas blog memang tidak selalu berbanding lurus dengan penghasilan blog. Blog yang dikunjungi <a href="http://www.copyblogger.com/no-money-blogging/">500rb unique visitor, mungkin cuma menghasilkan US$ 1000 perbulan</a>. Tapi saya juga pernah menemukan blog yang bisa menghasilkan uang yang sama dari 500an pengunjung saja sehari. Logikanya, kalau punya traffic 1000x lebih besar, harusnya incomenya juga 1000x lebih besar dong! Gak juga ternyata.</p>
<p>Apa yang membedakan keduanya? Blog yang terakhir memang dibuat sebagai blog bisnis. Saya mempelajari bahwa monetize blog itu tidak sesederhana yang sering dibahas orang. Banyak buku ‘nyari duit online’ atau tips dari blogger yang bilang cukup nyari peringkat tinggi di Google, nyari visitor yang banyak, lalu pasang AdSense. Nonsense. Kalau kita ingin serius mencari uang dari blog, maka kita harus memperlakukannya sebagai bisnis. Kita harus punya planning, kalau perlu bussines plan sampai ke sales funnel. Mulai dari content, layout, SEO, produk, affiliasi, dan sebagainya. Kalau memang untuk senang-senang dan memasang iklan sebagai tambahan untuk bayar hosting+domain, itu lain cerita. Tinggal pasang layanan PPC, dan gak perlu diurus. PPC memang paling gampang, tapi nilainya juga paling kecil. </p>
<p>Saya tidak bermaksud menulis ini untuk membuat teman-teman patah semangat dan batal ngeblog. Sebaliknya, kalau teman-teman mulai ngeblog karena dengar gosip nyari uang dari blog itu gampang, itu memang cuma gosip. Dalam hitungan minggu atau bulan, blog yang mulai dengan motivasi seperti ini biasanya sudah patah arang. Sama seperti di dunia nyata, gak ada cara nyari uang yang gampang. Butuh kerja keras.</p>
<p>Banyak alasan lain untuk ngeblog. Dan rata-rata blogger yang mulai dengan alasan lain itu punya dedikasi tinggi ketimbang blogger yang mulai karena ingin dapat uang ‘panas’. Saya berharap, teman-teman mulai ngeblog dengan alasan itu. Kalaupun ingin punya blog untuk mencari uang, sudah siap memperlakukannya sebagai bisnis dan mau bekerja keras. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2010/01/19/blackberry-blog-dan-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Alasan Kenapa Blogger Pahlawan Bangsa</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2009/12/15/3-alasan-kenapa-blogger-pahlawan-bangsa/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/12/15/3-alasan-kenapa-blogger-pahlawan-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 07:42:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2009/12/15/3-alasan-kenapa-blogger-pahlawan-bangsa/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak terasa sudah hampir 3 tahun saya ngeblog. Berpindah-pindah antara beberapa blog, hosting dan domain. Saat ini saya punya 5 blog, meski 2 diantaranya bisa dianggap blog personal yang sifatnya suka-suka: kadang diupdate kadang enggak. Satu blog, saya beranikan diri menulis dalam bahasa Inggris. Isinya sebetulnya gak jauh berbeda dengan blog utama saya. Dalam 6 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="heroes" border="0" alt="heroes" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/12/heroes.jpg" width="525" height="312" /></p>
<p> Tidak terasa sudah hampir 3 tahun saya ngeblog. Berpindah-pindah antara beberapa blog, hosting dan domain. Saat ini saya punya 5 blog, meski 2 diantaranya bisa dianggap blog personal yang sifatnya suka-suka: kadang diupdate kadang enggak.</p>
<p>Satu blog, saya beranikan diri <a href="http://www.cad-notes.com">menulis dalam bahasa Inggris</a>. Isinya sebetulnya gak jauh berbeda dengan <a href="http://tentangcad.com">blog utama saya</a>. Dalam 6 bulan, banyak pengalaman baru yang saya dapat di sana. Dan bisa dikatakan, sekarang sudah menjadi blog utama saya, menggantikan blog yang berbahasa Indonesia.</p>
<h4>Orang Indonesia Juga Bisa!</h4>
<p>Mungkin teman-teman banyak yang sudah tau banyak blogger lokal yang namanya sudah dikenal di seluruh dunia. Sebut saja <a href="http://michaelhutagalung.com/">Michael Hutagalung</a> dan <a href="http://www.isnaini.com/">Isnaini</a> yang theme-nya dipakai banyak orang. Masih banyak lagi tentu. Tidak hanya atlit yang meraih medali yang bisa mengharumkan nama bangsa. Mungkin mereka lebih harum namanya ketimbang miss Indonesia yang tidak pernah menang di ajang miss Universe. </p>
