Citizen Journalism ala Workshop Blogger VHR Media dan SEACEM

Sebuah kesempatan berharga dan langka saya dapatkan sekitar 2 minggu yang lalu, dimana saya terpilih menjadi salah satu peserta workshop blogger yang diadakan di Jakarta 24-25 Juni 2009 hasil kerjasama VHR Media dan SEACEM. Pelaksanaan workshop selama 2 hari ini berlangsung di Hotel Sofyan Tebet, saya katakan berharga dan langka karena ini adalah pertama kalinya saya mengikuti workshop blogger secara khusus dengan trainer yang kompeten pula. Pengalaman saya selama 2 hari workshop akan saya bagikan dalam catatan berikut ini, saya sarikan beberapa hal yang penting untuk sama-sama kita pelajari. Materi workshop blogger ini meliputi Video Jurnalistik, Penulisan Kreatif dalam Perspektif HAM, Online Marketing dan Twittering On Citizen Journalism. Berikut ulasan dan ringkasan materinya :

Hari 1 :

Saya tiba di Hotel Sofyan pukul 12:15 WIB setelah menempuh perjalanan Malang-Jakarta dengan kereta api Gajayana dan tiba di stasiun Gambir pukul 8:45 WIB. Setelah tiba di hotel dan menemui Mbak Yanti dan Mbak Dhiah dari VHR Media serta berkenalan dengan Mas Pry yang kemudian menjadi teman sekamar saya, saya check in ke kamar dan melakukan santap siang. Di sela-sela obrolan dengan Mas Pry dan Mbak Yanti sambil makan siang dating kemudian beberapa peserta seperti Mbak Memed dari Jogja, Mbak Wiwik juga dari Jogja namun sudah lama bekerja di Jakarta kemudian Mbak Dita dan beberapa peserta lainnya yang saya belum sempat berkenalan.

Sekitar pukul 13:50 dimulailah sesi pertama workshop yaitu perkenalan dari semua yang ada di ruangan serbaguna Hotel Sofyan tempat workshop. Perkenalan dimulai Mas Rudy Gunawan dari VHR Media, Pendiri Gagas Media dan penulis beberapa novel adaptasi film seperti Tusuk Jaelangkung, Cinta Silver dan Realita Cinta dan Rock n Roll, Mas Djati Direktur VHR Media, Sean Ang dari SEACEM sekaligus salah satu pemateri, Agnes peserta perwakilan dari IKOHI (Ikatan Orang Hilang Indonesia), Pry yang mengaku petani anggur alias penganggur (ini orangnya sendiri yang bilang lo), sempat setahun bekerja di koran lokal di Bogor, Saya sendiri dari Malang peserta termuda dan terbesar hehe, Abid dari ICW, Medina Wulandari dari Jogja, sedang kuliah Magister Psikologi UGM, Wiwik asli Jogja namun sudah lama bekerja di Jakarta sekarang mengelola website 21cineplex.com, Anandita Puspitasari yang berpengalaman lewat Microsoft Bloggership dan bekerja di LSM bidang pertanian dan kedokteran hewan di Bogor, Luluk pengelola website JATAM (Jaringan Advokasi Tambang), Vera guru di Bandung (kalau tidak salah, maaf mbak kalo salah soalnya ngomongnya cepet hehe), Lita pengelola website VHR Media, Dhiah yang mengurus jaringan antara VHR Media dan 300 radio di Indonesia, Kaka IT-nya VHR (juga yang ngurusin pendaftaran peserta) tak lupa Mbak Yanti dari VHR Media yang membawakan acara.

