Menulislah untuk Pembaca, bukan Mesin Pencari!

Saya datang terlambat. Training ini memang diadakan dari pagi, tapi saya sendiri baru pagi berangkat dari Jakarta. Alhasil saya baru masuk ke ruang training jam 10. Tapi tak apa, toh training untuk technical update ini pagi-pagi paling baru menginstall software dan mengkopi data latihan. Si instruktur mengangguk, saya memang sudah kenal dia cukup lama meski jarang ketemu. Dia kembali meneruskan instruksinya pada peserta lain.

Tak lama berselang, sewaktu akan break ia memotong training sejenak dan memperkenalkan saya.

“one who just join us is Edwin. He is an AE from our partner in Indonesia. He is a Revit expert… and also MicroStation expert…”

Well, itu tidak sepenuhnya benar, karena saya tahu banyak expert yang lebih menonjol di Indonesia, apalagi di Asia Tenggara. Tapi lalu ia membuka blog saya!

“I understand that many of you are new in this area. His blog is a good start for you to learn. And if your customers curious about Revit, you can also refer to his blog.”

Wow… saya gak tau kalau principle software yang saya tulis, mengikuti blog saya. Apalagi merekomendasikannya!

Sewaktu break, saya juga mendapatkan sambutan yang cukup menyenangkan.

“That’s why you look familiar. When I saw you enter the room, I thought I met you somewhere before…”

“I subscribed to your blog…!”

Dan beberapa tanggapan hangat lainnya.

Bagaimana teman-teman mengukur kesuksesan blog yang dimiliki? Sebagai blogger, kadang kita terlalu sibuk mengurusi statistik pengunjung, pagerank, alexa rank, pendapatan dari Adsense, Chitika, affiliasi Amazon, e-book atau berbagai hal lain yang kita anggap sebagai metrics. Blog memang ada di dunia maya. Karena itu wajar kalau kita mengukur performancenya dengan membandingkannya dengan fasilitas yang ada di dunia maya pula.

Namun kita perlu ingat, yang membaca blog adalah orang sungguhan. Meski mungkin efeknya tidaklah sedahsyat traffic dari Google search, tapi rekomendasi dari orang lebih personal. Orang yang menemukan blog kita dari Google mungkin hanya akan membaca sekali itu. Namun belum tentu akan kembali ke blog kita lagi. Rekomendasi dari teman akan lebih mengena, dan sangat mungkin akan menjadi pembaca setia blog kita. Misalkan teman-teman hendak menonton film, siapakah yang lebih teman-teman percaya? Rekomendasi teman atau dari Google search?

Menulislah untuk orang, karena yang akan membaca adalah orang sungguhan, bukan Google bot yang akan memeringkat situs teman-teman di hasil pencarian. Seandainya waktu itu saya menulis blog untuk mengejar peringkat Google, copas dari berbagai sumber, rasanya tanggapan mereka yang bertemu saya waktu itu akan berbeda. Setuju?

42 Responses to “Menulislah untuk Pembaca, bukan Mesin Pencari!”

  1. 6 September 2010 at 9:32 #

    Salam kenal Edo. Tulisan yang bagus dan menginspirasi. Benar juga yang Anda katakan bahwa kita menulis adalah untuk dibaca orang dan bukan oleh mesin pencari. Tulisan yang indah dan menyadarkan saya akan aspek lain dari ngeblog. Good job !

  2. 20 December 2010 at 8:59 #

    tapi menulis yang jelas butuh usaha dan kerja keras…

  3. 29 January 2011 at 9:22 #

    setuju banget mas. saya lagi belajar ngeblog nih. tapi baru cerita sehari hari. pengalaman hidup. seharus nya kedepan saya harus buat blog yang lebih bermanfaat seperti blog mas

  4. 5 May 2011 at 14:13 #

    Kalau bisa jalan beriringan sih, dari segi Mesin pencarian bagus, tapi jangan lupa pure content blog yang berkualita, karena akhir akhir ini marak spam blogger yang hanya memanfaatkan agc dari search engine.

  5. 21 May 2011 at 15:53 #

    setuju banget..

  6. 9 June 2011 at 10:00 #

    terima kasih atas tulisan yang menyemangati saya ini,
    salam kenal, saya buat blog baru, yang rencananya saya pakai full non-komersil, murni tulisan saya..
    mohon dukungannya..