<p>Dan tentu, mereka tidak segan mencantumkan bahwa mereka berasal dari Indonesia. Prestasi mereka tentu akan mengharumkan nama bangsa juga. Meski bisa dibilang new comer di dunia blog luar (selama ini masih bercokol di lokal) saya juga memberanikan diri memasang profil saya di halaman <a href="http://www.cad-notes.com/2009/05/about.html">about</a>. Misalnya semua blogger lokal melakukan hal sama, saya pikir banyak orang akan berpikiran ‘Orang Indonesia juga bisa!’.</p>
<p> <span id="more-864"></span><br />
<h4>Informasi Wisata</h4>
<p>Banyak orang yang bilang kalau wisata di Indonesia sebetulnya jauh lebih memikat ketimbang di Malaysia atau Thailand yang terkenal dengan Pattaya atau Phuket-nya. Yang mungkin membedakan adalah bangsa kita jarang memelihara fasilitas wisata itu dan mempromosikannya. Dari dulu slogannya tetap ‘Visit Indonesia year xxxx’ tanpa ada perubahan. Hanya angka tahunnya aja yg ganti. Bandingkan dengan Malaysia yang punya slogan ‘Malaysia Trully Asia’ dan juga memasang billboard besar di perempatan Kuningan ‘Calling all shopaholic’. Mereka punya visi, kita tidak. </p>
<p>Nah, kenapa kita enggak mempopulerkan budaya dan warisan bangsa lewat blog? Jangan seperti kasus batik yang diklaim Malaysia baru heboh. Bukan salah Malaysia juga, karena mereka memang punya batik, meski gak sebagus batik kita. </p>
<p>Populerkan juga bahwa Indonesia bukan hanya Bali! Menurut saya acara seperti koper dan ransel serta celebrity on vacation (maaf) sama sekali gak membantu. Saya percaya karya para blogger kita lebih bermutu daripada acara sarat iklan itu.</p>
<h4>Pahlawan Devisa?</h4>
<p>Yang ini sengaja saya taro di paling akhir dan diberi tanda tanya. Kita tahu cukup banyak blogger lokal yang berhasil meraup dollar dalam jumlah yang lumayan tiap bulannya. Uang dollar itu masuk ke Indonesia dan dibelikan barang kebutuhan di Indonesia. Mungkin dipake untuk beli sego pecel atau nongkrong di angkringan sambil memikirkan posting selanjutnya. Artinya mereka mendatangkan devisa. Ini bedanya dengan koruptor yang mengambil duit rakyat dan dibelikan barang-barang impor. Atau malah sekalian buat jalan-jalan keluar negri. </p>
<p>Kenapa saya kasih tanda tanya, ya karena gak semua blogger bisa sampai ke tahap itu. Kalau kita masih punya ratusan visitor sehari masih terjal jalan yang mesti dilewati. Meski kalau kita serius mengelolanya sebagai bisnis, kita bisa saja memperoleh nilai yang lumayan. </p>
<p>Jika teman-teman ingin sedikit gambaran, saya memiliki sekitar 400+ unique visitors perhari. <a href="http://chitika.com/publishers.php?refid=edonline">Chitika</a> memberikan saya sekitar US$ 1.8. <a href="https://www.google.com/adsense/">Adsense</a> sekitar US$ 2.5. Afiliasi <a href="http://www.amazon.com/?_encoding=UTF8&amp;tag=cn010-20&amp;linkCode=sb1&amp;camp=212353&amp;creative=380557">Amazon</a> memberikan sekitar US$ 3. Hanya sekitar US$ 7-8 perbulan. TIdak banyak. Saya memang juga tidak terlalu berharap banyak, karena blog itu memang baru berumur 6 bulan lebih. Tapi saya percaya 2-3 tahun lagi akan jauh lebih berkembang. </p>
<p>Sedikit tambahan info: saya baru saja mencoba menjual <a href="http://www.cad-notes.com/2009/06/e-store.html">e-book tulisan saya sendiri di blog itu</a>, dengan opsi pembayaran via <a href="https://www.paypal.com/id/mrb/pal=9RAVRTLFE6938">Paypal</a>. Dalam 10 hari, saya bisa memperoleh US$ 60. Sekitar 30x lebih banyak dari yang dihasilkan Adsense selama sebulan <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Saya sendiri berharap bakal merilis 1 e-book setiap beberapa bulan sekali. Jadi jangan putus asa kalau Adsense tidak memberikan hasil sesuai harapan. Mungkin, kelak teman-teman bisa jadi pahlawan devisa juga!</p>