Sesi Perkenalan

Setelah sesi perkenalan, kurang lebih pukul 14:10 sesi materi pertama “Video Blogging” dimulai, pematerinya adalah Maran Perianen. Sesi ini dibuka dengan pengantar tentang kondisi di Iran yang tanpa pers, ketika pers umum diboikot maka peranan pers alternatif seperti citizen journalism diharapkan. Diputarkan sebuah video amatir yang menunjukkan kondisi di Iran yang penuh dengan kekerasan, di sana ditampilkan pengeroyokan terhadap seorang warga, Maran juga menyinggung kasus Manohara dalam wujud hasil liputan di televisi. Dari 2 contoh tersebut Maran memberikan penekanan bahwa dengan alat sederhana seperti kamera dapat merekam banyak cerita yang terjadi di sekitar kita dan memberikan pengaruh kepada audiens. Selain itu, kelebihan dari citizen journalism dibanding pers umum adalah berkuasanya diri kita sendiri atas produksi video sehingga tidak membutuhkan kru. Kita adalah produser, sutradara, penulis skrip dan lain-lain.

Sebelum memulai produksi, Maran memberikan materi dasar tentang teknik pengambilan gambar. Poin-poin penting tentang teknik pengambilan gambar adalah :

-    Ketika hendak merekam sebuah peristiwa, tidak perlu merekam semua kejadian, ambil yang penting-penting saja untuk menciptakan cerita yang menarik.

-     Kecuali memakai tripod, kita sebaiknya jangan merekam gambar dengan menggerakkan kamera ke kanan dan ke kiri (pans) dengan tujuan mengambil semua adegan. Akan lebih baik kalau kita merekam adegan per adegan agar gambar yang diproduksi tidak goyang.

-   Begitu pula ketika mengambil gambar secara zoom, jangan menekan tombol zoom dalam posisi kamera sedang merekam, matikan dulu tombol rekam zoom lalu direkam kembali (kecuali memakai tripod).

-     Ketika merekam wawancara dengan narasumber letakkan kamera tepat di depan kita sehingga si narasumber akan melihat ke arah kamera, lalu usahakan mengambil secara close-up dari bagian kepala sampai setengah badan, hal ini membantu audiens melihat si narasumber dengan lebih jelas.

-      Apa yang kita rekam harus memiliki makna dan berhubungan dengan tujuan video kita.

Vlogging with Maran

Setelah materi dasar tersebut, kami diberi waktu selama 10 menit untuk memikirkan ide cerita apa yang akan diproduksi dalam bentuk video, yang akan diunggah ke youtube. Sebenarnya sih idenya boleh tentang apa saja tapi para peserta menyepakati akan membahas tentang Hotel Sofyan namun dari berbagai aspek, namun ketika sesi presentasi ada yang merubah idenya seperti Mas Pry yang merubah ide ceritanya tentang pendapat masyarakat mengenai kasus Manohara.

Setelah itu selama kurang lebih 2 jam, dari jam 16:00-18:00 kami diberikan waktu untuk merekam gambar yang akan dihasilkan dalam video liputan. Sesi ini dikerjakan secara berkelompok, 1 kelompok terdiri dari 2 orang sehingga ada 5 kelompok.

Setelah pengambilan gambar, kami diberi kesempatan untuk makan malam sebelum kemudian melanjutkan proses editing dan meng-compile gambar yang sudah kami rekam. Masing-masing dari kami diberikan software untuk editing yaitu Adobe Premiere Elements 7.0 dan Adobe Director 11 serta software untuk mengkonversi videonya yaitu Handbrake. Setelah makan malam sekitar pukul 19:00 mulailah kami melakukan proses editing pada video masing-masing. Maran menginstruksikan bahwa video kami harus memiliki title, establishment shot, 2-4 interview, nama narasumber/posisi/lokasi dan nama kelompok pembuatnya. Pelatihan hari pertama ini berakhir kurang lebih pukul 21:30 dan akan dilanjutkan dengan pemutaran video serta pengunggahan ke youtube di hari ke-2.

