Layanan Blogger di Harian Umum Syndrom atau Trend?
Kehadiran Blog menjadi media alternative dalam mengekspresikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan dialami. Memang sangat menyenangkan.
Betapak tidak, belakangan ini di Harian Umum (HU) tengah menyediakan layanan blogger. Linhat saja, HU Detik, Tempo, Kompas, Suara Merdeka untuk kalangan media nasional dan Tribun Jabar dalam ruang lingkup Bandung.
Semula weblog hanya digandrungi oleh pengiat dan pemerhati blog yang tergabung dalam komunitas tertentu saja. Kini, media cetak pun ikut menumbuh kembangkan media online ini.
Namun, marakya kolom blogger di Koran membuat Fardi, salah seorang pengurus LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) Bandung angkat bicara ‘Wah…jangan-jangan maraknya layanan blog di Koran itu merupakan trend semata.’
Ya orang-orang lagi gila dengan dunia ngeblog. Baru media cetak pun ikut-ikutan nampilin blog. Benerkan? Jelasnya.
Hal senada juga diamini oleh seorang aktivis mahasiswa yang enggan disebutkan namanya ‘Ya itu kan syndrom saja. Lagian komunitas blogger masih elit jika dibandingkan dengan kelompok gerakan petani yang sampai ke gress root’.
Apalagi dengan adanya layanan di Harian Umum. tambah elit saja, cetusnya.
Nah, bila anggapan yang melekat pada sebagian masyarakat terdapatnya ruang blog di HU hanya syndrome dan trend belaka, maka kira-kira menurut para blogger mania gimana? [Ibn Ghifarie]
Ayo Ngeblog, Ayo Ngement Juga!!
Cag Rampes, Pojok Sekere Kere, 15/02/08; 21.12 wib
Popularity: 10% [?]
Suka dengan Ayo ngeBlog?
- Blogger Membuat Dunia Jadi Lebih Baik!
- Kompas Minggu: Mengenal Blog dan Blogger
- Dibalik “Blog Adalah Trend Sesaat”: Sebuah Tambahan Sudut Pandang
- Ini Dia, 3 Besar Blog yang Paling Banyak Me-Refer ke Ayo ngeBlog!
- Hasil Survey Blogger 2009
Tulisan Random
Komentar
Tampilkan foto / icon (gravatar) kamu di samping komentar. Bagi yang belum daftar silahkan daftar dulu di situs gravatar. Berlaku secara global di seluruh web / blog yang menyediakan fasilitas gravatar.
*******************************************************************************************************
“Lagian komunitas blogger masih elit jika dibandingkan dengan kelompok gerakan petani yang sampai ke gress root’.”
————————-
Saya kok ngga setuju kalau kategori elit ditempelkan pada blogger, dibandingkan dengan petani yang dianggap ndeso. Setidaknya, petani itu lebih melakukan karya nyata dalam menyediakan pangan buat orang-orang sok elit. (Mohon maaf) tidak seperti blogger yang terkadang hanya bisa nulis teori doang.
Jangan remehkan petani. Blogger mungkin lihai menulis tentang beras impor, kedelai impor, harga sembako melonjak, dsb. Tapi SIAPA yang riil di lapangan mengerjakan semua pekerjaan bergelimang tanah, becek, menebarkan benih, menunggui tanaman dari hama, merasakan mahalnya pupuk dan pestisida sampai harus berhutang? BUKAN BLOGGER, tapi PETANI.
Seharusnya petani di Indonesia ditempatkan sejajar dengan kaum sok elit yang hanya bisa berbelanja di supermarket, kena hujan dikit aja rewel, kecipratan lumpur ngomel.
ya tinggal kita liat, bertahan berapa lama ituh..
trus tinggal kita tulis di blog masing masing.
dan biarkan mereka mbaca..
@ Andra: Apa yang diangkat oleh Ibnu tersebut hanyalah stigma sebagian besar masyarakat kita. Elit atau tidak itu hanya perbedaan persepsi saja dan bukan termasuk suatu hal yang sifatnya objektif. kalau sampayean mengatakan bahwa profesi petani itu adalah sebuah profesi “elit”, maka itu tidaklah salah secara argumen yang anda kemukakan itu cukup beralasan. Nah sekarang, bagaimana cara kita untuk merubah pandangan “miring” masyarakat pada profesi petani? tentunya ini menjadi PR yang besar untuk kita
Menarik banget. Cuma menurut saya ada beberapa hal penting dan mendasar yang harus diperhatikan dalam melihat ‘trend’ yang ditulis mas ibnu ini karena menurut saya dia jauh berbeda dan tidak semua bisa disebut “layanan blog di harian umum” atau mungkin maksudnya media mainstream/ arus utama ya..
