Tulisan ini mungkin sedikit banyak overlap dengan beberapa tulisan saya sebelumnya. Ya gak papa lah. Anggap saja refreshing, mengingat ulang. Dan mungkin mencoba memandangnya dari sisi yang berbeda.
Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, sebetulnya orang sudah mulai ngeBlog bahkan sejak istilah blog belum dikenal. Entah itu menggunakan geocities, tripod, atau bahkan menyewa domain dan hosting sendiri. Teman-teman yang saya tahu punya situs di sana, kebanyakan membuatnya sebagai resume pribadi.
“Ya… siapa tau ada yang baca resume saya, dan manggil saya buat wawancara…” Begitu pikiran mereka (dan saya juga) pada waktu itu. Pikiran yang naif. Wajar saja, karena waktu itu kami memang gak paham betul soal internetan. Punya website aja sudah keren banget.
Tiap ngirim lamaran, selalu mencantumkan
Lihat resume lengkap saya di www.geocities.com/resumesaya
Alamat fiktif, gak perlu dicoba buka
. Di sana lengkap berisikan pekerjaan yang pernah dilakukan, portfolionya, dan sebagainya.
Apa ada yang buka? Mungkin. Tapi sekarang saya tidak yakin lagi. Seorang manager HRD mungkin terlalu sibuk untuk mengetikkan alamat itu dibrowsernya, jika surat lamaran kita berupa hardcopy. Atau kalaupun lamarannya via email, mungkin dia tetap malas membukanya, atau memang tidak bisa karena akses internet yang terbatas. Kalaupun dibuka, juga belum tentu dia tertarik. Isinya toh sama saja seperti CV yang dikirimkan ribuan pelamar lainnya.
Kecenderungan ini masih berlanjut saat demam ngeBlog melanda. Mudah saja menemukan di Blogger, WordPress, atau bahkan di Multiply. Blog itu berisikan portfolio pribadi. Salah? Tentu saja tidak. Tapi sama seperti nasib resume saya dulu di geocities, saya tidak yakin itu efektif. Meski mungkin menghasilkan, sebetulnya kita bisa memperoleh lebih.
Sekarang bagaimana jika kita ngeBlog yang sifatnya lebih untuk berbagi pengetahuan? Terus terang saya sedikit kesulitan buat nyari contoh. Jadi kalau saya ambil contoh blog saya sendiri bukan berarti saya mau narsis, atau menganggap blog saya sukses
Saya cuma ingin sharing soal potensi yang mungkin bisa dimanfaatkan dengan blog seperti ini. Blog saya yang satu ini mengenai Computer Aided Design (CAD).
Misalkan saya ngeBlog dan membuatnya sebagai resume. Saya tulis saya bisa ini-itu. Pernah gini-gitu. Kalau mau training atau outsource ke saya, silahkan hubungi saya. Efektifkah? Mungkin memang ada yang akan menghubungi saya. Rasanya sebagian besar hanya menganggap saya membual. Menurut saya pribadi, blog seperti itu gak akan efektif. Kalau orang mencoba mencari tempat training lewat Google, yang memajang layanan training di blog, oleh perorangan pula, rasanya menjadi paling terakhir yang dilirik. Kecuali kalau kita memang sudah punya nama.
‘Punya nama’ ini yang bisa kita bangun dengan ngeBlog. Saya pernah mendengar perkataan seorang motivator seperti ini:
Network itu bukan berapa jumlah nama yang ada di phonebook atau address book kita. Tapi berapa orang yang akan menghubungi kita jika mereka membutuhkan sesuatu.
Too big? Dulu saya pikir iya. Kembali ke blog saya. Tidak ada niat apapun selain berbagi saat saya mulai ngeBlog. Saya menuliskan tutorial, tips, dan tricks seputar CAD. Lama-kelamaan, saat pengunjung blog saya mulai ramai, saya mulai merasakan potensi blog saya ini. Karena itu saya mulai menggunakan domain sendiri, dan memindahkannya dari Blogger.
Hari ini, pengunjung rata-rata blog saya sudah mencapai di atas 200 orang perhari. Belum terlalu besar sebetulnya, tapi swear, saya gak pernah berpikir akan mencapai angka segitu waktu awal ngeBlog. Blog saya rasanya sudah cukup dipercaya oleh banyak orang sebagai sarana untuk belajar CAD. Beberapa ada yang mulai menghubungi saya. Saya cukup beruntung bahwa situs atau blog CAD berbahasa Indonesia belum banyak. Dan rata-rata masih sepi kontennya. Jadi, blog saya bisa dibilang menjadi satu-satunya sumber yang dipercaya untuk bidang ini. Mudah-mudahan tidak dianggap sombong, kalau saya sekarang bisa berharap sebagian dari pengunjung itu sudah mem-bookmark alamat blog saya, dan mereka akan merekomendasikan blog saya.
Lho, tapi kan saya gak dapat keuntungan apa-apa dari sana… Toh, mereka sudah mendapatkan apa yang mereka mau dari blog saya? Iya juga sih. Tapi berpikirlah positif. Kalau mereka gak dapat solusi dari blog saya, mereka bisa dapat dari situs lain. Yang berbahasa asing kalau perlu. Atau beli buku. Minimal, mereka jadi kenal nama saya.