<p>Ada alasan lain, kenapa blogger bisa disebut sebagai pahlawan bangsa?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/12/15/3-alasan-kenapa-blogger-pahlawan-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>20 Blogger yang Tidak lagi Sekedar Blogger!</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2009/09/03/20-blogger-yang-tidak-lagi-sekedar-blogger/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/09/03/20-blogger-yang-tidak-lagi-sekedar-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 01:34:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Short Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2009/09/03/20-blogger-yang-tidak-lagi-sekedar-blogger/</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini sewaktu saya membuka Twitter, ada satu Tweet dari @problogger yang menarik perhatian saya. 20 Orang yang Mengawali dari Blogger, dan Sekarang Lebih dari Itu! Diceritakan bagaimana mereka mengawali aktivitas ngeblog, dan bagaimana mereka sekarang. Sebuah pemberi semangat yang bagus untuk para Blogger. Seperti Collis Ta&#8217;eed yang sekarang bisa kerja sambil keliling dunia. Toh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini sewaktu saya membuka Twitter, ada satu Tweet dari <a href="http://twitter.com/problogger" target="_blank">@problogger</a> yang menarik perhatian saya. <a href="http://www.incomediary.com/top-20-bloggers/" target="_blank">20 Orang yang Mengawali dari Blogger, dan Sekarang Lebih dari Itu</a>! Diceritakan bagaimana mereka mengawali aktivitas ngeblog, dan bagaimana mereka sekarang.</p>
<p>Sebuah pemberi semangat yang bagus untuk para Blogger. Seperti Collis Ta&#8217;eed yang sekarang bisa kerja sambil keliling dunia. Toh yang dibutuhkan hanya laptop dan koneksi internet <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ayo ngeBlog!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/09/03/20-blogger-yang-tidak-lagi-sekedar-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercuit-cuit dengan Twitter</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2009/07/02/bercuit-cuit-dengan-twitter/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/07/02/bercuit-cuit-dengan-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 02:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[micro blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Tweetdeck]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2009/07/02/bercuit-cuit-dengan-twitter/</guid>
		<description><![CDATA[Sudahkah teman-teman menggunakan Twitter sebagai Blog? Saya sebetulnya sudah lama punya account Twitter. Butuh waktu cukup lama bagi saya untuk memahami kegunaan Twitter ini. Awalnya, saya mendaftarkan account di Twitter, mencoba mempost beberapa tweets (posting di twitter, atau cicit-cicit para Twitters) dan menunggu apa yang terjadi. Tidak ada apa-apa. Is this what Twitter all about? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://twitter.com/edo_online" target="_blank"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="cute_twitter" border="0" alt="cute_twitter" align="left" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/07/cute_twitter.jpg" width="240" height="231" /></a> Sudahkah teman-teman menggunakan Twitter sebagai Blog?</h3>
<p>Saya sebetulnya sudah lama punya account <a href="http://twitter.com/" target="_blank">Twitter</a>. Butuh waktu cukup lama bagi saya untuk memahami kegunaan Twitter ini. Awalnya, saya mendaftarkan account di Twitter, mencoba mempost beberapa <em>tweets</em> (posting di twitter, atau cicit-cicit para Twitters) dan menunggu apa yang terjadi. Tidak ada apa-apa. </p>
<p><em>Is this what Twitter all about? Not fun…</em></p>
<p>Saya juga mencoba mengikuti beberapa account blogger kondang di Indonesia, kadang mencoba me-reply tweets mereka tanpa ada balasan apapun. Sepertinya para blogger Indonesia punya account Twitter hanya sekedar punya, membuang link ke blog mereka dan berharap mampu menarik pengunjung. Kadang update di Twitter menggunakan plugin yang otomatis posting ke Twitter kalau blognya di update. Yang muncul: <em><strong>new blog post: judul posting dan link</strong></em>. Atau layanan update status secara bersamaan seperti <a href="http://tentangit.com/2009/05/hellotxt-bagi-maniak-pengupdate-status/" target="_blank">hellotxt</a>. </p>