Terkait tulisan di atas, saya melihat ada paling tidak 4 macam media dan cara mereka memanfaatkan blog yang menurut saya tidak boleh dicampur aduk, yaitu:
1. Media yang MEMILIKI BLOG, contohnya: blog.tempointeraktif.com sama liputan6.com. Ini sih fungsinya lebih ke blog media, jadi semacam ‘behind the scene’ dari si media atau juga untuk memberikan kesempatan tokoh media untuk ngeblog di luar media utama mereka.. Ini sih menurut saya menarik banget karena kita bisa tahu pemikiran masing2 insan media di luar tulisan atau karya mereka di media utama dan bisa menjadi semacam PR buat perusahaan mereka. BBC dan Washington Post adalah salah satu yang berhasil melakukan ini..
2. Media yang MENGAJAK SERTA BLOGGER/ atau masyarakat umum/ bukan wartawan untuk menulis di media mereka melalui blog atau bahkan juga di media utama mereka. Contohnya adalah kompascommunity.com. Dalam hal ini dia mengadaptasi citizen journalism. Ini juga menarik karena bagaimanapun ‘laporan’ dari masyarakat selalu menarik dan punya nilai tersendiri dibandingkan laporan wartawan biasa.
3. Media yang ‘MENGUMPULKAN’ BLOG dan blogger mereka. Ini nih yang dilakukan sama suaramerdeka.com dan tribun jabar. Malah menurut saya blog.suaramerdeka itu bukan blog tapi aggregator yang cuma ‘menangkap’ posting2 blogger lain dan anehnya kok disebut Komunitas BLogger Jawa Tengah dan Sekitarnya.. Nah, ini nih yang menurut saya agak salah kaprah dan jadi terkesan tidak relevan..
3. Media yang MENYEDIAKAN LAYANAN BLOG. Nah ini adalah seperti yang dilakukan oleh detik.com. Ini sih sama aja kayak wordpress atau blogger.com alias cuma penyedia. Meskipun sayang sekali kalau detik tidak memanfaatkan konten2 mereka untuk juga dimuat detik.com.
Beda-beda kan? Dan nggak semuanya bisa disatukan. Jadi harus dilihat secara terpisah-pisah..
Kalau dilihat sebagai trend belaka, ya bisa jadi begitu. Waktulah yang akan menentukan apakah media-media itu sekedar trend belaka.
Jadi kalau dibilang media ikut2an gila ngeblog, emang benar dan menurut saya sah-sah saja. Tapi ada yang memanfaatkannya secara efektif, ada yang masih salah kaprah.. hehe
Nah, kalau ada aktifis kayak yang dikutip di atas yang melihat sisi elit2an apalagi membandingkan blogger dengan petani, walah.. kok saya ndak lihat ada hubungannya ya… Saya malah meragukan si aktifis itu paham nggak sih dengan masalah yang dibahas?
Bagi saya ketika ada yang merasa bahwa blogger adalah satu komunitas elit dan hebat, atau ketika punya blog jadi merasa kayak punya mobil baru, nah yang begini ini baru disebut trend belaka, gaya2an belaka.
Tapi ketika ada blogger yang tulisannya atau karyanya atau postingannya bagus dan bisa mempengaruhi banyak orang, atau bermanfaat buat orang lain, terlebih lagi dia kemudian konsisten untuk terus ngeblog, nah iitu bukan sekedar trend karena dia sadar banget bahwa BLOG ITU BUKAN SEGALANYA, BLOG CUMA MEDIA!
Wah jadi dapet ide nulis lagi deh..
