Kode Etik Blogger, Perlukah? (Obrolan Di Pesta Blogger 2009 Malang)

Apa yang akan saya tuliskan kali ini tentang Pesta Blogger Malang 28 Juli lalu sebenarnya lebih bersifat notulensi saja. Pertama karena memang saya hanya hadir di Pesta Blogger saat sesi siang, saya tidak hadir pada sesi pertama di pagi hari (karena memang menurut Mas Sandy saat saya kontak sesi pertama tutorial blogging hanya untuk yang belum punya blog) dan sesi malam hari berupa gathering bersama komunitas Blogger Ngalam dan Panitia Pesta Blogger 2009 karena sore harinya saya pulang ke kampung halaman. Kedua, sesi siang hari ini memang berbentuk diskusi bersama Panitia Pesta Blogger 2009, yang dikomandoi Iman Brontoseno dan Komunitas Blogger Ngalam, atas dasar itu saya coba merekamnya dalam bentuk notulensi singkat, mudah-mudahan tidak mengurangi minat teman-teman tentang Pesta Blogger ini dan tetap bermanfaat. Berikut notulensi bebasnya :

Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, Pesta Blogger 2009 yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Malang ini secara formal dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama, Tutorial Blogging dilaksanakan sejak pukul 09:30-12:00 WIB, pukul 12:00-13:00 WIB adalah waktu untuk istirahat dan makan siang. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dari pukul 13:00-15:00 WIB. Pada sesi inilah saya hadir, bertempat di ruang 3B lantai 3 laboratorium komputer kampus III Universitas Muhammadiyah Malang. Diskusi ini dipimpin langsung oleh Chairman Pesta Blogger 2009 Iman Brontoseno dengan topik yang menurut saya masih akan sangat panjang dibahas sampai Pesta Blogger beberapa tahun ke depan, yakni kode etik (Kecuali kalau sudah ada kode etik ya diskusinya tidak akan seputar itu lagi hehe).

Mas Iman mengawali diskusi ini dengan menyampaikan bahwa selama ini masih menjadi perdebatan panjang antara sesama blogger perlu tidaknya kode etik ini. Mereka yang mengatakan perlu, beralasan bahwa kode etik dapat melindungi blogger sendiri sementara yang tidak, beralasan karena blogger bukan profesi dan tidak memiliki institusi formal. Mas Iman yang siang itu mengenakan kaos panitia Pesta Blogger 2009 dipadu dengan kemeja warna biru terang yang tidak dikancingkan melanjutkan bahwa tidak adanya kode etik bukan berarti blogger tidak punya kekuatan, karena blogger meskipun bukan sebuah profesi dan tidak dinaungi sebuah institusi namun punya solidaritas yang kuat (Hal ini berbeda dengan di Amerika yang seperti diceritakan Mas Iman, mereka tidak mengenal istilah kopi darat seperti di Indonesia, sesame blogger tidak tergabung dalam sebuah komunitas), dipertegas lagi dengan catatan bahwa ketika ada blogger yang tersandung masalah semuanya siap membantu. Contoh terbaru adalah yang dialami Prita, meskipun bukan seorang blogger namun menurut pria bersuara bas ini keputusan dibebaskannya Prita tidak lepas dari dukungan para blogger (Sayang Ibu ini kembali diuji, semoga bisa segera bebas).

Pria berkacamata ini menambahkan contoh lain yang dialaminya sendiri, ketika postingannya tentang Soekarno diplagiat oleh seorang penulis dalam bukunya, masalah ini dibawa ke jalur hukum dan penulis itu terbukti bersalah. Nah menurut Mas Iman, ia justru mengetahui kalau tulisannya diplagiat dari rekan bloggernya di Makassar, di sinilah menurutnya kekuatan solidaritas para blogger. Kalau Chairman Pesta Blogger 2009 lebih bersikap “tengah” dalam diskusi kode etik blogger ini, Sandynata, pentolan Komunitas Blogger Ngalam justru lebih tegas dengan menyatakan bahwa kode etik blogger belum perlu untuk diterapkan, khususnya untuk Komunitas Blogger Ngalam sendiri. Saya sendiri sepakat dengan argument Mas Sandy ketika ia mengungkapkan bahwa cukuplah kita merujuk pada etika universal seperti menulis jangan huruf kapital semua, kalau mengutip cantumkan sumber, mengambil foto cantumkan juga sumbernya. Kyai Slamet, juga dari Blogger Ngalam yang mendampingi Mas Sandy juga menambahkan bahwa selama ini di Blogger Ngalam sendiri tidak ada kode etik, menurutnya dalam masalah etika blogger bisa menjadi korban atau pelaku, tinggal dikembalikan pada pribadi masing-masing.