<p><em>Not fun… </em></p>
<p>Justru mereka yang memanfaatkan Twitter sebagai social network lebih fun untuk diajak ber-cit..cit..cuit. Bahkan para selebritis lebih rajin membalas tweets pengikutnya. Blogger biasanya justru pemalas <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Namun akhirnya saat <a href="http://edo-online" target="_blank">saya</a> mencoba membuat <a href="http://twitter.com/cad_notes" target="_blank">account baru</a> untuk <a href="http://www.cad-notes.com/" target="_blank">blog bahasa Inggris</a> saya, baru saya menemukan bahwa Twitter is actually fun!</p>
<p> <span id="more-729"></span>
<p>Kalau ingin mengetahui Twitter , saya <a href="http://tentangit.com/2009/06/twitter-streaming-informasi-secara-live/" target="_blank">mengulasnya</a> secara ringkas <a href="http://tentangit.com" target="_blank">di blog saya</a>. Atau bisa lihat <a href="http://www.slideshare.net/abelsp/twitter-who-cares-what-your-doing-right-now-anyway" target="_blank">slide presentasi ini</a> untuk lebih detail. Ilman juga pernah <a href="http://www.ayongeblog.com/2008/10/04/micro-blogging-atau-blogging/" target="_blank">memberikan pandangan</a> mengenai micro-blogging. Tapi kali ini saya gak ingin menulis secara teknis. Tapi manfaatnya.</p>
<h3>Twitter untuk Menambah Value seorang Blogger</h3>
<p>Twitter is a totally different animal. Kita harus menghargai Twitter sebagai bagian terpisah dari blog kita. Sejalan dengan <a href="http://www.ayongeblog.com/2009/06/19/enam-aturan-ngeblog/" target="_blank">6 tips aturan ngeblog</a> dari rekan Eka: penyediaan nilai dan ambil bagian dalam percakapan. Boleh saja tentu, menggunakan Twitter untuk menambah value dari blog kita. Kadang orang malas mengikuti excerpt atau ringkasan dari blog kita yang kadang cukup panjang dan berbelit. Tulis intisarinya di Twitter dan link ke blog kita. Tapi jangan sekedar pelengkap penderita dari blog kita. </p>
<p><a href="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/07/twitter_topic_search.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="twitter_topic_search" border="0" alt="twitter_topic_search" align="left" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/07/twitter_topic_search_thumb.jpg" width="189" height="345" /></a> Twitter digadang-gadangkan sebagai ‘pembunuh’ RSS. Banyak orang sekarang lebih suka mengikuti topik di Twitter ketimbang mengikuti feeds dari satu-dua blog. Oh ya, di Twitter kita bisa mengikuti topik, bukan orang saja. Jika kita mengikuti update teman-teman, mengikuti updatenya akan menyenangkan. Tapi jika kita ingin update dari topik tertentu, bisa-bisa kita harus mengikuti puluhan atau ratusan orang sekaligus. Itupun mereka tidak selalu mengupdate soal topik yang kita harapkan. Jika anda tertarik mengikuti topik, menggunakan aplikasi desktop seperti <a href="http://tentangit.com/2009/04/tweetdeck-aplikasi-wajib-para-twitters/" target="_blank">Tweetdeck</a> akan sangat membantu.</p>
<p>Bahkan Google, mulai merasa terancam dengan adanya Twitter ini. Semua informasi di Twitter diupdate secara live. Pada saat berita meninggalnya Michael Jackson, jutaan orang membanjiri Google Search untuk mencari info itu. Tapi mereka harus kecewa karena hasil search baru muncul di Google beberapa jam (kadang beberapa hari) setelah satu halaman dipublish di internet. </p>
<p>Tapi jangan lupa, ambil bagian dari percakapan. Jangan kecewakan orang yang mengajak kita berdiskusi. Karena setelah itu mereka bisa berhenti mengikuti update kita. Meski mereka bisa mengikuti topik, mengikuti kita bisa lebih menyenangkan jika kita memberikan tanggapan secara personal.</p>
<h3>Twitter sebagai Sumber Inspirasi</h3>
<p>Bukan sekali-dua blogger kehabisan inspirasi. Di <a href="http://www.ayongeblog.com/" target="_blank">Ayo Ngeblog</a> saja sering dibahas <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Banyak cara untuk memperoleh inspirasi, diantaranya berdikusi dengan orang yang punya rasa tertarik yang sama. Atau mengikuti apa saja yang sedang hot dibicarakan. Di Twitter, kita bisa memperolehnya! Ingin tahu apa pendapat orang tentang Windows 7? Atau apa yang dibicarakan mengenai hal-hal yang terkait dengan blog anda? Kita mungkin sekali akan menemukan informasi yang lebih fresh daripada apa yang sedang beredar di Google Search, situs berita, atau RSS yang kita ikuti.</p>