@JaF
wah, mas, itu aja udah satu postingan sendiri buat ditulis di blog..
tentang detik, blog detik menggunakan engine blog yang udah jadi, yaitu wordpress.. sedangkan provider blog yang asli made in indonesia itu http://www.catatanku.com.. masih belum banyak yang make ini sayangnya..
sebenernya media yang ngeblog itu bukan karena media yang peduli, lebih ke ada blogger di media, ketika di tempo ada subdomain blog, itu tidak terlepas dari pengaruh mas wicak dan mas budi, ketika di lampost pernah ada bahasan tentang aktivitas blogger lampung, itu tidak lepas dari peran sang wartawan yang blogger juga, begitupun di media-media mainstream yang udah ngelirik blog dan blogger tidak terlepas dari peran aktif blogger dalam memberikan wacana pada media itu.
tentang elit-elitan mah, saya setuju sama bung JaF, nggak ada hubungan, karena emang beda ranah, petani yah di sawah, orang seperti kita yang rutinitas di dunia maya, yah harus memberikan kontribusi sesuai jalur, nggak lucu kalo kita harus memaksakan diri seperti petani, walaupun kalo menurut saya nilai pengabdiannya sama, dan nilai pemenuhan kebutuhan matreri juga sama, petani mau berkotor2an sebenernya bukan peduli-peduli amat dengan keadaan pangan, sedikit sekali petani berpikir seperti itu.
mungkin juga sama, ada juga beberapa blogger yang emang mencari kesenangan dan untuk pemenuhan kebutuhan materi makanya dia ngeblog, sedikit yang lebih karena perduli dalam pemenuhan informasi yang gratis to.
intinya nggak nyambung atuh bilang lebih elit blogger daripada petani.
*lagi menunggu di lamar media mainstream untuk mengelola blog mereka sekaligus nunggu diminta ngisi kolom khusus ngeblog di media he he he he*
Wah…wah setelah lama ga berkunjung kesini, blog ini makin bertumbuh aja. Komentarnya semakin berkualitas… Ini baru blog
Blog itu syndrom atau trend ya ?
Menurutku sih awalnya hanya sekedar trend aja. Mungkin saat ini ada sedikit rasa bangga kalau ditanya temen, “Fad ada alamat blog nya ga? Minta donk, entar saling berkunjung ya…”
Namun dari sekedar trend, entar nantinya akan jadi kebutuhan. Seperti kebiasaan bagi beberapa orang untuk membaca koran di pagi hari sambil menyeruput kopi hangat…
Mungkin nanti kebiasaan membaca koran di pagi hari akan beralih ke membaca blog sambil menyeruput air putih panas… (hehehe soalnya duit buat beli kopi dipake buat bayar koneksi internet, jadinya ya air putih panas aja….
)
@Andra
Ga bisa emang menyejajarkan antara petani dan blogger. Bagai langit dan bumi. Dan emang ga selayaknya dibandingkan.
Petani berkarya dengan tenaganya untuk menanam tanaman yang akhirnya menjadi makanan fisik kita, sedangkan blogger berkarya dengan tulisannya untuk memberikan makanan rohani kita.
Adil kan ?
@ Hair
Wah, ini blog tentang petani ya… kok debatin petani sih.. hehehe. Oh ya, ada yang tau blognya petani ?
@ JaF
Wah, ini mah bukan komen, tapi artikel… hehehe
Sebenarnya ada bagus nya kalau media-media ikutan latah ngeblog. Bukannya itu membantu kampanye untuk ngeblog. Sejalan dengan cita-cita Ayo ngeBlog.com untuk mencapai 1 juta blogger di 2008.
Lumayan, jadi kerja Ayo ngeBlog ga berat-berat amat.
@ Ilman
Man, menurutku ga masalah mau pake provider blog yang mana. Mau blogger, wordpress, typepad, catatanku, atau yang lainnya. Yang penting mah ngeblog… Ya kan ?
Itu hanya masalah kebiasaan aja. Kalau si user udah nyaman dengan salah satu provider, biar aja. Sekali lagi, yang penting ngeblog.
@ Admin Seruit
Sepakat aja…
Wah, lagi nyari lamaran ya… Mau kerja ama saya ? jadi tukang bersihin keyboard… hahaha canda…
“tak ada makan siang yang gratis” kira2 begitu pepatahnya.
Sepertinya untuk kepentingan bisnis mereka. Jadi ngikutin trend yang ada
[...] Ketika kegiatan ngeblog telah menjadi trend di masyarakat, dan ketika beberapa orang mulai menjadi full time blogger, dan kegiatan ngeblog mulai menjanjikan kehidupan yang nyaman (secara moril dan materi), akankah blogger menjadi sebuah profesi yang diakui ? [...]
inikah yang disebut dengan citizen jurnalis. kalau reka rekan blogger pernah denger tentang ephistoholik pernah nggak.. yaitu sebuah sindrom untuk menulis surat pembaca. dan pelopor surat pembaca itu adalah orang berasal dari kota kecil di jawa tengah (wonogiri) berikut petikan kalimat yang ada di blog beliau.