Hari 2 :

Hari ini kami memulai pelatihan dengan sarapan terlebih dahulu pada pukul 08:00, sekitar pukul 9 kurang kami kembali masuk ke ruang pelatihan dan melanjutkan editing video (bagi yang belum selesai). Sekitar pukul 10:15 diputarlah video masing-masing kelompok, dan yang diberi kesempatan pertama adalah kelompok saya dan Pak Abid, kemudian kelompok Mas Pry dan Mbak Agnes (sayangnya mbak Agnes ini tidak hadir di hari ke-2, entah kenapa), berikutnya kelompok Mbak Memed dan Mbak Dita, lalu kelompok Mbak Vera dan Mbak Lita. Di hari ke-2 ini memang tidak dihadiri oleh peserta secara lengkap, selain Mbak Agnes yang tidak hadir, Bu Luluk juga baru hadir sore hari. Di hari pertama sendiri juga ada peserta yang datang terlambat, yaitu Pak Wijaya Kusuma yang baru hadir sore hari. Nah setelah pemutaran video masing-masing kelompok yang masing-masing direview oleh Maran, barulah kami diminta untuk mengunggahnya ke youtube dan sesi Video Blogging pun berakhir.

Pukul 11 lebih masuklah kami pada sesi materi ke-2 yang diberikan oleh Mas Rudy Gunawan dari VHR Media, materi ini berjudul “Menulis Kreatif Dalam Perspektif HAM” Mas Rudy menekankan tentang betapa mudahnya menulis bahkan dibanding pembuatan video seperti yang diungkapkan Maran di hari pertama. Betapa mudahnya menulis karena kita cukup menggunakan alat tulis dan kertas, tidak harus mesin tik, komputer  atau laptop. Tulisan juga bersifat abadi, tidak seperti video yang mungkin hanya sekali lihat kemudian lupa. Sesi materi ini dimulai dengan berbagi cerita tentang proses kreatif menulis masing-masing peserta. Kebanyakan peserta mengungkapkan bahwa proses kreatif menulis dalam blog masing-masing berawal dari curhat dan pendapat pribadi blogger tentang beragam peristiwa, yang kemudian berkembang tak hanya sekedar curhat tapi opini blogger tentang beragam hal. Satu contoh yang menarik adalah pengalaman yang diungkapkan Mbak Wiwik, blognya yang berjudul Gudangku awalnya hanya berisi curhatan dari kawan-kawannya, namun karena ditulis dan dikemas dengan menarik, akhirnya blognya pun ramai dikunjungi, begitu pula pengalaman yang diungkapkan oleh Pak Wijaya Kusuma, awalnya beliau sering mengirimkan tulisan-tulisannya ke Harian Kompas, namun tidak pernah dimuat. Akhirnya Pak Wijaya memuatnya di blog dan justru tulisan-tulisannya banyak disukai, diundang menjadi pembicara sehingga mendapat penghasilan pula dari ngeblog.

Sesi Menulis Kreatif dalam Perspektif HAM

Mas Megi Margiono dari redaksi VHR Media yang mendampingi Mas Rudy mengungkapkan bahwa kekuatan para blogger adalah tulisannya yang mencakup hal-hal yang tidak dimuat oleh media-media umum dan tulisan mereka yang tidak dikemas dengan gaya ilmiah. Beberapa poin penting dalam sesi menulis kreatif ini antara lain :

-     Menulis harus tetap berjalan dalam kondisi apapun, karena penulis adalah profesi yang melekat apapun profesi utamanya

-     5W+1H (What, Who, Why, Where, When dan How) harus diterapkan dalam tulisan, tidak hanya jurnalis tapi semua penulis.

-     Kalau mencintai dunia menulis karena mencintai dunia penciptaan, menulislah dalam keadaan apapun.

-     Kerangka tulisan/outline (membantu cari data, berguna untuk artikel, feature, reportase investigasi bahkan novel, agar fokus dan mendalam).

-     Menulis tanpa pretensi-tanpa beban, baik buruk tidak masalah, menulislah apa adanya.