<p>Sudahkah teman-teman menggunakan Twitter sebagai Blog?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/07/02/bercuit-cuit-dengan-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Undangan Pelatihan Blogging, Vlogging, MicroBlogging, dan Writing</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2009/05/11/undangan-pelatihan-blogging-vlogging-microblogging-dan-writing/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/05/11/undangan-pelatihan-blogging-vlogging-microblogging-dan-writing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 07:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Ayo ngeBlog!]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[MicroBlogging]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Vlogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2009/05/11/undangan-pelatihan-blogging-vlogging-microblogging-dan-writing/</guid>
		<description><![CDATA[Rekan-rekan blogger, berikut email yang saya terima minggu lalu. Email ini mengundang para blogger untuk ikut pada pelatihan blogging yang diadakan oleh VHRmedia. Bagi yang berminat, silahkan coba hubungi langsung ke email yang tertera (huruf tebal). Sengaja saya pisahkan dengan spasi supaya pemilik email gak kebanjiran spam Halo ownernya tentangcad.com. Saya kaka, mewakili VHRmedia.com, Kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="WIDOWS: 2; TEXT-TRANSFORM: none; TEXT-INDENT: 0px; BORDER-COLLAPSE: collapse; FONT: 13px arial; WHITE-SPACE: normal; ORPHANS: 2; LETTER-SPACING: normal; COLOR: rgb(0,0,0); WORD-SPACING: 0px; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; -webkit-text-decorations-in-effect: none; -webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0" class="Apple-style-span">Rekan-rekan blogger, berikut email yang saya terima minggu lalu. Email ini mengundang para blogger untuk ikut pada pelatihan blogging yang diadakan oleh VHRmedia. Bagi yang berminat, silahkan coba hubungi langsung ke email yang tertera (huruf tebal). Sengaja saya pisahkan dengan spasi supaya pemilik email gak kebanjiran spam <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<blockquote><p><span style="WIDOWS: 2; TEXT-TRANSFORM: none; TEXT-INDENT: 0px; BORDER-COLLAPSE: collapse; FONT: 13px arial; WHITE-SPACE: normal; ORPHANS: 2; LETTER-SPACING: normal; COLOR: rgb(0,0,0); WORD-SPACING: 0px; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; -webkit-text-decorations-in-effect: none; -webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0" class="Apple-style-span"><span style="WIDOWS: 2; TEXT-TRANSFORM: none; TEXT-INDENT: 0px; BORDER-COLLAPSE: collapse; FONT: 13px arial; WHITE-SPACE: normal; ORPHANS: 2; LETTER-SPACING: normal; COLOR: rgb(0,0,0); WORD-SPACING: 0px; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; -webkit-text-decorations-in-effect: none; -webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0" class="Apple-style-span">Halo ownernya <a style="COLOR: rgb(42,93,176)" href="http://tentangcad.com/" target="_blank">tentangcad.com</a>. <br/><br/>Saya kaka, mewakili VHRmedia.com, <br/>Kami mengundang anda para blogger aktif untuk bisa hadir di pelatihan yang disebutkan pada subject e-mail. <br/><br/>Kami tidak membatasi topik yang anda tuliskan di website/blog masing-masing, tetapi kami akan sangat senang jika topik tersebut adalah mengenai: <br/>- anak (parenting, hak anak) <br/>- perempuan <br/>- lingkungan (pariwisata, plus minus pembangunan di Indonesia) <br/>- sastra <br/>- hobby (sepeda, kuliner, jalan-jalan) <br/>- sosial (keseharian bersosial) <br/><br/>Jika ada teman-teman di komunitas anda bersedia, dan ada luang waktu, silahkan japri ke <strong>kaka @ vhrmedia . com</strong> dengan format: <br/>Nama: <br/>Alamat web/blog: <br/>E-mail: <br/><br/>Dan semisal agak keberatan, kami sangat meminta bantuan teman-teman untuk