Blog, Blogger dan Presiden Republik Indonesia 2009

Ini adalah tulisan dari blogger tamu Ayo ngeBlog!: Bambang Haryanto

Blogger, jangan kecil hati. Seorang wartawan Kompas nampak sinis terhadap blog. Ia adalah Amir Sodikin yang akhir-akhir ini sering menulis secara tetap tentang Internet di edisi koran itu tiap hari Kamis. Dalam artikelnya yang berjudul “Mengendalikan Bisnis dari Rumah” (Kompas, 7/8/2008), dalam konteks belum maksimalnya (menurut dia) pemanfaatan Internet oleh warga Indonesia, sempat ia munculkan pernyataan cukup menggelitik.

“Harus diakui, tradisi berinternet di Indonesia masih baru….Paling mentok untuk penelusuran literatur, mengerjakan pekerjaan rumah bagi para pelajar, memperdalam riset, mencari resep makanan, atau memanfaatkannya untuk mejeng semata dengan membangun blog.”

Menarik, bukan ?

Internet memang masih hal yang baru di Indonesia. Email pertama saya saja, baru saya miliki 10 tahun yang lalu. Ngeblog baru lima tahun yang lalu. Lupakan fakta itu. Tetapi kalimat yang terakhir, bahwa blog telah ia tonjolkan sebagai sarana untuk mejeng semata, memancing obrolan berikut di bawah ini. Baiklah, menurut saya, pendapatnya itu pantas kita hargai. Wajar-wajar saja.

Ada benarnya, tetapi jelas tidak seluruhnya benar. Memang kuping ini rada panas, tetapi sebenarnya sudah sering kita temui pendapat serupa. Terutama dari kubu MSM, mainstream media, yang mudah tergoda untuk berkata-kata yang rada-rada miring terhadap binatang yang bernama blog dan blogger.

Tetapi kalau saya boleh memberi usulan, umpama lain kali dirinya hendak menulis masalah blog lagi, sebaiknya ia mau menyempatkan mengobrol dulu dengan sesama wartawan Kompas yang ngeblog. Walau memang nampaknya tidak banyak. (Bagi saya, lucu juga wartawan kok tidak punya blog). Atau berbincang dengan Budi Putra, mantan wartawan Tempo yang gagah berani meninggalkan posisi mapannya untuk menjadi blogger dan pebisnis media blog secara purna waktu.

Kalau benar-benar ingin tahu tentang blog secara lebih mendalam, bacalah kisah Dan Gillmor. Ia meninggalkan pekerjaannya di koran San Jose Mercury News, lalu membentuk perusahaan media baru Grassroots Media untuk mempromosikan mazhab jurnalisme warga yang bersendikan kepada kesaktian media blog pula.

Kedai kopi terbesar. Baiklah. Sekadar tambahan penyegaran, tidak hanya bagi dirinya saja tetapi juga para blogger semua, akan saya kutipkan isi majalah Business Week, 11/5/2005. Majalah ini hadir dengan laporan utama berjudul “Blog Akan Mengubah Bisnis Anda” dengan cerita yang menarik. Ditulis oleh Stephen Baker dan Heather Green, di mana di blog saya kalau nama terakhir ini muncul (dan sering) akan saya tambahi dengan kata-kata “yang cantik,” berikut ini :

“Bayangkanlah dunia blog sebagai kedai kopi terbesar di dunia. Di salah satu meja, duduk enam atau tujuh pakar teknologi nano dengan laptop mereka. Di seberang sana, duduk anak-anak muda berpakaian hitam dengan tubuh penuh tindik. Tak banyak hubungan di antara kedua meja itu. Namun, kafe tersebut laris manis. Ada wanita Saudi, ada kumpulan penggemar anjing ras Labradoodle, dan ada pula satu meja besar disesaki para pengguna ponsel. Kelompok yang terakhir itu lebih tepat disebut sebagai kumpulan penggemar ponsel kamera. Mereka tengah sibuk mengirimkan foto-foto dari ponsel mereka ke blog.

Maka, suasana pun riuh rendah. Banyak informasi berharga dalam kafe tersebut. Technorati, PubSub, dan situs sejenis menyediakan peranti untuk mendengarkan semua itu. Di dunia Internet tradisional, Google, Yahoo ! dan sebagainya adalah katalog untuk hal-hal yang ingin kita pelajari. Di dunia blog, Technorati dkk. melacak isi pikiran kita.

Lantas, apa pentingnya semua ini ? Pikirkanlah dampaknya bagi dunia bisnis ! Kita mendapat informasi terkini tentang apa yang sedang dipikirkan penduduk dunia. Sekarang ini, studio-studio film memanfaatkan dunia blog untuk memantau film-film apa saja yang menarik minat konsumen. Para pengiklan menyelami dunia blog guna melacak tanggapan publik terhadap kampanye mereka.

‘Saya heran banyak orang masih belum menyadari,’ kata Jeff Weiner, Wakil Presiden Yahoo! yang membawahi bidang Pencarian. ‘Dalam sejarah penelitian pasar, belum pernah ada peranti sehebat ini.’”

