Apa yang Menarik dari Pesta Blogger 2008? Sebuah Oleh-oleh Cerita

Teman-teman semua, maaf baru sekarang bisa ngasih laporan tentang Pesta Blogger 2008 yang saya hadirin Sabtu, 22 November 2008. Mudah-mudahan dimaklumi ya ;) . Oh iya, di postingan ini, saya cuma akan menuliskan beberapa poin menarik yang saya dapatkan di Pesta Blogger 2008 yang relevan dengan blogosphere Indonesia dan semangat ngeBlog kita. Kalo mau ngeliat cerita lengkapnya beserta foto2 (yang ada sayanya :P ), silakan lihat di blog personal saya. Kalo mau ngeliat cerita-cerita dari blogger lain, silakan lihat saja di Cerita Pesta Blogger 2008. Lengkap loh!

Inilah beberapa hal menarik yang saya sempat catat dari Pesta Blogger 2008. Mudah-mudahan bermanfaat :) .

Ir. Cahyana Ahmadjayadi, Dirjen Aplikasi Telematika Menkominfo yang hadir untuk mewakili Bapak Menkominfo M. Nuh yang berhalangan hadir, dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal:

  1. ngeBlog itu hendaklah jangan hanya blog for fun, ada baiknya blogger Indonesia bisa blog for humanity, seperti tema besar Pesta Blogger 2008 sekarang (blogging for society). Juga blog for preneur, alias mendapatkan penghasilan
  2. Blogger Indonesia adalah blogger yang memiliki tanggung jawab, cerdas, dan memikirkan bagaimana Indonesia ke depan.

Sedangkan Bapak Kusmayanto Kadiman, Menteri Riset dan Teknologi RI dalam sambutannya menyampaikan hal-hal ini

  1. Blog itu adalah representasi demokrasi di Indonesia. Jadi, relasi antara blog dengan demokrasi itu adalah mapping satu-satu. Artinya, semakin banyak blog di Indonesia, semakin tinggi juga tingkat demokrasi di Indonesia
  2. Pak M. Nuh bilang, selama dia memimpin, tidak akan ada blogger yang ditangkap (seperti di negara-negara tetangga). Asal, tidak ada yang melanggar undang-undang.
  3. Blog itu punya aspek teknologi, ekonomi, dan politik.
  4. Blog itu tidak mematikan media-media lain yang sudah ada sebelumnya (seperti koran, tv, dll), tapi melengkapinya.

UPDATE, 27 November 2008

Di sana, ada sesi talkshow yang dipandu Bang Enda Nasution, membicarakan topik blogging for society. Saya tidak mencatat hasil diskusinya, tapi Ibu Edratna mencatatkan hal itu untuk kita:

Mas Enda mengawali dengan pertanyaan, apakah tema “Blogging for Society” tersebut masuk akal?

Menjawab pertanyaan Enda Nasution, Menristek menyatakan, bahwa beliau mengerti apa itu blog dan segala hal terkait tentang blog dari tulisan Enda di blog nya. Blog merupakan suatu ekspresi atau keinginan untuk tampil atau pamer, atas karyanya sendiri atau karya orang lain yang sangat dikagumi oleh si penulis yang menampilkan tulisan tsb di blog nya. Kepada siapa tulisan tsb ditujukan, antara lain kepada teman-teman, dan karena blog terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja, berarti tulisan tadi dapat dibaca oleh masyarakat umum, atau society itu sendiri.

Selengkapnya di Sekilas hasil diskusi tentang pemaknaan “Blogging for Society

UPDATE SELESAI

Di Pesta Blogger 2008, terdapat penghargaan buat komunitas blogger yang paling berkontribusi buat masyarakat sekitarnya, yaitu Blogging for Society Award. Kata ndorokakung sang Ketua Panitia, penghargaan itu diberikan berdasarkan kriteria: jumlah aktivitas dalam setahun, dampak aktivitas bagi masyarakat, penggunaan blog-nya, dan keberlangsungan aktivitasnya.

Dari kriteria tersebut, penghargaan The Most Promising Blogger Community jatuh kepada Bali Blogger Community. Hadiahnya adalah Handycam dan tripod dari Sony, terus Mini-DV dari British Council. Dan penghargaan tertinggi untuk Blogging for Society Award, yaitu komunitas blogger yang paling berkontribusi untuk masyarakat jatuh ke CahAndong.org dari Jogjakarta! Hadiahnya dapet uang 10 juta untuk pembiayaan aktivitas sosial, seperangkat alat sholat eh PC, dan undangan untuk satu orang perwakilan untuk ngadain social trip ke Kupang. Selamat ya, buat BBC dan CahAndong! Ayo semua komunitas blogger, berlomba-lombalah dalam kebaikan!