-     Tidak ada bedanya, menulis dengan bercakap-cakap.

-     Penulis harus suka membaca,

-     Disiplin dalam menulis, alokasikan 2 jam sehari buat menulis tidak peduli berapa halaman yang jadi.

-     Kreativitas dan intensitas.

-     Menulis dengan jujur.

-     Prinsip kelogisan.

Sesi ini sempat dipotong dengan istirahat makan siang, setelah makan siang sekitar pukul 13:45 kami diberi tugas membuat sebuah tulisan (bentuknya bebas) tentang cerita dalam video yang sudah dibuat dalam sesi 1.  Sayangnya waktunya tidak cukup untuk membahas tugas peserta ini, sehingga tulisan sudah dibuat dikirim ke email Mas Rudy dan akan dibalas beserta pembahasan masing-masing tulisan.

Sekitar pukul 14 lebih dimulai sesi 3 yang berjudul “Online Marketing”. Pada awalnya saya berpikir, sesi ini akan membahas seputar dunia bisnis online, ya bisnis yang menjual produk atau jasa. Ternyata eh ternyata saya salah mengira, yang dimaksud “Online Marketing” dalam sesi ini adalah bagaimana seorang blogger itu berjualan artikel-artikel dalam blognya, maka Sean Ang sang pemateri memulai sesi ini dengan penekanan bahwa yang terpenting dalam blog adalah konten, konten yang dekat dgn pembaca. Kita harus mempromosikan blog kita terkait kontennya.

Tujuan dalam online marketing ini ada beberapa hal yaitu :

-          Meningkatkan jumlah pengunjung  yang unik (New Visitors).

-          Memastikan pengunjung kembali berkunjung ke blog anda (Visitor Loyalty).

-          Memastikan pengunjung lama berkunjung di blog anda (Bounce Rate, Average Time on Site).

Sesi Online Marketing dan Twittering On Citizen Journalism

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengukur hal-hal di atas adalah menggunakan google analytic, yang kemudian kami diajarkan cara mendaftar dan menggunakannya sayang koneksi di Hotel Sofyan saat itu sempat terputus, sehingga Sean melanjutkan ke pembahasan yang lain, yaitu 2 pendekatan yang dapat digunakan dalam online marketing ini, pendekatan pertama adalah menarik pengunjung ke blog antara lain :

-          Menyumbangkan artikel di website popular dan mentautkan ke blog.

-          Menjadi komentator di 5 blog terpopuler.

-          Menciptakan forum dengan topik-topik menarik di 5 forum online terpopuler.

-          Mencapai 50 blog yang membuat link ke blog kita.

-          Mendaftarkan blog kita di 5 blog agregator.

-          Menjadi yang pertama membuat postingan tentang isu terhangat setiap harinya

Tentang poin terakhir ini Sean memberikan sebuah tips menarik, tapi mungkin tepat digunakan oleh blogger yang memiliki koneksi internet sendiri di rumahnya. Setiap harinya sempatkan browsing di internet dini hari untuk mencari tahu isu apa yang menarik dan hangat hari itu lalu buatlah artikel tentang isu tersebut, maka hari itu blog anda bisa menjadi ramai hehe. Pendekatan kedua dalam online marketing ini adalah membangun komunitas yang bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut :

-          Mengundang 5 orang untuk menjadi komentator tetap di blog anda.

-          Bertukar komentar dengan 30 blogger.

-          Mengadakan pertemuan informal (kopi darat) seminggu sekali.

-          Membuat petisi, mengkoleksi email dan membangun milis.

-          Memanfaatkan blog anda sebagai bulletin komunitas.

