Ide untuk menulis tentang topik ini datang waktu saya membaca majalah Bobo milik adik saya yang datang setiap minggu. Ada satu hal yang nggak berubah dari majalah Bobo sekarang dengan majalah Bobo di pertengahan 90-an (saya juga langganan majalah Bobo waktu SD dulu, hehe..). Apa hal yang nggak berubah itu? Jawabannya adalah bahwa anak-anak Indonesia sangat senang untuk memperluas pergaulannya dengan menambah teman yang ada di luar kota, dengan suatu aktivitas yang disebut bersahabat pena.
Anak-anak yang mengirim surat kepada Bobo dalam rubrik Apa Kabar Bo? biasanya selalu mencantumkan keinginan untuk bersahabat pena. Majalah Bobo memfasilitasi terjadinya persahabatan pena ini karena Bobo mencantumkan alamat lengkap dari anak-anak yang mengirim surat tersebut. Jadi, bagi anak-anak yang ingin punya sahabat pena, ia tinggal mengirim surat kepada salah satu anak yang alamatnya ada di majalah Bobo, dan selanjutnya mereka pun menjadi sahabat pena. Mereka secara bergantian mengirim surat, bercerita, seakan-akan mereka adalah sahabat dekat yang sudah lama kenal.
Nah, saya sempat berpikir, di era blog, email, dan chatting seperti ini, apakah aktivitas bersahabat pena masih ada? Padahal, kalo dipikir-pikir lebih dalam lagi, sarana komunikasi via internet sekarang kan udah jauh lebih canggih daripada surat-suratan lewat pos..
Ambil contoh blog aja ya.. Dengan adanya blog, kita bisa seakan-akan mengenal dekat blogger yang kita baca tulisannya karena dia sering bercerita tentang dirinya. Kita bisa tahu pemikiran-pemikiran dia, hal-hal yang dia sukai dan yang tidak, maupun kejadian-kejadian menarik yang dia alami. Hal ini menyebabkan pada saat kita antar blogger saling bertemu untuk pertama kalinya di dunia nyata (kopdar), kita seolah-olah sudah mengenal dia lama.
Dengan adanya blog pula, kita bisa mengontak si blogger tersebut, tentu saja jika blogger itu menaruh email, ID Yahoo!Messengernya atau nomor handphonenya. Pada akhirnya, kesempatan untuk berkenalan, bersahabat, dan menjalin tali silaturahim dengan teman-teman baru menjadi terbuka lebih luas dengan adanya blog didukung dengan media komunikasi lainnya juga.
Saya sendiri udah ngalamin rasanya punya temen-temen baru, dan bersahabat dengan mereka. Selain yang dari Jakarta, ada juga yang dari Makassar, ada yang dari Sulawesi Utara, ada yang dari Bandung, Jogja, dan Surabaya. Bagi saya (dan juga teman-teman) yang suka berteman, blog saat bermanfaat untuk memfasilitasi bertambahnya teman-teman kita..
Nah, kembali lagi ke topik sahabat pena. Saat ini, apakah teman-teman (yang pernah punya sapen) masih melanjutkan aktivitas bersahabat pena itu? Dan kalo boleh berkhayal, kira-kira kapan terjadinya ya, anak-anak yang mengirim surat ke majalah Bobo mengatakan:
Bo, aku ingin punya sahabat blog, bagi yang ingin bertukar link, kunjungi blog aku ya, blabla.blogspot.com
Hehehe, bukan hal yang mustahil terjadi bukan?
Ayo ngeBlog!
Popularity: 9% [?]

Ayo ngeBlog! ini ada untuk memotivasi masyarakat Indonesia supaya bersegera menjadi blogger, apapun profesi awalnya. Tidak cuma jadi blogger yang biasa saja, tapi harus jadi blogger yang bermanfaat!. 




wahh shabat pena…
kayaknya aq lebih minat de… daripada facebook.
ada gak yaw…..???
sahabat pena yang online g2….
hehehehe
waktu sd, aku pernah ngirim surat pembaca ke apa kabar bo?
hasilnya, banyak surat berdatangan ke rumah ku untuk jadi sahabat pena
yah gak kurang dari 10 orang dari berbagai provinsi di Indonesia
tapi sekarang sudah nggak lagi…
mungkin kecanggihan alat komunikasi yaitu internet membuat orang malas untuk mengirimkan surat karena harus beli kertas surat, amplop, perangko, belum lagi ke kantor posnya itu lo, yang males…