  7. 26 June 2011 at 13:34 #

    hehehe, mantap, saya juga sempat berfikir begitu, updating blog dan menulis di blog niatnya agar posisi di search engine bagus, baru sadar ternyata itu hanya sebgian kecil dari manfaat menulis di blog yang saya rasakan. yang paling siginifikan adalah manfaat ke diri sendiri…

  8. 12 July 2011 at 1:58 #

    Saya jadi sadar selama ini menulis untuk gogel,,, Terima kasih atas tulisannya,,, sangat menginspirasi, salam blogger :)

  9. 21 July 2011 at 8:52 #

    setuju gan..mari budayakan membaca dan menulis sejak dini,saling berbagi akan lebih bermanfaat daripada hanya disimpan sendiri pengetahuan yang ada :)

  10. 24 July 2011 at 23:09 #

    saya suka artikel nya yang ini mas,,,
    coz yang saya liat ngeblog iu cuma nyari duit atau gak nyari terkenal aja didunia maya,,malah banyak saya jumpai demi ketenaran and trafic yang bagus,,artikel nya sendiri cuma bisa copas,,,
    saya sendiri baru belajar ngeblog karensaya seneng dunia komputer walau sekedar orang yang baru bisa ngintal windows,,,wkwkkwkw…
    tapi saya bangga,,,gak nyontek artikel orang ,,,saya posting artikel yang saya gunakan and pengalaman saya dengan komputer,,,

    thank mas artikel nya bagus ,,,,,,

  11. 12 August 2011 at 10:08 #

    menulis dalam blog yang sebenarnya merupakan ungkapan batinniah blogger tersebut, yang merupakan gambaran seseorang atas dasar apa yang dilihat, dinegar dan dirasakan dan mungkin juga berbentuk informasi yang berguna bagi pembaca itu sendiri, ada juga berbentuk suatu kekecewaan atas suatu kejadian yang menurut penulis itu sendiri ada yang tidak benar. sedangkan mesin pencari itu bertujuan untuk memudahkan pencarian tofik atau situs yang diinginkan.

  12. 16 August 2011 at 13:49 #

    Artikel yang sangat bagus mas,,,thank’s

  13. 27 August 2011 at 22:55 #

    Logika yang bisa diterima kak, padahal saya mulai akan menulis untuk seacrh enggine untuk salah satu blog yang saya tujukan untuk profit

  14. 26 September 2011 at 22:04 #

    kalo personal blog? pembaca dari bagian mana yang menerima sajian blog personal tersebut?

  15. 29 September 2011 at 12:57 #

    wah, ini bner2 menginspirasi buat saya! Thank’s!

  16. 13 October 2011 at 8:09 #

    sangat inspiratif, terimakasih mas edo, memang benar sekali, pernah ada seorang teman yang menyampaikan juga kepada saya bahwa menulis juga soal bagaimana kita dapat mengajak orang lain memahami apa yang kita tulis..
    terimakasih mas..:)

  17. 29 November 2011 at 1:52 #

    Blog luar biasa, inspirator, motivator dan mengarahkan blogger ke jalan yang benar.,
    thank sudah mengingatkan.,

  18. 29 January 2012 at 23:36 #

    artikel ini sungguh hebat, seharusnya orang diluar sana baca postingan ini. biar mereka tahu, ngeblog itu bukan untuk uang atau terkenal. itu hal nomor 2. yang utama adalah kepuasan. kepuasan akan informasi yang tersampaikan. walaupun hanya uneg-uneg atau dianggap junk. ga masalah.
    terima kasih mas edo buat sarannya

  19. 1 February 2012 at 13:37 #

    Ya, saya setuju dengan apa yang diuraikan. Memang sebaiknya begitu, tidak hanya mementingkan page rank atau search engine. Lebih memikirkan materi artikel ketimbang panda piaran Google. Salam kenal dan salam sukses.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pelajaran etika ngeblog dari tayangan tv di bulan Ramadhan | Ayo ngeBlog! - 8 August 2011

    [...] semua tulisan di blog anda supaya memenuhi panduan SEO yang baru? Kenapa kita tidak mulai saja menulis untuk pembaca, dan biarkan mereka [...]

  2. Pelajaran dari tayangan tv di bulan Ramadhan | Ayo ngeBlog! - 8 August 2011

    [...] semua tulisan di blog anda supaya memenuhi panduan SEO yang baru? Kenapa kita tidak mulai saja menulis untuk pembaca, dan biarkan mereka [...]

Leave a Comment