Jangan Terlena Dengan 140 Karakter, Kembangkanlah!

Tulisan singkat ini berangkat dari dua hal :

1.Semakin maraknya fenomena microblogging

2.Publisitas menunjukkan eksistensi

Poin nomor 1 mungkin sudah sangat sering dibahas di berbagai blog, seperti yang pernah ditulis di sini, dalam tulisan ini dan postingan ini namun saya rasa ini tetap menarik untuk kita bahas. Sangat unik, mengingat fasilitas mengisi status dengan 140 karakter ini bisa begitu menyita perhatian, baik pemilik akun maupun jagat dunia online khususnya, bahkan mungkin offline. Berita Michael Jackson, sengketa Iran, Mbah Surip dan Gempa Tasikmalaya merupakan beberapa contoh tranding topics di Twitter yang kemudian menyebar dengan cepat dan akhirnya diketahui oleh masyarakat luas.

Poin nomor 2 sebenarnya merupakan hasil obrolan saya dengan seorang kawan beberapa waktu lalu, sedikit bersinggungan dengan nomor 1. Melihat begitu getolnya kawan-kawan mengupdate status mereka di facebook, twitter atau di jejaring sosial lainnya menimbulkan sebuah pertanyaan tersendiri bagi saya secara pribadi. Sebenarnya tidak menjadi masalah kala status yang bermunculan adalah hal yang informatif, namun sepertinya justru menjadi ajang curhat pribadi di dunia online, memaki-maki, bergunjing dan lain-lain yang sebenarnya tidak terlalu perlu. Maka dari itu semua muncul sebuah kesimpulan bahwa semakin sering seseorang mengupdate status, eksistensinya akan nampak. Yaa, paling tidak orang terdekatnya tahu bahwa dia ada dimana, sedang apa, apakah moodnya sedang bagus atau jelek.

Kalaulah tulisan ini lebih banyak kandungan opininya mohon dimaafkan, namun ada hal penting yang sekiranya tidak boleh kita lupakan. Hal itu berkaitan dengan judul di atas, bahwa fasilitas update status yang marak di beberapa jejaring sosial akhir-akhir ini melenakan kita, para blogger yang dulu mungkin sanggup menulis panjang namun karena kehadiran microblogging ini bisa jadi membuat kita terlena. Karena dulu sebuah gagasan atau ide bisa kita tulis berparagraf-paragraf, kini cukup kita tulis satu atau dua kalimat saja (yang penting maksud tersampaikan, begitu barangkali). Pak Jonru pernah pula menuliskan terlenanya para blogger karena microblogging ini dalam tulisannya.

Bukan berarti mengisi status ataupun ber-microblogging itu jelek, tentu ada manfaat yang barangkali kita belum tahu, sehingga kebanyakan hanya digunakan sekedar mengisi status. Sayang bukan, kalau status yang kita isi hanya sekedar untuk curhat habis-habisan, memaki-maki, bercanda yang kurang perlu, bergunjing dan lain-lain yang menjurus hal-hal negatif? Kenapa tidak anda kembangkan saja status anda tersebut? Mengembangkan di sini artinya jangan dibiarkan status anda tersebut berhenti tanpa ada pembahasan lebih lanjut, misalnya anda baru saja menghadiri sebuah konser musik dan anda kecewa dengan suguhannya, biasanya kebanyakan orang akan mengisi status dengan “Wah konser yang mengecewakan!” dan kalimat-kalimat sebangsanya. Nah, daripada hanya berhenti pada satu kalimat seperti itu, kembangkan saja kalimat tersebut menjadi satu, dua, tiga paragraf dan seterusnya. Anda bisa tuliskan apa yang membuat anda kecewa dengan konser tersebut, apakah itu musisinya, tata panggung, sound system dan lain-lain. Kalau sudah jadi bukankah akan menjadi ulasan konser yang lebih lengkap? :)

Proses pengembangan tersebut bisa diistilahkan juga pengembangan ide untuk menulis, anggap saja status anda tersebut adalah ide tulisan yang masih mentah atau kerangka poin pertama dan tugas anda adalah mengembangkannya. Dengan pengembangan ide ini pula maka kegiatan ngeblog kita tetap berjalan, blog tetap terupdate dengan tulisan-tulisan terbaru dari anda sehingga microblogging ini bisa menjadi pendukung kegiatan ngeblog anda dalam hal penuangan ide ke dalam tulisan.

Sekedar informasi, poin 2 sebenarnya juga merupakan status saya yang saya update beberapa hari lalu dan saya kembangkan menjadi tulisan ini :) , semoga bermanfaat dan tidak bosan untuk ngeblog. Ayo ngeBlog!

Popularity: 3% [?]

Related posts:

  1. Bercuit-cuit dengan Twitter
  2. Jangan Berpikir Tulisanmu Akan Dibaca Orang dan Teruslah Menulis
  3. Ditolak Adsense dan Paid Review, Jangan Putus Asa!
  4. Blog, Media dengan Status Unik dan Segmen Pembaca
Gagas Roman Indonesia

About the Author

Blogger pecinta musik jazz yang baru saja lulus kuliah dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang. Saat ini bekerja sebagai jurnalis lepas, sebelum melanjutkan kuliah lagi. Blognya bisa dikunjungi di ekajazzlover.wordpress.com twitternya bisa diikuti di @eka_nugraha