“Sejarah awal. Pohon palem yang tidak terurus di Alun-Alun Utara Solo merupakan embrio paling awal gagasan berdirinya komunitas Epistoholik Indonesia (EI). Saat itu, antara tahun 1973 atau 1975, saya menulis surat pembaca ke surat kabar Suara Merdeka, memasalahkan pohon palem yang terlantar tersebut.
Surat pembaca saya dimuat. Pohon palem itu tidak jadi mati, disirami, dan terpelihara hingga tumbuh besar. Saya pun segera kecanduan untuk terus menulis surat-surat pembaca. Benih komunitas Epistoholik Indonesia mulai disemaikan.
Pencetus Epistoholik Indonesia : Saya, Bambang Haryanto, penulis surat pembaca sejak tahun 1973. Orang Jawa berstatus WNA (WoNogiri Asli), Jawa Tengah. Gagasan dan cita-cita komunitas Epistoholik Indonesia dalam memanfaatkan fenomena blog di Internet guna memberdayakan potensi warganya dalam berbagi wawasan, kearifan dan ilmu pengetahuan sebagai wujud demokratisasi, telah memenangkan Mandom Resolution Award 2004 dan tercatat di Museum Rekor Indonesia dengan Piagam No. 1441/R.MURI/III/2005. Tanggal 27 Januari (2005) telah pula dideklarasikan sebagai Hari Epistoholik Nasional.”
dulu mungkin surat pembaca hanya lewat media surat thok. sekarang diejawantahkan lewat dunia cyber dan media tersebut jelas menangkap ada peluang pasar dari situ. selain ada juga mungkin sisi pemberdayaan citizen jurnalisme tadi..
jadi semakin banyak yang neblog semakin bagus.. dan bener kata mbak tia biarkan seleksi alam yang menentukan.. bukankah semakin banyak yang ngeblog target kita 1 juta orang semakin cepat terealisasi…. heheheheheh gak perlu sejuta sih benarnya 500 ribu juga asal kualitasnya terjaga……..
met ngeblog dan met nikmati teman2 baru kita yang “dilahirkan” prematur… hehehehehhe
Semula webblog hanya digandrungi oleh pengiat dan pemerhati blog yang tergabung dalam komunitas tertentu saja
weblog, … bukan webblog
Kajian sobat “Ibnu” mengenai fasilitas blog di koran-koran, menarik. Biasa, media-media mainstream itu senantiasa telat mengadopsi hal-hal baru.Tetapi yang patut ditunggu, apakah wartawan mereka juga ngeblog ? Kalau tidak, ya rada percuma. Selama ini kan wartawan hanya selalu bicara sama nara sumber, dan ketika ngeblog mereka sebenarnya bisa membuka diri untuk berbicara dengan pembaca. Sayangnya, sampai di tahap ini biasanya mereka “jeri” dan defensif.
Ada kolom menarik dari Azrul Ananda (boss muda Jawapos) yang mengatakan di JP (1-2/7/08) bahwa kini penikmat Formula 1 banyak yang lebih pintar dibanding mereka (wartawan) yang menulis mengenai F-1 di koran-koran. Dunia kini sudah terbalik, dan apa wartawan MSM apa bersedia ramai-ramai ngeblog dan berbicara kepada pembacanya ? Betulkah mereka malah jadi “ngeri” ?
Apa betul dugaan saya ini ? Komentar Anda-anda kami tunggu.
Kembangkan Wawasan Dengan Nge-Blog…
Anda tentunya pernah dengar atau baca slogan “ hari gini kaga’ punya blog”. Memang benar dengan kemajuan teknologi informasi belakangan ini mempunyai blog bukan barang asing lagi. Kebiasaan ini menggeser kebiasaan menulis di buku harian yang bebe…

Ayo ngeBlog! ini
ada untuk bilang ke masyarakat Indonesia,
"eh, nge-blog yuk, soalnya nge-blog itu asik banget, bermanfaat bagi kita
dan orang lain, bahkan bisa mencerdaskan bangsa kita lho!". ayoNgeBlog.com
ini ada untuk memotivasi masyarakat Indonesia supaya bersegera menjadi blogger,
apapun profesi awalnya. 







admin seruit
19 February 2008 | 7:33 |
the whos must go on, trend sesaat? jadi inget kata beliau, hi roy!