Twittering On Citizen Journalism (Pukul 20:00)

Secara pribadi, ini adalah sesi yang paling saya tunggu selain sesi “Menulis Kreatif dalam Perspektif HAM”. Karena menurut saya penggunaan Twitter yang merupakan micro-blogging sebagai bagian dari citizen journalism sangatlah menarik, bagaimana fasilitas 140 karakter dapat digunakan sebagai alat kampanye, promosi dan pelaksanaan misi dibahas dalam sesi ini. Twitter seperti yang pernah dibahas Mas Edo di sini, sebenarnya bisa dimanfaatkan lebih dari sekedar fasilitas bersosialisasi di dunia maya. Beberapa contoh akun twitter yang dimanfaatkan untuk alat kampanye misi tertentu antara lain MrLinna yang mengkampanyekan persamaan gender dan thyrathanak yang mengkampanyekan kebebasan pers.

Apa yang dapat kita suarakan lewat Twitter terkait misi yang kita bawa masing-masing antara lain isu terbaru, mengulas item terbaru, merekomendasikan ide-ide dan kritik terhadap pemerintah. Kita harus bedakan muatan Twitter yang untuk pribadi dan untuk informasi. Setelah penjelasan tersebut, masing-masing peserta diminta untuk mengangkat isu-isu tertentu sebagai misi dalam akun Twitternya, misi-misi peserta adalah :

-          Mbak Memet = Life meaning searcher

-          Mbak Vera = Simple things to enlighten Indonesia

-          Mbak Lita = All about books

-          Bu Luluk = Peace cinta damai

-          Pak Abid = Bersama rakyat berantas korupsi

-          Mbak Wiwik = Lets talk about love

-          Saya = Promote how useful blogging is

-          Pak Wijaya = education for all

-          Mas Pry = Writing on water

-          Mbak Dita = Tweets about blog and online activites

Untuk mengoptimalkan Twitter sebagai citizen journalism, kami diajarkan cara menggunakan beberapa software seperti Tweetdeck, Twitpic dan Twitvideo. Di akhir sesi kami diberi “Pekerjaan Rumah” yaitu :

-          Mengupdate Twitter 2 kali seminggu terkait misi yang dibawa.

-          Membangun komunitas lewat Twitter.

-          Melatih kawan dan mengumpulkan pengikut di Twitter sekali sebulan

-      Melatih politikus untuk menggunakan Twitter dan meminta mereka agar pendukungnya juga ikut serta (yang ini menurut Sean akan dilaksanakan olehnya di Malaysia, tapi menurut saya bukan tidak mungkin suatu saat di Indonesia kita bisa melakukannya).

Pukul 21:30 pelatihan Workshop berakhir, melelahkan namun menyenangkan. Kami diminta untuk berbagi kesan masing-masing, saya pribadi mendapatkan ilmu tentang blog sebagai media citizen journalism lewat Vlogging, Writing On Blog dan Microblogging tersebut, sehingga semestinya tak ada alasan lagi untuk kita tidak memulai ngeblog. Sean juga mengungkapkan bahwa negara kita ini bisa menjadi contoh yang baik untuk perkembangan demokrasi di Malaysia, karena dibandingkan dengan Malaysia masih ada batasan-batasan bagi blogger untuk menulis seperti menulis tentang korupsi dan kerajaan.

Indonesia demokrasinya terus berjalan dan berkembang, kita para blogger bisa menjadi pengawal demokrasi tersebut, jadi tunggu apa lagi? Ayo Ngeblog! Semoga Bermanfaat.