suasana diskusi, mas2 berdua itu serius amat :)

Sesi tanya jawab yang disediakan cukup hangat, kebanyakan yang bertanya adalah mereka yang menjadi peserta tutorial blogging di sesi pagi hari, pertanyaannya seputar Blogger Ngalam itu seperti apa, ada pula yang menanyakan mengapa tidak mengirim ke media cetak saja dan ditaruh di blog padahal resiko diplagiat lebih tinggi (dijawab Mas Iman karena mengirim ke media cetak lebih sulit yang ditambahkan Kyai Slamet bahwa kalau tulisan kita diplagiat mestinya kita bangga, karena berarti tulisan kita bagus hehe). Namun dari beberapa pertanyaan peserta ada beberapa hal yang menurut saya cukup menarik seperti pertanyaan adakah sistem keamanan dalam blog? Mas Iman menjawab bahwa tidak ada sistem keamanan khusus di blog, kita juga tahu bahwa di internet sebuah informasi bisa berkembang sangat cepat dan bebas dikonsumsi siapa saja. Namun tetap kita jangan lupakan etika universal. Jawaban senada juga bisa dialamatkan pada pertanyaan tentang hak paten blog, selain itu menurut Mas Iman sejauh ini memang tidak ada dan belum diperlukan blogger mendaftarkan karyanya di blog, Kyai Slamet juga mengamini dengan menyatakan bahwa itu semua kembali ke moral pribadi masing-masing.

lumayan sesak tapi seru, yang tampak belakang itu mas iman brontoseno

Beragam masalah mengenai plagiat karya blogger, pencemaran nama baik karena sebuah tulisan di blog dan lain-lain menurut Mas Iman jangan menjadikan kita semua takut untuk menjadi blogger baik yang pemula maupun yang sedang menjadi blogger, apalagi saat ini citizen journalism sedang marak dan blogger bisa menjadi bagian dari itu. Diskusi ini berakhir sekitar pukul 15:00 WIB, tentunya belum dapat ditemukan kesimpulan tentang perlu tidaknya kode etik blogger karena memang pembahasan ini tidak akan cukup dalam waktu 2 jam saja. Namun dapat ditarik kesimpulan bahwa kita, blogger Indonesia punya kekuatan solidaritas yang tinggi sehingga ketika salah seorang di antara kita tersandung masalah, atau ada isu hangat terkait dunia maya blogger Indonesia siap mendukung dan mengawalnya, jangan pernah takut ngeblog. Ayo Ngeblog!

Notes : Foto-foto di atas, saya ambil dari blognya mas sandynata cerita lengkap seputar pesta blogger di Malang juga bisa dilihat di sana, termasuk sesi gathering malam harinya :)

Popularity: 3% [?]

Related posts:

  1. Sedikit Laporan dari Pesta Blogger 2009
  2. Selamat Datang, Pesta Blogger 2009!
  3. Selamat Datang Pesta Blogger 2009
  4. Catatan Pesta Blogger 2009
  5. Mau Janjian Ketemu di Pesta Blogger?
Gagas Roman Indonesia

About the Author

Blogger pecinta musik jazz yang baru saja lulus kuliah dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang. Saat ini bekerja sebagai jurnalis lepas, sebelum melanjutkan kuliah lagi. Blognya bisa dikunjungi di ekajazzlover.wordpress.com twitternya bisa diikuti di @eka_nugraha