me-rekomendasikan blog/website aktif teman anda kepada kami. <br/><br/>Kami batasi quota hanya 15-20 peserta pelatihan, yang nantinya akan diadakan di jakarta, pada tanggal 3-4 Juni 2009, dan akomodasi kita ganti. <br/>Untuk informasi lengkap kami akan hubungi selanjutnya kepada yang telah reply untuk kesedia-annya. <br/><br/>Baiklah, maaf jika telah menggangu aktifitas teman-teman blogger. <br/>Sekali lagi, kami sangat, sangat, dan sangat berharap dari community ini bisa ada yg ikut serta. <br/><br/>Terimakasih, salam sukses. <br/></span></span></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/05/11/undangan-pelatihan-blogging-vlogging-microblogging-dan-writing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Latihan Nulis dengan Ngeblog Yuk!</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2009/05/08/latihan-nulis-dengan-ngeblog-yuk/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/05/08/latihan-nulis-dengan-ngeblog-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 07:45:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2009/05/08/latihan-nulis-dengan-ngeblog-yuk/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu belakangan ini, saya merasakan ada euforia menulis buku di sekitar saya. Termasuk munculnya &#8216;tantangan&#8217; dari sebuah penerbit yang datang untuk menulis. Penerbit ini rupanya sudah melirik blog saya. Tapi saya masih enggan. Menulis buku beda dengan ngeblog. Harus ada alur yang jelas, bukan sekedar tutorial sepotong-sepotong. Lalu saya membaca tulisan paman Tyo yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin-right: 10px;" src="http://www.ayongeblog.com/wp-content/uploads/2009/05/writing-1.jpg" alt="writing" width="193" height="250" align="left" />Beberapa waktu belakangan ini, saya merasakan ada euforia menulis buku di sekitar saya. Termasuk munculnya &#8216;tantangan&#8217; dari sebuah penerbit yang datang untuk menulis. Penerbit ini rupanya sudah melirik <a href="http://tentangcad.com" target="_blank">blog saya</a>. Tapi saya masih enggan. Menulis buku beda dengan ngeblog. Harus ada alur yang jelas, bukan sekedar tutorial sepotong-sepotong.</p>
<p>Lalu saya membaca tulisan paman Tyo yang menuliskan <a href="http://pamantyo.dagdigdug.com/2009/04/08/ngeblog-pun-cocok-untuk-calon-pensiunan/" target="_blank">soal menulis bagi pensiunan</a>. Pensiun bagi sebagian orang memang cukup mengerikan. Bagi yang terbiasa sibuk, bisa shock berat kalau terpaksa berdiam diri di rumah. Melahap semua tontonan TV yang ada. Termasuk yang sebelumnya dicela sebagai tontonan tidak bermutu. Mungkin tren menulis buku setelah pensiun dipandang cukup seru dan menjanjikan. Seperti <a href="http://www.bukukita.com/Sejarah-dan-Budaya/Sejarah-Indonesia/69480-Perjalanan-Seorang-Prajurit-Para-Komando.html" target="_blank">buku Sintong Panjaitan</a> yang sempat menghebohkan itu. Tapi apa iya kita punya kisah seseru itu untuk ditulis?</p>
<p>Mungkin pertanyaan ini banyak tidak mengena ke teman-teman di Ayo Ngeblog. Tapi, apa punya rencana menulis juga setelah pensiun? Boro-boro pensiun, kerja aja belum! Gitu ya? <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-675"></span></p>
<p>Menulis itu pekerjaan yang gak gampang. Kalau suka nonton film yang tokohnya penulis, gak jarang sebentar-sebentar merobek kertas yang ditulis, diremes-remes, dan dibuang ke lantai. Bersama banyak kertas karya gagal lainnya. Itu waktu jaman mesin ketik masih berjaya. Kalau sekarang entah hanya ekspresi si tokoh atau menekan delete di keyboard. Ada juga yang ngumpet di rumah gak keluar-keluar, takut ketemu penerbitnya. Intinya nulis itu terkesan gak gampang.</p>
<p>Masa sih? Ya gak tau juga. Toh buktinya banyak blogger yang akhirnya menulis buku. Bahkan ada yang beruntung difilmkan. Yang pasti saya bisa merasakan kalau menulis itu bisa dilatih. Makin banyak kita menulis, makin baik mestinya gaya penulisan kita. Bukan saya mau bilang tulisan saya menarik. Tapi saya merasakan makin mudah menuangkan ide ke tulisan. Soal tulisan saya makin bagus atau enggak itu lain soal. Tapi saya mulai merasa bisa mengontrol emosi, jadi tulisan saya tidak lagi sekedar ungkapan kekesalan hati. Menambahkan sedikit bumbu disana-sini juga sudah mulai terbiasa.</p>