Di sisi lain, makin bermutu isi blog kita, makin dianggap kompeten. Tidak semua orang suka belajar dari buku. Apalagi potongan-potongan tulisan di blog. Orang-orang seperti ini kemungkinan akan menghubungi orang yang dianggap kompeten untuk mengajarinya. Yang nulis di blog itu. Atau mungkin bahkan ada yang gak mau pake belajar. Mereka akan meminta jasa kita untuk mengerjakan pekerjaan mereka. Makin populer blog kita, makin banyak orang yang berpotensi menghubungi kita jika butuh. Kita membangun network dengan blog!
Jangan meremehkan network dan branding yang bisa dibuat oleh sebuah blog. Beberapa waktu yang lalu, cukup menghebohkan bahwa sebuah blog terjual dengan harga 15 juta dollar! Yang dicari tentu saja pengunjung tetap dari blog tersebut. Percaya atau tidak, domain bisa jadi investasi yang menggiurkan. Kalau blog saya terjual dengan harga 1/10-nya saja, saya akan buat blog baru dan menyewa Luna Maya sebagai asisten saya ngeBlog!
Membangun blog memang tidak mudah. Mungkin kita akan berhasil, mungkin juga tidak. Karena itu, saya tidak menekankan berapa uang yang bisa diperoleh dari ngeBlog. Tapi kemampuan blog dalam membangun kompetensi dan network untuk kita. Setidaknya, kalaupun gagal, tulisan kita dapat menjadi amal ibadah karena berguna bagi yang lain. Dan turut memperkaya kuantitas dan kualitas konten berbahasa Indonesia. Tapi tentu, sebaiknya berisikan tulisan sendiri, bukan copy-paste.
Popularity: 11% [?]

Ayo ngeBlog! ini ada untuk memotivasi masyarakat Indonesia supaya bersegera menjadi blogger, apapun profesi awalnya. Tidak cuma jadi blogger yang biasa saja, tapi harus jadi blogger yang bermanfaat!. 




Betul, dengan nge-blog dah banyak dapat teman baru ..
Ayo nge-Blog!
awalnya saya pengen komentar, “kalau mahasiswa yang statusnya masih belajar, belum punya kemampuan yang bisa dibagi, bisa ngasih apa lewat blog?”
tapi saya langsung ngeh, kalo justru bikin blog (apalagi yang niche tentang bidang ilmu sesuatu) itu bisa mendorong kita buat belajar terus tentang ilmu tersebut.. saya lagi belajar tentang itu, di blog “perusahaan” saya dan teman-teman, http://blog.univind.com/
kalo tentang network, ya, saya jadi tahu temen-temen blogger yang ahli ini dan ahli itu.. tapi sayangnya saya belum bisa direfer oleh orang lain sebagai ahli sesuatu, hehe..
Tadina saya ragu mau membuat blog, karena saya tidak mempunyai keahlian apa apa, tetapi akhirnya saya buat juga dan mencintai ngeblog
Sebenarnya semua orang bisa ngeblog, baik itu dari kalangan anak sekolah, mahasiswa, karyawan, guru, dosen bahkan semua lapisan masyarakat dari suku dan agama apapun, yang penting ada kemauan untuk belajar dan mencari relasi yang tepat untuk belajar.
Setujuuu !!!
Setuju aja wes… Hehe ayo ngeblog
To Ivan,
Betul, ngeBlog dengan bisa mendapat teman baru. Saya juga dah merasakan…
To Ilman,
Nama Ilman sudah terkenal sebagai motivator ngeBlog kok
To Imau,
Betul, siapa saja bisa ngeBlog. Sharing kan gak melulu soal ilmu yang ‘serius2′… Gak ada orang yang tahu semuanya, dan setiap orang pasti tahu sesuatu…
Salam kenal. Saya dan kawan-kawan menggunakan webblog untuk media komunitas Sulang (sebuah desa di Kabupaten Rembang Jawa Tengah). Bagaimana caranya bisa mendaftar di komunitas blogger daerah?
Silahkan datang ke http://www.sulang.co.cc.
Salam hangat
Hai, aku newbie. Tema blogku adalah “Newsflash, health info, gadgets and Tips for traveling, touring, trekking,
backpacking and living in INDONESIA including jokes and spot area.
Dedicated for domestic and expat.”
Tapi saat ini masih copy paste, meskipun aku edit sedikit2. Tunggu mood and feelnya dapet, baru aku buat artikel blogku sendiri, aku janji deee.
Hidup bloggeressss Indonesia.
Cheers, frizzy2008.
Hidup Blogger. Byk informasi bermanfaat didapat dari Blog-blog bagus di Indonesia. Cintai produk Indonesia. GO BLOK, EH,, GO BLOG…
Maju terus blogger Indonesia!
Setuju sekali. Dengan menunjukkan who we are dan what we can do for people, blog menjadi sarana membangun network yang baik