Setelah pengumuman itu, saatnya 5 blogger asing (Jeff Ooi, blogger anggota parlemen dari Malaysia, Mr. Brown dari Singapura, Mark Tafoya dari AS, Anthony Bianco dari Australia, dan Mike Aquino dari Filipina) yang diundang untuk mengikuti trip keliling Indonesia buat mempromosikan Indonesia, bicara di depan, sharing pengalaman mereka selama keliling Bali dan Jogja, dipandu sama Bang Enda Nasution. Ada beberapa poin menarik yang tercatat dari pembicaraan mereka.

Mr. Brown, saat ditanya dari segala keindahan Indonesia yang dia alami, kritik membangun apa yang dia punya agar Indonesia bisa lebih baik lagi, dia menjawab (dalam english tentunya): (1) koneksi internet agak sedikit lambat, (2) banyak tempat wisata menarik di Indonesia, tapi tidak well-marketed, jadi banyak yang ga tahu. Tugas dari blogger Indonesia lah untuk memasarkan hal itu, menulis dalam bahasa inggris agar dunia tahu tempat-tempat menarik di Indonesia.

Jeff Ooi bilang, di Indonesia, 3 menteri (walaupun 2 diwakilkan oleh Dirjennya) datang di acara blogger, sedangkan di Malaysia, blogger itu sama sekali nggak didukung pemerintah. FYI, kebebasan bicara di Malaysia, termasuk lewat blog, tidak sebebas di Indonesia. Silakan cari di detikinet, tentang blogger yang ditangkap. Dari Malaysia termasuk banyak.

Saya mengikuti breakout session yang dipandu oleh Mas Budi Putra dan Mas Pepih, dengan topik “Kebebasan ngeBlog di Dunia Maya: Batasn dan Etika. Berikut ini adalah beberapa poin yang saya tangkap dan sempat saya catat:

  1. Blog itu media bebas, tapi kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain juga.
  2. Jangan pernah blogger sekali-kali mencoba sok tahu nulis-nulis sebuah berita atau informasi layaknya wartawan,  karena kita bukan wartawan atau reporter, dan kita ga punya mekanisme jurnalistik (seperti cross check, punya sumber informasi kredibel, dll) yang bener.
  3. Banyak aturan perundang-undangan yang dikhawatirkan akan menjadi “jebakan” untuk para blogger, salah satunya adalah UU ITE. Yang aman, menurut mas Budi, tulislah sesuatu yang benar-benar kita senangi dan kita kuasai betul. Misalnya menulis tentang hal-hal yang jadi hobi kita, dsb.
  4. Cerita dan Mas Pepih, dulunya, Kompas itu tidak menganggap para blogger ada . Akhirnya, menyadari bahwa para jurnalis itu punya semangat menulis yang tinggi namun ruang dalam Kompas cetak tidak mencukupi, Kompas pun membuat Kompasiana, yang sekalian jadi citizen journalism-nya Kompas.

Suasana salah satu breakout session

Suasana breakout session mas Budi Putra dan mas Pepih. Diambil dari Album Pesta Blogger 2008

Pas diskusi, ada hal yang amat menarik yang didiskusikan blogger di sana. Bahkan beberapa baru saya tahu waktu itu:

  1. Seorang guru bernama Mas Wijaya Kusuma, sering menulis dan mengirimkan tulisannya ke Kompas, tapi sering ditolak. Akhirnya beliau ngeblog untuk menampung tulisannya yang tidak dimuat itu. Karena aktivitas ngeblognya itulah, dia terpilih menjadi Finalis Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran 2008 (tolong koreksi kalau salah ya mas).
  2. Baru tahu bahwa ada blogger yang sedang bermasalah akibat UU ITE. Beliau adalah Narliswandi Iwan Piliang dari http://presstalk.info. Detail kasusnya nggak sempet saya catat, tapi beliau mengatakan bahwa ia dan salah satu blogger lainnya bernama Agus Hamonangan terancam pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Beberapa hal lainnya yang lebih lengkap bisa dilihat di postingan rekan saya, yang juga ikut breakout session ini: PB Yang Telah Lalu

Selain itu, UU ITE yang sekarang berlaku ternyata bisa menjadi sebuah pandangan tersendiri bagi para blogger. Menjadi blogger tidak sama dengan menjadi wartawan, ketika seorang wartawan memuat tulisannya kolom/media atau blog sendiri tentu dengan mempertimbangkan draft/sumber yang dimilikinya terlebih dahulu dan ini berbeda dengan tulisan yang dipublikasi oleh seorang blogger yang hanya bersifat sharing atau berbagi pengalaman.