<p>Saya pernah dengar cerita soal Komeng. Tau kan Komeng itu bisa dibilang rajanya pelesetan di Indonesia? Katanya itu dilatih. Lho, dilatih gimana? Tiap hari ia meluangkan waktu untuk melatih kosa katanya. Jadi ada satu staffnya yang melontarkan satu kata, dan segera disambut dengan komentar dia. Contoh yang saya dengar waktu itu, kata ban. Komeng akan menyambut (misalnya juga) &#8216;muka lo ledek kaya ban bekas!&#8217;. Lalu dilontarkan kata lain yang langsung disambut lagi olehnya. Entah itu betul atau tidak.</p>
<p>Latihan menulis dengan tantangan seperti itu rasanya bagus juga. Tapi latihan buat ngeblog tentu beda. Apa yang anda rasakan hari ini? Bisakah anda menuliskannya di blog? Atau mungkin kita bisa nyoba ikutan kuis seperti yang diadakan <a href="www.navinot.com/kontes-navinot-2009" target="_blank">Navinot</a>. Menurut saya kuis seperti ini cukup seru untuk latihan ngeblog. Ada tantangan untuk membahas topik yang diulas. Cobalah iseng-iseng diikuti. Selain melatih kemampuan &#8216;berpikir kritis&#8217; (pesan utama dari kontes itu) hadiahnya juga lumayan <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Kalau enggak, ikutan <a href="http://tentangcad.com/2009/03/kontes-review-tentangcad/" target="_blank">kontes review di blog saya</a> juga boleh (nebeng promo ya Man <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Tantang diri kita untuk menulis, bahkan untuk hal yang belum kita tahu. Akan ada rasa penasaran dan ingin belajar, supaya terkesan cerdas dan sukur-sukur bisa dapat hadiah utama. Pemikiran anda akan berkembang.</p>
<p>Ngeblog punya keuntungan lebih daripada anda langsung nyoba nulis buku. Kalau nulis buku, kita harus nulis satu buku penuh dan dikirim ke penerbit. Meski untuk buku non-fiksi kita cukup mengirimkan daftar isi atau outline-nya saja&#8230; Kalau tulisan anda dianggap cukup bagus dan menjual, buku anda diterbitkan. Kalau tidak? Kebanyakan penolakan hanya alasan ringkas tanpa dapat membantu anda memperbaiki tulisan anda. Kalau sudah mencoba ke beberapa penerbit, rasa putus asa akan mulai melanda.</p>
<p>Dengan ngeblog, paling enggak kita akan berlatih menulis dulu. Berbeda dengan menulis untuk buku, ngeblog akan memancing komentar. Memberikan ide baru, kritik dan saran perbaikan, dan hal-hal lain yang tidak akan anda dapat dari selembar kertas &#8216;jawaban default&#8217; dari penerbit.</p>
<p>Mungkin kita gak akan jadi penulis. Tapi menulis kan tidak hanya untuk penulis saja. Atau malah mungkin saja kita belum pensiun sudah ditawari menulis buku dan malah bisa pensiun dini <img src='http://www.ayongeblog.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pengen berlatih menulis? Mulai ngeblog yuk!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/05/08/latihan-nulis-dengan-ngeblog-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogger Membuat Dunia Jadi Lebih Baik!</title>
		<link>http://www.ayongeblog.com/2009/03/05/blogger-membuat-dunia-jadi-lebih-baik/</link>
		<comments>http://www.ayongeblog.com/2009/03/05/blogger-membuat-dunia-jadi-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 01:55:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Express tools]]></category>
		<category><![CDATA[Layout]]></category>
		<category><![CDATA[Paper Space]]></category>
		<category><![CDATA[Produktifitas AutoCAD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ayongeblog.com/2009/03/05/blogger-membuat-dunia-jadi-lebih-baik/</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak tahu persis berapa banyak jumlah blogger di dunia, atau di Indonesia. Entah berapa banyak pula jumlah posting baru yang dibuat seluruh blogger tersebut. Tapi saya yakin banyak. Ratusan ribu posting rasanya jumlah yang masuk akal. Artinya, arus informasi, tutorial, opini dari para blogger ini mengalir sangat deras. Mungkin lebih deras dari media utama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak tahu persis berapa banyak jumlah blogger di dunia, atau di