Setelah WorkshopAtas (Ki-Ka) : Mbak Dhiah (VHR), Bu Luluk (JATAM), Pak Wijaya (wijayalabs.wordpress.com), Mas Rudy Gunawan (VHR), Mbak Dita (nonadita.com), Mbak Yanti (VHR), Mbak Wiwik (wiwikwae.com/21cineplex.com), Mbak Lita (VHR), Mbak Vera (nverad.multiply.com), Mbak Memed (restlessangel.wordpress.com)

Bawah (Ki-Ka) : Mas Pry (prys.ilovebogor.com), Sean Ang (SEACEM), Mas Kaka (VHR), Mas Jati (VHR), Pak Abid (ICW), Saya Sendiri (Eka Nugraha;ekajazzlover.wordpress.com)

Yang Motret : Mas Agung (ELSAM)

Maran Pemateri Video Blogging pada saat sesi foto-foto ini tidak hadir karena sedang berada di lokasi syuting sinetron Manohara untuk melakukan wawancara :)

10 Responses to “Citizen Journalism ala Workshop Blogger VHR Media dan SEACEM”

  1. 9 July 2009 at 22:08 #

    Workshop yang menyenangkan & memberi banyak tambahan pengetahuan. Saya senang mendapat kesempatan mengikuti workshop ini ^^

    Ayo teman2 kalau ada workshop semacam ini lagi, ikutan ajaa :D

  2. 11 July 2009 at 11:14 #

    Alhamdulillah ada guru yang diundang. Hidup Guru!.

    Mau dong diundang juga, sudah waktunya guru-guru diundang dan dikumpulkan dengan selebritis blogger Indonesia, biar tambah pengalaman sehingga mampu berbagi dengan siswa-siswanya.

    Saya 3 kali diundang diklat di Jakarta namun membahas masalah pendidikan, ingin rasanya dapat undangan workshop seperti ini, membahas materi seputar blog biar tidak gaptek.

  3. 12 July 2009 at 13:48 #

    ya bu puspita, semoga dalam waktu dekat ini akan ada kesempatan workshop blogger yang lebih seru dan menarik lagi. Saya sendiri juga tidak menyangka bisa ketemu dengan orang-orang yang beragam profesinya di sana :)

    selebritis blogger Indonesia mungkin kayak mbak dita itu bu hehehe :P piss mbak

  4. 16 July 2009 at 12:20 #

    “Mendaftarkan blog kita di 5 blog agregator” bisa di tambahkan linknya agregator apa aja :)

  5. 16 July 2009 at 16:43 #

    padahal mau ikut tapi gak bisa bolos kerja…..

  6. 17 July 2009 at 1:22 #

    ah keren ada foto pak ustadz

    denger music lagi achh :)

  7. 18 July 2009 at 13:02 #

    @ arham : wah sayangnya yang poin ini tidak dijelaskan, mungkin bisa dicari sendiri. karena memang keterbatasan waktu (menurut panitia biasanya workshop ini 3 hari) akhirnya beberapa poin cuma dijelaskan “kulit”nya saja. Maaf sebelumnya :)
    @ arista : lo mas, kebanyakan peserta itu kerja lo. cuma saya yang mahasiswa. jadi mereka ijin dari kantor dengan minta difaxkan undangan ke kantor masing2. semoga laen kali bisa ikut ya :)

  8. 23 July 2009 at 9:05 #

    Pelatihan diharapkan menumbuhkan minat ngeblog sekaligus membuka jejaring sosial. Apa pun kejadianya kita bisa menuliskanya lewat blog. Sukses.

  9. 24 August 2009 at 8:13 #

    Barang Duluan Bayar Belakangan
    Perihal : CD Presentasi New Version 695MB/472Files (Training Seminar Workshop Pelatihan ISO, ISO, 5S, GMP, SM-K3, Hospital, Plastics, Sanitation, HVAC dan Ice Breaker)
    Jika perusahaan Anda memiliki kebutuhan yang berkaitan dengan ISO (International Standard Organization), 5S (Dasar dasar tentang Rapi, Bersih dan Tertata), GMP (Good Manufacturing Practice), SM-K3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja), Hospital, Plastics (Dasar dasar Plastics), Sanitation (Kebersihan Sebenarnya) dan HVAC (Penyediaan AC Central yang Memenuhi Standard), akan tetapi mungkin perusahaan dimana Anda bekerja memiliki budget yang terbatas, waktu yang sempit, dan berbagai kendala faktor lainnya untuk mengikuti seminar atau training dengan topik tersebut di atas yang rata-rata kisaran harganya 1,5 – 2,5 juta per orang.
    Maka berikut ini adalah salah satu solusi terbaik yaitu kumpulan presentasi untuk kebutuhan perusahaan Anda atau bahkan untuk Anda pribadi yang dikemas dalam 1 (satu) CD yang berisi 697 MB/573 Files. Dengan isi sebagai berikut, dengan format semuanya powerpoint :
    1 5S-5R-5P (10 Files)

