Semalam, saya baru saja dari Univ. Jayabaya, menghadiri Seminar Gratis tentang Masa Depan Entrepreneur Indonesia yang diadakan oleh Valentino Dinsi, LET’S GO Indonesia. Seminar tersebut diisi oleh 10 orang pembicara, entrepreneur sukses di bidangnya, yang masing-masing membangun komunitas entrepreneur yang bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia untuk dapat membuka dan mengembangkan usahanya. Mereka, para entrepreneur sukses itu, juga berusaha mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat Indonesia untuk berpindah kuadran dari pegawai menjadi pemilik bisnis.
Kenapa mereka berlomba-lomba mengajak masyarakat Indonesia untuk membuka usaha dan membuka lapangan pekerjaan? Perhatikan fakta berikut ini, yang disampaikan oleh Ciputra, salah satu entrepreneur besar Indonesia yang membangun Ciputra Group:
Jumlah entrepreneur atau pengusaha hanya 0,18% dari jumlah penduduk Indonesia atau hanya sekitar 450 ribu, padahal jumlah ideal entrepreneur di suatu negara untuk dapat mensejahterakan masyarakat Indonesia minimal adalah 2% atau sekitar 4,4 juta orang. Oleh karena itulah, para entrepreneur terus berusaha menumbuhkan jiwa-jiwa kewirausahaan di masyarakat Indonesia, karena hanya entrepreneur yang bisa membuka lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran di Indonesia.
Nah, akan tetapi, berdasarkan hasil observasi dan percobaan pencarian lewat Google, ada yang hanya ada sedikit sekali pengusaha besar di Indonesia yang menjadi blogger. Hanya sedikit pengusaha yang bersedia membagi pengalaman-pengalamannya dalam berbisnis dan menyemangati masyarakat Indonesia untuk menjadi entrepreneur lewat tulisan-tulisan di blog-nya.
Sedikit dari nama-nama tersebut adalah (kalo masih ada tolong ditambahkan ya):
- Nukman Luthfie, CEO Virtual Consulting
- Roni Yuzirman, pendiri komunitas Tangan Di Atas (TDA), pengusaha busana muslim lewat Manetvision
- Bambang Suharno, pendiri Indonesia Entrepreneur Society
Padahal, blog, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, adalah media yang efektif untuk menyebarkan segala bentuk pemikiran, baik pemikiran positif maupun negatif. Mudah dan gratis buatnya, kemudahannya untuk dirujuk (di-link), adanya fasilitas komentar yang memfasilitasi proses pertukaran pendapat, dan yang paling penting, adanya komunitas blogosphere yang akan setia membaca dan bertukar pikiran.
Selama ini, para entrepreneur menyebarkan “virus” wirausahanya hanya lewat seminar-seminar, buku-buku, diskusi-diskusi, atau pelatihan secara offline. Sekarang sudah ada media lainnya yang bisa menyebarkan “virus” tersebut lebih luas lagi tanpa batasan waktu dan wilayah, yaitu Internet. Dan salah satu cara yang paling mudah adalah lewat blog. Jadi, orang-orang seperti kita yang ingin belajar bagaimana caranya membuka usaha bisa mencarinya di Internet lewat blog para entrepreneur tersebut. Setuju kan?
Para pengusaha, demi makin tersebarnya “virus” entrepreneur untuk mengentaskan pengangguran di Indonesia, Ayo ngeBlog!
thank for your information…..
if you want to know my profile
This is a really stupid question but what language does the script need to be in?
tttt