BH: Blogwalking, Busur dan Blogger

Blogwalking. Ini mungkin merupakan salah satu dosa terbesar saya kepada komunitas blogger Indonesia. Karena saya teramat jarang melakukannya. Walau dengan alasan tidak seekstrim pendapat yang terpajang di Tomyzero’s Weblog (http://tomyzero.wordpress.com/2008/03/20/blog-blog-tolol/) tentang blog-blog domestik, terutama karena diskusi yang menyertai sesuatu tulisan, yaitu rangkaian komentar pembaca blog bersangkutan, sering tidaklah begitu mencerahkan.

Ayo ngeblog, ayo ngomen juga. Slogan menarik dari sobat Ibnu ini sering kita temui di blog ini. Bagi saya seruan yang kedua itu sepertinya belum mendapat perhatian serius dari kaum blogger Indonesia.

Seorang David Weinberger (silakan cari di Google) dan kawan-kawan punya manifesto “markets are conversations.” Dan dalam dunia media saya juga ikut sering mengampanyekan “news are conversations,” maka dalam dunia blog hal serupa juga harus lajim terjadi. Blog adalah percakapan. Sayangnya, mungkin ini pendapat saya pribadi yang subjektif, percakapan di ranah kaum blogger Indonesia itu masih miskin gizi.

Artikel dalam sesuatu blognya boleh saja bagus, tetapi komentar-komentar yang ikut membuntutinya rata-rata tidaklah bagus. Seorang B.L. Ochman, pakar pemasaran di dunia blog punya pesan wanti-wanti dalam menulis komentar : berilah komentar apabila Anda yakin bahwa komentar Anda tersebut akan memberikan NILAI yang relevan dengan isu yang diperbincangkan. Sebelum menulis komentar, kasarnya, mikir dulu dong. Dengan serius.

Sekadar ilustrasi : beberapa saat lalu meletus kasus “badai dalam gelas” dalam dunia blog Indonesia. Karena ada seseorang wartawan media cetak yang memutuskan jadi digital rebel, keluar dari koran bersangkutan dan memutuskan untuk menjadi blogger purna waktu. Saya ikut gembira atas fenomena ini. Karena aksinya itu mencitrakan bahwa blog adalah hal yang serius, yang patut ditekuni dan diperjuangkan, bahkan dengan mengurbankan posisi pekerjaan dirinya yang telah mapan.

Posting tentang deklarasinya cukup menarik. Ada puluhan komentar. Ketika saya ikut-ikut membacanya, sayangnya, saya hanya menemukan satu saja komentar yang inspiratif. Dari seorang blogger Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat. Inspiratif karena komentarnya itu dapat dijadikan sebagai papan loncat untuk menjelajahi dunia pemikiran dan diskusi lanjutannya mengenai masa depan blog, blogger dan isu yang terkait di dalamnya. Komentarnya itu menunjukkan dirinya telah membaca banyak buku, banyak majalah dan juga berfikir, sehingga pandapatnya memiliki nilai yang sangat memperkaya artikel utama.

Intinya, hemat saya, sebelum Anda menulis komentar berlakulah seperti anak panah dan busurnya. Anda harus menarik keduanya untuk mundur dulu ke belakang, lalu fokus dalam menetapkan sasaran, dan kemudian baru melepaskannya. Menulislah komentar yang memiliki bobot, nilai, dan kemanfaatan bagi pembaca lainnya.

Saya punya semacam idola, para blogger seperti Kevin Kelly, Jay Rosen sampai Jeff Jarvis. Tulisan mereka selalu saja inspiratif, tetapi para pemberi komentar atas tulisan mereka juga tidak kalah arif dan cerdasnya.

Blog adalah percakapan. Percakapan yang bernas dari Anda semua senantiasa mampu memberikan pencerahan. Bagaimana komentar Anda ?

Ini adalah artikel yang ditulis oleh Bambang Haryanto. Bambang Haryanto adalah blogger dari Wonogiri, sejak tahun 2003. Salah satu blognya baru saja diundang untuk tercatat di Blogged.com, yaitu Esai Epistoholica (http://esaiei.blogspot.com). Tesisnya mengenai manfaat blog untuk pemberdayaan komunitas penulis surat pembaca (kaum epistoholik) sebagai salah satu pilar penegakan kehidupan berdemokrasi memenangkan Mandom Resolution Award 2004.

Bersama Mayor Haristanto (Republik Aeng Aeng Solo, http://aengaeng.blogspot.com) akan mendeklarasikan 30 Juli (2008) sebagai Solo Cyberholic Day di tengah pesta ratusan netter Solo mengakses Internet tanpa kabel di kawasan City Walk Solo guna meraih Rekor MURI pada tanggal yang sama.

Ayo ngeBlog! menerima kiriman artikel tentang pengalaman ngeblog, motivasi ngeblog, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan aktivitas ngeblog, dari teman-teman semua. Silakan kirim saja lewat email: ilmanakbar [at] gmail.com

Popularity: 7% [?]

No related posts.

Gagas Roman Indonesia
Tags:

About the Author

Intellectual hedonist. Meminati kreativitas, media baru, komedi, sepakbola, buku inspiratif dan Carpenters. Diolah menjadi cerita, ibarat menjadi sendok demi sendok garam untuk bisa tertabur ke samudera kearifan.