    2 CPOB-GMP (11 Files)

    3 Hospital (94 Files)

    4 HVAC (16 Files)

    5 ISO 9001 (15 Files)

    6 ISO 14001 (27 Files)

    7 Others (128 Files)

    8 Plastics (31 Files)

    9 Sanitation (11 Files)

    10 SM-K3 (91 Files)

    Khusus bagi yang berminat kami menawarkan untuk mengirimkan 1 keping CD tersebut, dengan menggantikan biaya pembuatan dan biaya pengiriman (khusus untuk pulau Jawa) dengan biaya sejumlah Rp. 125.000,- (#seratus dua puluh lima ribu rupiah#) included, sedangkan untuk diluar pulau Jawa dengan biaya sejumlah Rp. 175.000,- (#seratus tujuh puluh lima puluh ribu rupiah#) included
    Bila bapak ibu telah melakukan transfer dari bank dibawah ini : Sebagai alternatif Bank, kami sampaikan 3 alternatif yang bisa dipilih salah satu untuk memudahkan dalam transfernya :
    1. Buku : Tabungan Mandiri,
    Kantor Cabang : Surabaya, Gentengkali,
    Nama : Silvia Eka Sri Setioningsih (Istri).
    No. Rekening : 141 000 456 8127
    2. Buku : Tahapan BCA,
    No. Rekening : 331 020 8018,
    KCP : Jl. Ahmad Yani No. 183, Blimbing – Malang,
    Atas Nama : Silvia Eka Sri Setioningsih (Istri).
    3. Buku : Tabungan Syariah Plus, BNI 46 Syariah,
    Kacab Syariah Malang : Jaksa Agung Suprapto,
    No. Rekening : 01 2501 4127,
    Atas Nama : Agus Setiyawan Mulyono
    Mohon untuk segera mengirimkan data alamat selengkap lengkapnya terlebih dahulu dan nama yang tercantum direkening yang melakukan transfer jika sudah terima barang (untuk memudahkan kami dalam tracingnya di internet banking), sms ke 081 333 841183, 0817 537894 atau ke email : piranhamasgroup@gmail.com. Demikian yang kami sampaikan, semoga bisa memberikan manfaat dan menjadikan ilmu yang berguna. Terima kasih banyak, dan sekali lagi mohon maaf bila tidak berkenan.
    Hormat Kami,
    Agus Setiyawan, http://piranhamas.wordpress.com
    KANTOR I : Plaza Segi 8 Kav. D – 812, Jl. Raya Darmo Permai III, Surabaya,
    KANTOR II : Puri Indah Sidoarjo Blok CS – 14, Sidoarjo,
    KANTOR III : The Balearjosari Residence B – 41, (Trikarya) Jl. Pahlawan No. 278 – Balearjosari, Malang
    Catatan : Lebih Komplit Isinya Ada Di Attachment

Trackbacks/Pingbacks

  1. Satu Lagi Contoh Bahwa Blog Bisa Menjadi Alat Kampanye - 25 July 2009

    [...] note facebook teman saya bernama Pry, ia biasa saya panggil Mas Pry. Mas Pry ini saya kenal di workshop blogger VHR Media dan Seacem bulan Juni lalu. Dalam note yang berjudul  “wajib baca solar generation 1″ dan ” wajib baca [...]

Leave a Comment