Blog shovelware. Setuju, Pak Jeff. Blog memang masih mudah mengundang keheranan, sekaligus ketidakfahaman. Bahkan oleh kalangan para blogger itu sendiri. Contoh yang kiranya menarik adalah tentang satu blog yang diniatkan sebagai sarana kampanye, yang tentunya bukan main-main, yaitu untuk memenangkan kursi presiden Republik Indonesia di tahun 2009 mendatang. Silakan klik blog satu ini : Rizal Mallarangeng for President.

Lalu silakan Anda berpendapat tentangnya. Di akhir artikel yang berjudul “Surat untuk Semua” (saya menyebutnya sebagai shovelware karena disekop dari iklannya di media cetak, lalu dipajang di blog dengan kualitas lebih jelek sajiannya) terdapat komentar dari “gus” yang antara lain mengatakan :

“Saya kok ingin mengusulkan sesuatu. Setidaknya dunia blogging ini , mbok diseriusi. Sampeyan bisa lihat bagaimana trackback dan linked wacana yg terlontar di sebuah blog bisa lebih sustainable dibanding wacana TV yang tak terecording. Blog melebihi itu, meski dari parameter kuantitas news impact ga sebesar TV atau koran. Namun kelebihan recordable setiap kegiatan blogging akan terekam dengan baik.”

Saya juga ikutan menulis komentar. Mengharap agar isi blognya tersebut diisi dengan tulisan yang memiliki nilai tinggi. Tidak hanya berupa pamflet dan slogan-slogan semata. Yang pasti, saya setuju dengan penilaian “gus” di atas bahwa blog Rizal Mallarangeng satu ini masih sangat jauh dari penanganan yang serius. Bahkan, kalau boleh agak melenceng sedikit, eksekusi situs resmi Rizal Mallarangeng for President pun telah memancing saya untuk gatal menulis di kolom kontak, berbunyi :

“Saya suka Internet Anda gunakan sebagai salah satu senjata kampanye Anda. Saya pernah menulis hal ini di Kompas, 8 Maret 2004. Menurut saya, eksekusi media Internet Anda ini sudah kedaluwarsa.

Platformnya sudah ketinggalan jaman, karena Anda masih menganggap para peselancar sudah cukup dipuasi dengan membaca-baca isi situs Anda. Padahal kami juga ingin berkomentar dan bersuara di situs ini, tetapi Anda menutup pintu untuk itu. Bangun, Bung !”

Bung Rizal, Internet dan juga blog hanya akan bernyawa bila dieksekusi sebagai media dialog. Kalau Anda mau, coba dengarkanlah pendapat Robert Scoble. Ia mantan blogger dari Microsoft Corporation, penulis buku Naked Conversations: How Blogs are Changing the Way Businesses Talk with Customers (2006), seperti dikutip majalah Fortune (24/1/2005). Bung Scoble bilang, “If I’m only saying ‘Use Microsoft products, rah, rah, rah,’ I lose all ability to have a conversation.”

Bung Rizal, maafkan saya, bila blog Anda, juga situs Anda itu, bagi saya masih sarat dengan sajian rah, rah, rah pula. Cepat bangun, Bung Rizal, dan jadilah Anda kini sebagai seorang blogger sejati. Yang menggarap blog Anda secara serius, secara tulus, dengan cinta pula. Jadi bukan hanya sebagai sarana untuk mejeng semata. Kemudian Anda bersedia membuka pintu agar kita semua bisa berdialog, berbicara, untuk masa depan Indonesia.

Bambang Haryanto adalah blogger dari Wonogiri sejak tahun 2003. Salah satu blognya baru saja diundang untuk tercatat di Blogged.com, yaitu Esai Epistoholica. Tesisnya mengenai manfaat blog untuk pemberdayaan komunitas kaum epistoholik atau pencandu penulisan surat pembaca sebagai salah satu pilar penegakan kehidupan berdemokrasi memenangkan Mandom Resolution Award 2004.

Bersama Mayor Haristanto dari Republik Aeng Aeng Solo telah memprakarsai gagasan deklarasi 30 Juli 2008 sebagai Solo Cyberholic Day di tengah pesta 468 netter Solo yang bersama-sama mengakses Internet tanpa kabel di kawasan City Walk Solo untuk meraih Rekor MURI pada tanggal yang sama.

Ayo ngeBlog! menerima kiriman artikel tentang pengalaman ngeblog, motivasi ngeblog, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan aktivitas ngeblog, dari teman-teman semua. Silakan kirim saja lewat email: ilmanakbar [at] gmail.com

Popularity: 8% [?]

Related posts:

  1. Resolusi Blogger Indonesia 2008 untuk Mencapai 1 Juta Blogger Indonesia
  2. Ayo Ikutan Survei Blogger Indonesia!
  3. ngeBlog Itu Sehat Lho! Yuk, Ikutan Internet Sehat Blog Award 2009!
  4. Hasil Survey Blogger 2009
  5. Peluncuran DadDigDug.com dan Penyedia Jasa Blog Asli Indonesia
Gagas Roman Indonesia

About the Author

Intellectual hedonist. Meminati kreativitas, media baru, komedi, sepakbola, buku inspiratif dan Carpenters. Diolah menjadi cerita, ibarat menjadi sendok demi sendok garam untuk bisa tertabur ke samudera kearifan.