Indonesia. Entah berapa banyak pula jumlah posting baru yang dibuat seluruh blogger tersebut. Tapi saya yakin banyak. Ratusan ribu posting rasanya jumlah yang masuk akal. Artinya, arus informasi, tutorial, opini dari para blogger ini mengalir sangat deras. Mungkin lebih deras dari media utama online. Dan tentunya lebih deras dari media cetak. Misalnya layanan microblogging Twitter, <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/01/16/154852/1069625/398/twitter-kalahkan-media-besar-laporkan-pesawat-jatuh" target="_blank">mengalahkan media utama saat pemberitaan pesawat jatuh</a>. <a href="http://tentangit.com/2009/02/yang-muda-yang-online/" target="_blank">Semakin banyaknya pengguna ponsel dengan koneksi internet</a> memungkinkan anda mengupdate status, mengupload foto, dan membuat posting pendek (atau panjang jika cukup tabah).</p>
<p>Saya gak ingat persis pernah baca di mana. Tapi kecenderungan pengguna internet sekarang juga sudah bergeser. Tidak lagi melulu membaca situs berita dan informasi dari media utama. Tapi juga jejaring sosial, blog, dan microblogging. Membaca status teman di Facebook lebih menarik hati ketimbang membaca berita politikus kena tangkap KPK. Berita baru, tapi basi. Berita teman yang menulis status &#8216;<span class="status_body">waktunya untuk nyicil benerin mobil nih.. (kebangetan banyak rusaknya ;p)&#8217; lebih ditunggu. Media cetak yang sudah berguguran, bisa disusul oleh media online karena pangsa pasarnya beralih. Kita tahu mereka hidup dari iklan. Kalau iklannya makin dikit yang lihat, tentu bikin deg-deg plas juga.</span></p>
<p> <span id="more-562"></span>
<p>Buku juga setali tiga uang. Siapa yang mau mengeluarkan uang untuk membaca beberapa halaman yang dibutuhkan saja? Saya butuh info tutorial WordPress misalnya. Saya beli buku WordPress, dan ternyata hanya beberapa halaman yang saya belum tahu. Untuk apa? Berbagai blog banyak membahas tutorial WordPress. Dari basic sampai advanced. Informasi itu tersedia gratis di internet, oleh para blogger, dan seringkali infonya mengalahkan kualitas tulisan di buku-buku yang tidak gratis.</p>
<p>Kalau bicara market, saya gak bisa ngomong banyak. Setiap orang pasti punya selera yang berbeda dalam memperoleh informasi. Saya sudah meninggalkan berlangganan koran sejak bertahun-tahun yll. Karena datangnya lebih sering saat saya sudah berangkat ke kantor. Membaca koran di sore hari rasanya sudah tidak masuk akal, kecuali gratis. Tapi mungkin masih ada yang membelinya dijalan, membaca di belakang mobil, sementara sang supir berjuang dikemacetan lalu lintas. Ada yang lebih suka mengintip media online di komputer kantor setiap selang waktu tertentu, disela-sela waktu luang, atau <a href="http://tentangit.com/2008/09/hari-gini-belum-memanfaatkan-rss/" target="_blank">melalui RSS</a>. Ada lagi yang membaca berita melalui ponsel. Sebagian masih setia membaca buku untuk belajar, sebagian lainnya belajar sendiri, mengikuti forum, atau mencari tutorial di internet.</p>
<p>Yang pasti, media cetak ataupun online tidak lagi berjalan sendiri. Entah koran, tabloid, atau buku. Mereka sekarang punya pesaing: para blogger. Banyak blogger yang mutu tulisannya di atas media utama. Seorang wartawan senior yang punya kolom sendiri, kalau hanya menulis opini pribadi yang nyinyir dan menyerang pihak tertentu, rasanya tidak lagi relevan. Banyak blogger yang menulis dengan elegan.</p>
<p>Mereka harus mulai memperbaiki kualitas tulisannya, membuat inovasi baru, dan harus menemukan cara untuk menjualnya dengan harga murah. Koran gratis sudah tidak asing lagi. Kalau tidak, siap-siap saja gulung tikar. Yang diuntungkan tentu kita semua. Dapat informasi bermutu dan murah. Kualitas tulisan juga harus lebih baik, tidak sekedar memburu sensasi. Saya berharap kelak televisi juga dapat saingan sepadan seperti media utama vs blogger sekarang. Supaya sinetron dan acara gosip yang tidak bermutu bisa berkurang atau bahkan hilang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ayongeblog.com/2009/03/05/blogger-membuat-dunia-jadi-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

