Dwiki Setiyawan: Tanpa Banyak Membaca, Berhentilah Anda Jadi Blogger!

Pengantar Ayo ngeBlog!

Hati-hati, tulisan mas Dwiki yang ini sangat provokatif! Menyinggung semua blogger yang suka copy paste, membuat konten pornografi, untuk ‘mendewakan’ SEO dan AdSense. Menurut mas Dwiki, hakikat utama ngeblog adalah tentang intelektualitas, tidak ada yang dibuat dengan instan. Dan intelektualitas itu ditunjukkan dengan seberapa banyak kita membaca untuk memperluas wawasan kita. Dengan membaca, kita punya bahan untuk menulis, betul kan?

Selamat membaca!

Ini adalah tulisan dari blogger tamu Ayo ngeBlog!: Dwiki Setiyawan. Ingin mengirim artikel ke Ayo ngeBlog? kirim saja ke ilmanakbar[at]gmail.com

Tanpa Banyak Membaca, Berhentilah Anda Jadi Blogger!, oleh Dwiki Setiyawan

Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk ‘mengejek’ pembaca yang berniat menjadi blogger. Apalagi menggurui pembaca. Cukuplah bahwa judul postingan ini untuk diri saya sendiri agar lebih terpacu menulis di blog ini. Menggurui pun untuk diri pribadi, bukan untuk pembaca yang tidak perlu digurui.

Oya. Siapkan teh hangat atau kopi panas disertai ‘nyamilan’ seperlunya di samping meja anda nge-net  sebelum melanjutkan baca postingan ini.

Kita tentu mengharapkan dunia blog di Indonesia saat ini lebih berkembang dan maju seperti halnya blog-blog yang muncul, misalnya di Amerika Serikat. Kalau bukan Amerika Serikat, tak usah jauh-jauhlah, cukup disekitar Negara Asia Tenggara, misalnya, Malaysia. Perbedaannya cukup signifikan! Tak usah saya sebutkan blog-blog itu, namun pembaca bisa menelusuri dengan mengetik “key word” seperti Top Blogs in English Language di mesin pencarian.

Iseng-iseng saya membuka Top Blogs atau Top Posts yang dilansir WordPress (WP) dalam bahasa Indonesia. Ini hanya sekedar contoh. Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada sebagian para blogger di WP, kalaulah boleh memberi masukan: perbanyaklah kembali membaca (buku). Sehingga yang muncul bukanlah postingan-postingan yang sekadar “copy paste” dari situs atau blog lain.

Dari seratus blog top atau postingan top di WP itu, mungkin hanya puluhan saja yang benar-benar lahir dari akumulasi pendalaman fenomena dan realitas serta pengkayaan aktivitas membaca. Selebihnya latah atau ikut-ikutan tren yang terjadi. Berita arus utama mempublikasi ‘Ponari dan Batu Ajaibnya’, blog-blog juga  ngikuti. Dan seterusnya. Mungkin ini lantaran hanya untuk mengejar  SEO, agar lalu lintas pengunjung blog bertambah.

Tapi untuk apa? Jikalau diri kita hanya jadi ‘foto copy’ dari orang lain. Bermanfaat jangka pendek, namun bukan untuk peningkatan kapasitas diri di jangka panjang! Pembaca mungkin ada yang berdalih, agar postingan-postingannya bisa suatu waktu di bukukan atau diterbitkan. Siapa yang mau menerbitkan “junk posts” semacam itu?

Malahan yang nangkring di Top One BOTD WP berbulan-bulan selama saya nge-blog, maaf ya,  adalah blog yang postingan utamanya tentang ‘lowongan kerja’. Sekalipun ini bisa dimaklumi, namun sepertinya saya juga kurang sreg oleh pemeringkatan seperti ini.

Yang di WP itu belum seberapa, kalau kita telusuri lebih lanjut di dunia maya, barangkali postingan-postingan dan turunannya berupa gambar atau video bernada cabul, porno dan sejenisnya jumlahnya mungkin kalau di peringkat di seluruh dunia, Indonesia minimal masuk 10 besar. Bukannya saya sok suci dan tidak suka gambar-gambar atau video syur itu, hanya fenomena situs dan blog kategori xxx ini sudah terlalu.

Hanya demi untuk mengejar pemasukan dari Google Adsense, segala tipu daya dan cara digunakan. Apakah tidak ada metode yang elegan dan mencerahkan selain cara semacam itu? Nanti di postingan selanjutnya akan kami kemukakan tip-tip mencari pemasukan yang lebih elegan dan ‘intelek’ melalui aktivitas nge-blog.

Blogger Chappy Hakim, dalam Kopdar I Kompasiana beberapa waktu lalu mengemukakan bahwa membaca (buku) merupakan prasyarat seorang blogger bisa rutin menuangkan gagasannya melalui tulisan. Itu dalil lama yang tetap berlaku kapanpun dan dimanapun seseorang blogger (atau calon blogger) berada.

Dengan membaca,  banyak ilmu dan pengalaman (orang lain) diserap. Pada gilirannya pengetahuan itu membentuk “pola pikir” untuk merespon suatu fenomena dan masalah. Semakin banyak membaca, semakin cepat pula seseorang mampu menanggapi fenomena dan masalah. Sekaligus cepat mencari jalan keluar dan solusi-solusi jitunya.

Demikian pula di Blog. Semakin para blogger memperkaya khazanah intelektualnya salah satunya dengan membaca, maka postingan-postingan yang muncul sekalipun menyorot soal yang sama namun sudut pandang dan pendalaman atas soal itu akan berbeda satu sama lain dan berbobot mutunya. Apalagi bila postingan berbeda denga postingan blogger lain.

Posting bermutu itu tidak bisa dihasilkan oleh proses instan, sekonyong-konyong dan sekejap mata. Melainkan atas dasar rentang pengalaman dan kesukaan membaca.

Tanpa itu, mulai sekarang berhentilah anda jadi blogger!

Catatan: postingan ini pernah dimuat di blog Grup Harian KOMPAS Kompasiana pada 2 Maret 2009 dengan judul yang sama.

Popularity: 5% [?]

Related posts:

  1. Dwiki Setiyawan: Menulis itu Ibarat Koki Memasak
  2. Ini Dia, 3 Besar Blog yang Paling Banyak Me-Refer ke Ayo ngeBlog!
  3. Blogger Membuat Dunia Jadi Lebih Baik!
  4. Amril T. Gobel: Jadi Blogger Itu Membahagiakan…
Gagas Roman Indonesia

About the Author

Ngeblog sejak April 2006, lalu bikin Ayo ngeBlog! pada tahun 2007. Alhamdulillah banyak yang bantuin hingga Ayo ngeBlog! bisa jadi seperti sekarang. Juga Co-founder, Owner, dan Vice President Director di Tunas Univindo Mandiri (Univind), perusahaan web konsultan yang berbasis di Depok. Follow twitternya @ilmanakbar. Blog pribadinya ada di ilmanakbar.dagdigdug.com.