NgeBlog, Hanya Tren Sesaat?

Saya ingat jaman kuliah di Bandung dulu, sering mampir ke warnet buat chatting via MiRC. Dulu aplikasi ini populer sekali. Setiap warnet ada. Mana dulu hape masih cuma bisa telpon-telponan, belum bisa SMS. Kalaupun bisa, hanya untuk pengguna operator yang sama saja. Sedih ya, masa itu? :) Jadi MiRC populer sekali, terutama bagi mahasiswa yang berkantong cekak seperti saya. Tapi sekarang, saya tidak pernah lagi menemukan ada warnet yang pakai MiRC. MiRC masih ada, tapi kalah populer dengan Yahoo! Messenger atau MSN Messenger.

Banyak tren internet yang hanya sesaat. Seperti Friendster. Memang masih banyak yang menganggap punya Friendster itu penting. Tapi saya dan teman-teman kok dah ngerasa ‘basi’. Punya saya malah sudah saya hapus.

Lalu muncul dalam pikiran saya. Apakah mungkin blog hanya tren sesaat?

Tapi saya juga ingat. Dulu jamannya belum ngetren punya blog, banyak yang sudah bikin situs pribadi. Kebanyakan memang masih gratisan seperti di Geocities punya Yahoo! atau Tripod punya Lycos. Meski belum memungkinkan pengunjung memberikan komentar dengan mudah seperti di Blog, banyak yang rajin mengupdatenya dengan teratur. Beberapa lagi sudah menggarapnya dengan serius dan bentuknya tidak jauh dari Blog-blog yang ada sekarang. Orang selalu ingin mendokumentasikan pemikirannya. Dan juga berbagi pemikiran. Semangat yang sama dengan ngeBlog.

Mungkin saja, suatu saat blog akan punah. Mungkin tidak ada lagi WordPress, Blogger, atau lainnya. Mungkin saja internet akan bernasib sama dengan telegram. Tapi semangat ‘ngeBlog’ sudah ada dari dahulu kala. Saat orang mulai rajin menuliskan pemikirannya dalam frekuensi yang teratur. Dan di masa yang akan datang juga masih akan ada. Mungkin dengan nama yang berbeda. Tapi semangatnya sama dengan ngeBlog.

Di film Star Trek, kapten Jean Luc Picard diakhir episode selalu merangkum misinya dalam sebuah log: captains log. Mungkin kelak namanya akan jadi Vlog (voice log?), tapi toh intinya sama dengan sekarang. Dokumentasi pemikiran, dan berbagi pemikiran tersebut.

Jadi, soal akan punah atau tidaknya Blog bukan hal yang perlu diperdebatkan. Semangatnya sudah ada dari dulu, hanya medianya yang berbeda. Di masa yang akan datang juga semangatnya pasti masih ada. Masa kita kalah dengan RA Kartini yang tulisan-tulisannya bisa didokumentasikan dengan apik? Seandainya jaman RA Kartini sudah ada blog, perjuangannya mungkin akan lebih mendunia dan lebih mudah.

Popularity: 8% [?]

Related posts:

  1. Menjawab Fakta Blog Hanya Tren Sesaat
  2. Apakah Roy Suryo Benar? Blog cuma Tren Sesaat?
  3. Dibalik “Blog Adalah Trend Sesaat”: Sebuah Tambahan Sudut Pandang
Gagas Roman Indonesia

About the Author

Sudah ngeblog beberapa tahun. Saat ini yang sedang diseriusi adalah blog berbahasa Inggris di CAD Notes. Cukup beruntung bahwa blog tersebut dalam waktu singkat cukup 'disegani'. Antara lain menggawangi sesi ask the expert di situs komunitas principle, memperoleh software gratis, dsb ;) Juga memperoleh akses ke beta program dan prelaunch info sebelum informasi resmi dipublish untuk umum... meski dari sisi nominal masih sedikit ;)