Jum’at lalu, 25 April 2008 seperti biasa saya membaca koran Republika setiap pagi. Alhamdulillah, saya menemukan satu berita (sayangnya nggak dapet berita onlinenya) membahagiakan lagi bagi kampanye Ayo ngeBlog!, yaitu berita yang berjudul Santri Pun Bisa Membuat Web-Blog
Berita tersebut menyebutkan bahwa para santri beberapa Pondok Pesantren (PP) di Serang diberi pelatihan untuk membuat blog. Pelatihan yang berjudul “Pelatihan Internet, Wahana Syiar Digital Indigo” tersebut diselenggarakan oleh Telkom dan Republika. Dalam pelatihan selama dua hari tersebut, para santri tersebut belajar tentang manfaat internet, cara membuat blog (blogspot), juga belajar cara menulis berita, opini, dan artikel-artikel keislaman. Dengan pembekalan tersebut, diharapkan para santri yang tergabung dalam komunitas Indigo (Indonesian Digital Community) ini mampu berdakwah lewat di Internet.
Berita tersebut menyebutkan, misi dakwah ini terdorong oleh banyaknya konten porno di Internet. Berita tersebut memberi contoh bahwa apabila kita mengetikkan keyword ‘porn’ di situs pencari, hasil pencarian yang muncul mencapai 200 juta lebih, bandingkan dengan mengetikkan keyword ‘Islam’ yang hanya 50 juta.
Itu hanya sebuah contoh dimana konten-konten negatif dan tidak bermanfaat (contohnya pornografi) memiliki jumlah jauh lebih banyak dibandingkan dengan konten-konten bermanfaat. Dan memang, secara umum pornografi di Internet memang sangat mencengangkan. Mas Romi Satria Wahono sendiri telah mengupas tuntas tentang pornografi di Internet lewat tulisannya Kupas Tuntas Pornografi di Internet. Dia menyebutkan beberapa fakta ini:
Tahukah anda beberapa kenyataan ini?
- Setiap detik, 3075,64 USD dibelanjakan untuk pornografi
- Setiap detik, 28258 pengguna internet melihat situs pornografi
- Setiap detik, 372 pengguna internet mengetikkan kata kunci yang berhubungan dengan pornografi di mesin pencari
- Jumlah halaman situs pornografi di dunia saat ini mencapai 420 juta
Mencengangkan? Ya, dan juga sangat memilukan.
Secara umum, konten-konten lokal (berbahasa Indonesia) yang bermanfaat memang berjumlah sangat sedikit. Contohnya adalah jumlah artikel Wikipedia yang berbahasa Indonesia, baru lewat angka 10.000 artikel.

Bandingkan dengan dengan yang berbahasa Inggris, yang sudah lewat dari 2 juta artikel.

Mengapa halaman-halaman website (konten-konten) berbahasa Indonesia amat diperlukan dalam jumlah yang banyak? Pertama, kita tahu sama-sama bahwa masyarakat Indonesia sebagian besarnya kurang lancar berbahasa inggris. Walaupun informasi di Internet yang jumlahnya sampai ratusan juta ini sangat lengkap, tapi kalo yang bisa dimengerti oleh masyarakat Indonesia hanya sedikit, kita tidak akan mendapatkan informasi apa-apa dari Internet.
Kedua, khususnya bagi website lokal yang letak servernya adalah di Indonesia, hal ini akan menghemat biaya pembayaran bandwidth kita ke luar negeri.
Namun sesungguhnya, setiap kali kita mengakses situs-situs di luar negeri, ISP harus membayar biaya bandwidth ke luar negeri dalam mata uang asing (USD). Padahal, jika content –termasuk blog– tersebut ada di server lokal di Indonesia, tidak ada akses ke luar negeri, sehingga biaya bandwidth ke luar nol. Makin banyak content lokal, makin iritlah biaya bandwith ke luar negeri. Pak Nukman Luthfie – Dagdigdug.com: Ngeblog Bukan Tren Sesa(@)t
Hal serupa disampaikan oleh Jim Geovedi, sebagaimana diberitakan oleh Detikinet
Kemudian Jim menegaskan bahwa salah satu penyebab mengapa orang kemudian tertarik untuk mengakses konten dari luar negeri, dan juga menghabiskan bandwidth menurutnya, adalah sangat minimnya konten lokal berbahasa Indonesia.
“Sudah saatnya kita membangun konten-konten lokal, agar masyarakat Indonesia tak lagi harus menghabiskan bandwidth karena (tergantung pada) konten di luar negeri,” ujar Jim menegaskan.
Pada kesimpulannya, budaya membaca dan menulis, yang dalam hal ini difasilitasi oleh blog, memiliki peran sangat penting sebagai sarana memperbanyak konten-konten positif dalam bahasa Indonesia. Apabila konten positif berbahasa Indonesia jumlahnya banyak, masyarakat Indonesia yang saat ini semakin melek Internet akan mendapatkan hal-hal positif di Internet dan tidak terjebak oleh hal-hal yang tidak bermanfaat (misalnya pornografi). Pada akhirnya, masyarakat Indonesia akan menjadi masyarakat yang cerdas dan mencerdaskan.
Oleh karena itu, Ayo ngeBlog!, karena masyarakat Indonesia amat membutuhkan tulisan-tulisan kita! Setuju?
Popularity: 6% [?]

Ayo ngeBlog! ini ada untuk memotivasi masyarakat Indonesia supaya bersegera menjadi blogger, apapun profesi awalnya. Tidak cuma jadi blogger yang biasa saja, tapi harus jadi blogger yang bermanfaat!. 




yyuuukkkk kita promosikan blog sebagai media tulis-menulis dan media pembelajaran.
keep blogging, keep writing !!!
Wah.. kemajuan nih.. sudah sampai ke level selanjutnya. Trus ada kabar dari Pak Roy Suryo nda?? Udah bikin blog dia?? Apa masih keukeuh…
(“Oleh karena itu, Ayo ngeBlog!, karena masyarakat Indonesia amat membutuhkan tulisan-tulisan kita! Setuju?”)
Sebenarnya kalimat diatas itulah yang harus menjadi rujukan untuk mendirikan sebuah blog (menurutku)
Aku berharap agar blog mas ilman ini akan membawa visi seperti kalimat diatas—
Salah Kenal
Salam kenal
hemn… nice blog…
saya kira emang sekarang lagi jamanya blog…
@misisawa : follower of roy suryo :-p
Gila…. Berarti hutang Indonesia bisa lunas dalam waktu kurang dari 1 bulan! Itu juga klo yang punya semua situs pornonya Indonesia… heheh ( Bercanda ) visit ma blog yap
buktikan bahwa blog bukan tempat kaum pengecut
http://www.kenduri-cinta.blogspot.com/ salah satu blog yang sedikit religius
Salam kenal, saya mo ikutan neh…ini blog saya :
http://www.wartawangoblog.wordpress.com
terima kasih