Latihan Nulis dengan Ngeblog Yuk!

writingBeberapa waktu belakangan ini, saya merasakan ada euforia menulis buku di sekitar saya. Termasuk munculnya ‘tantangan’ dari sebuah penerbit yang datang untuk menulis. Penerbit ini rupanya sudah melirik blog saya. Tapi saya masih enggan. Menulis buku beda dengan ngeblog. Harus ada alur yang jelas, bukan sekedar tutorial sepotong-sepotong.

Lalu saya membaca tulisan paman Tyo yang menuliskan soal menulis bagi pensiunan. Pensiun bagi sebagian orang memang cukup mengerikan. Bagi yang terbiasa sibuk, bisa shock berat kalau terpaksa berdiam diri di rumah. Melahap semua tontonan TV yang ada. Termasuk yang sebelumnya dicela sebagai tontonan tidak bermutu. Mungkin tren menulis buku setelah pensiun dipandang cukup seru dan menjanjikan. Seperti buku Sintong Panjaitan yang sempat menghebohkan itu. Tapi apa iya kita punya kisah seseru itu untuk ditulis?

Mungkin pertanyaan ini banyak tidak mengena ke teman-teman di Ayo Ngeblog. Tapi, apa punya rencana menulis juga setelah pensiun? Boro-boro pensiun, kerja aja belum! Gitu ya? :D

Menulis itu pekerjaan yang gak gampang. Kalau suka nonton film yang tokohnya penulis, gak jarang sebentar-sebentar merobek kertas yang ditulis, diremes-remes, dan dibuang ke lantai. Bersama banyak kertas karya gagal lainnya. Itu waktu jaman mesin ketik masih berjaya. Kalau sekarang entah hanya ekspresi si tokoh atau menekan delete di keyboard. Ada juga yang ngumpet di rumah gak keluar-keluar, takut ketemu penerbitnya. Intinya nulis itu terkesan gak gampang.

Masa sih? Ya gak tau juga. Toh buktinya banyak blogger yang akhirnya menulis buku. Bahkan ada yang beruntung difilmkan. Yang pasti saya bisa merasakan kalau menulis itu bisa dilatih. Makin banyak kita menulis, makin baik mestinya gaya penulisan kita. Bukan saya mau bilang tulisan saya menarik. Tapi saya merasakan makin mudah menuangkan ide ke tulisan. Soal tulisan saya makin bagus atau enggak itu lain soal. Tapi saya mulai merasa bisa mengontrol emosi, jadi tulisan saya tidak lagi sekedar ungkapan kekesalan hati. Menambahkan sedikit bumbu disana-sini juga sudah mulai terbiasa.

Saya pernah dengar cerita soal Komeng. Tau kan Komeng itu bisa dibilang rajanya pelesetan di Indonesia? Katanya itu dilatih. Lho, dilatih gimana? Tiap hari ia meluangkan waktu untuk melatih kosa katanya. Jadi ada satu staffnya yang melontarkan satu kata, dan segera disambut dengan komentar dia. Contoh yang saya dengar waktu itu, kata ban. Komeng akan menyambut (misalnya juga) ‘muka lo ledek kaya ban bekas!’. Lalu dilontarkan kata lain yang langsung disambut lagi olehnya. Entah itu betul atau tidak.

Latihan menulis dengan tantangan seperti itu rasanya bagus juga. Tapi latihan buat ngeblog tentu beda. Apa yang anda rasakan hari ini? Bisakah anda menuliskannya di blog? Atau mungkin kita bisa nyoba ikutan kuis seperti yang diadakan Navinot. Menurut saya kuis seperti ini cukup seru untuk latihan ngeblog. Ada tantangan untuk membahas topik yang diulas. Cobalah iseng-iseng diikuti. Selain melatih kemampuan ‘berpikir kritis’ (pesan utama dari kontes itu) hadiahnya juga lumayan :) Kalau enggak, ikutan kontes review di blog saya juga boleh (nebeng promo ya Man :D ). Tantang diri kita untuk menulis, bahkan untuk hal yang belum kita tahu. Akan ada rasa penasaran dan ingin belajar, supaya terkesan cerdas dan sukur-sukur bisa dapat hadiah utama. Pemikiran anda akan berkembang.

Ngeblog punya keuntungan lebih daripada anda langsung nyoba nulis buku. Kalau nulis buku, kita harus nulis satu buku penuh dan dikirim ke penerbit. Meski untuk buku non-fiksi kita cukup mengirimkan daftar isi atau outline-nya saja… Kalau tulisan anda dianggap cukup bagus dan menjual, buku anda diterbitkan. Kalau tidak? Kebanyakan penolakan hanya alasan ringkas tanpa dapat membantu anda memperbaiki tulisan anda. Kalau sudah mencoba ke beberapa penerbit, rasa putus asa akan mulai melanda.

Dengan ngeblog, paling enggak kita akan berlatih menulis dulu. Berbeda dengan menulis untuk buku, ngeblog akan memancing komentar. Memberikan ide baru, kritik dan saran perbaikan, dan hal-hal lain yang tidak akan anda dapat dari selembar kertas ‘jawaban default’ dari penerbit.

Mungkin kita gak akan jadi penulis. Tapi menulis kan tidak hanya untuk penulis saja. Atau malah mungkin saja kita belum pensiun sudah ditawari menulis buku dan malah bisa pensiun dini :)

Pengen berlatih menulis? Mulai ngeblog yuk!

Popularity: 9% [?]

Related posts:

  1. Nulis Bareng : Blog itu seperti …
  2. Ayo ngeBlog Ngobrol : Wawancara dengan Budi Putra di Kota Anging Mammiri
  3. Jangan Terlena Dengan 140 Karakter, Kembangkanlah!
  4. Menyikapi ‘Pertikaian’ Blogger dengan Roy Suryo
Gagas Roman Indonesia

About the Author

Sudah ngeblog beberapa tahun. Saat ini yang sedang diseriusi adalah blog berbahasa Inggris di CAD Notes. Cukup beruntung bahwa blog tersebut dalam waktu singkat cukup 'disegani'. Antara lain menggawangi sesi ask the expert di situs komunitas principle, memperoleh software gratis, dsb ;) Juga memperoleh akses ke beta program dan prelaunch info sebelum informasi resmi dipublish untuk umum... meski dari sisi nominal masih sedikit ;)