Selain itu, ternyata blog yang sering dikomentari oleh berbagai orang dengan menyandang nama asli atau menggunakan inisial anonym juga bisa menjadi bahan tersendiri. “Ada baiknya untuk masalah isu politik dan agama tidak dibenarkan untuk menggunakan inisial anonym,” tegas mas Budi.

selengkapnya di PB Yang Telah Lalu

Menjelang akhir acara, saya bertemu dengan yang udah janjian mau ketemuan di Pesta Blogger 2008, yaitu Mas Arista dan Mas Ardi. Sayang ada yang kelewat nggak ketemu.

Foto bareng mas Ardi, mas Arista, dan Mas Igor

(Ki-ka) Saya, Mas Arista, Mas Ardi, Mas Igor. Diambil dari Album Pesta Blogger 2008

Sebagai penutup, kesimpulan sekaligus kritik dan saran dari saya pribadi terhadap Pesta Blogger 2008 saya tuangkan dalam poin-poin berikut ini:

  1. Seperti dikatakan ndorokakung saat penyerahannya, titik tekan dari Blogging for Society Award ini adalah adanya peran dari komunitas blogger lokal di masing-masing daerah untuk bisa berkontribusi nyata, melakukan aktivitas yang bermanfaat untuk masyarakat Indonesia. Saya mengistilahkan kalau komunitas blogger Indonesia adalah tulang punggungnya penyebaran semangat ngeBlog dan manfaat blogging pada masyarakat Indonesia.
  2. Ide untuk mengundang blogger-blogger mancanegara untuk berwisata di Indonesia, dengan imbal balik mempromosikan budaya Indonesia di blog-nya masing-masing adalah ide yang sangat cerdas menurut saya. Saya setuju dengan Mr. Brown bahwa Indonesia kurang dipromosikan di mancanegara.
  3. Secara teknis, keseluruhan penyelenggaran acara ini berlangsung baik, meskipun mulainya molor sekitar 30 menit (hei, mundur 30 menit dari jadwal bagi orang Indonesia masih dihitung ontime bukan? :P ).
  4. Uang masuk 50 ribu saya pikir sangat worth it dan sebanding dengan yang kita dapatkan dari panitia: Makan siang, snack sore, kaos Pesta Blogger, pin, dan seluruh rangkaian acara Pesta Blogger! Isi goodie bag nggak dihitung ya, itu kan dari sponsor.
  5. Kekurangan pertama ada pada keterbatasan tempat untuk breakout session. Karena auditorium utama BPPT cukup luas, maka 3 dari 6 breakout session diadakan di auditorium (yaitu breakout Pak Nukman, Budi Putra, dan Raditya Dika). Meskipun masing2 pembicara nggak pake mic, tapi berisik, sorak sorai, dan tertawa dari blogger yang ada di sana (khususnya sih yang ikut di Raditya Dika) cukup mengganggu fokus dari blogger lain di breakout session tetangganya.
  6. Selain itu, sama seperti kekurangan tahun lalu, pelaksanaan talkshow lagi-lagi kurang optimal dan terkesan membosankan. Entah topiknya yang kurang menarik atau apa, tapi para blogger saya lihat lebih suka ngobrol-ngobrol sendiri.
  7. Yang pasti, kalau tahun depan Pesta Blogger 2008 ada lagi, saya insya Allah tidak akan melewatkannya. :)

Bagaimana Pesta Blogger 2008 di mata teman-teman?

Popularity: 10% [?]

Related posts:

  1. Pesta Blogger 2008, Inilah Dia!
  2. Ayo Siap-siap! Pesta Blogger 2008 Segera Tiba!
  3. Pengunduran Pesta Blogger 2008 dan Hilangnya Keramaian Blogger Indonesia?
  4. Secercah Harapan Pesta Blogger 2008
  5. Oleh-oleh dari MarkPlus Conference 2009
Gagas Roman Indonesia

About the Author

Ngeblog sejak April 2006, lalu bikin Ayo ngeBlog! pada tahun 2007. Alhamdulillah banyak yang bantuin hingga Ayo ngeBlog! bisa jadi seperti sekarang. Juga Co-founder, Owner, dan Vice President Director di Tunas Univindo Mandiri (Univind), perusahaan web konsultan yang berbasis di Depok. Follow twitternya @ilmanakbar. Blog pribadinya ada di ilmanakbar.dagdigdug.com.