Andra: Baca Blog-ku Saja

* Catatan: Di bawah ini saya copy paste tulisan yang sangat menarik dari blog milik Andra, seorang teman yang pertama kali saya kenal dari  kronologger.com. Tulisannya ini buat saya sangat menarik karena di saat ketika kita ramai-ramai mengajak orang ngeblog, saya justru merasa bahwa dia mengingatkan kita untuk realistis dalam melihat fenomena ngeblog yang sedang mewabah. Saya yakin Andra tidak bermaksud mengecilkan semangat ngeblog kita, tapi membaca tulisannya saya diingatkan untuk selalu mencamkan dalam hati bahwa blog itu hanya sarana, hanya media dan harus diletakkan pada konteksnya. Oya, tulisan ini saya muat tentu atas ijin Andra. Sumber aslinya ada di akhir tulisan ini. Selamat membaca !  -JaF-

**

Blog sebagai salah satu alat untuk berbagi ilmu, koleksi lagu/gambar/video, pemikiran, uneg-uneg, atau hanya sekedar buku harian online saat ini makin banyak jumlahnya. Pemilik blog melalui blognya seakan mendapatkan eksistensi dirinya di dunia maya. Banyak pula yang kehidupan dunia nyatanya ikut dipengaruhi oleh keberadaan blog.

Setelah menulis sebuah posting ke dalam blog, lantas apa yang diinginkan oleh si pemilik blog?

Ada sebagian blogger yang cukup puas dengan hanya menuliskan apa saja yang terlintas di kepalanya, sebagai tempat curhat, seolah buku harian online. Blog menyediakan fasilitas komentar, agar si pemilik blog dapat berinteraksi dengan pembaca blog tsb. Bila tidak ingin dikomentari pembaca, fitur ini bisa dinonaktifkan.

Sebagian blogger lainnya menginginkan agar blognya ramai dikunjungi dan banyak komentar yang ditinggalkan oleh setiap pengunjung. Tendensinya pun ada bermacam-macam. Ada yang ingin blognya ramai agar mendapatkan banyak teman, serta mendiskusikan pemikirannya dengan banyak orang, siapa tahu dapat menambah kawan dan ilmu/pengetahuan. Sebagian lainnya mungkin ‘berotak bisnis’, mengumpulkan sen demi sen dolar sembari nge-blog yang diperoleh dari hasil afiliasi atau yang semacam adsense. Sebagian yang lain lagi mungkin hanya ingin agar blognya menjadi blog terpopuler di dunia maya, tanpa terlalu memikirkan perolehan uangnya. Semua sah-sah saja.

Jika anda ingin blog anda ramai dikunjungi orang, apa yang anda lakukan? Sebagian pemilik blog melakukan hal-hal berikut ini untuk mempromosikan blognya:

  1. Mencantumkan pranala blog di kartu nama, di bagian tanda tangan e-mail, di milis (dengan resiko dianggap spam).
  2. Memberitahukan pranala blog pada teman, rekan kerja, kalau perlu kepada setiap orang yang dikenal atau baru kenal pun boleh. Tentunya diberi embel-embel: “Sering-sering kunjungi blogku ya”
  3. Membuat postingan yang bermutu, berisi informasi yang sekiranya banyak diminati orang.
  4. Mengikuti komunitas-komunitas blogger.
  5. Banyak mengunjungi dan meninggalkan komentar (tentunya dengan identitas pranala blog anda) pada blog-blog lain.
  6. Mencetak stiker bertuliskan pranala blog untuk ditempel di bodi mobil, motor, kaca depan rumah (hihihi… boleh aja kan).
  7. Mengiklankan blog di media massa  (ini sih biasanya untuk blog yang pemiliknya berorientasi bisnis, pendidikan, sosial, politis. Blog pribadi lazimnya jarang sekali yang diiklankan, kecuali pemiliknya adalah seorang tokoh terkenal / selebriti).

Apakah blog akan menggantikan seluruh piranti komunikasi anda dengan semua orang?
Apakah anda akan menjawab, “Baca blog-ku aja deh” apabila ada seseorang-tak-peduli-siapa yang menanyakan kabar / aktivitas anda saat ini?
 Jawabannya tentu terserah anda.

‘Demam’ blog memang telah merasuki sebagian masyarakat Indonesia, utamanya masyarakat pengguna teknologi informasi dan sepertinya lebih banyak yang termasuk generasi muda (usia di bawah 40 tahun). Namun bagi sebagian yang belum mengenal blog, mungkin blog memang belum menjadi bagian gaya hidup mereka. Wajar saja. Tidak perlu memaksakan seseorang harus punya blog. Tidak semua orang suka nge-blog, bukan?

Untuk teman-teman / kenalan yang saya ketahui sering mengakses internet, saya akan lebih sering mengatakan, “Baca blog gue dong…” pada mereka.

Untuk teman-teman dan/atau kerabat saya yang belum mempunyai blog, dan jarang mengakses internet. Ketika mereka menanyakan kabar saya melalui ponsel misalnya, tentunya akan saya jawab melalui ponsel itu juga. Atau bila berbicara lisan, ya langsung dijawab dengan cerita lisan pula.

Untuk relasi / kenalan yang bersifat resmi, misalnya bos / klien proyek, saya akan menjawab pertanyaan dengan media komunikasi yang sama dengan mereka.

Untuk orang yang saya sayangi (ehm..), saya menggunakan media komunikasi yang bervariasi, bila ditanya via ponsel ya jawab via ponsel, tanya via messenger ya jawab juga di messenger, dan seterusnya.

Apabila kita terlalu fokus pada promosi blog kita ke setiap orang, bagaimana dengan hubungan interpersonal? Menurut saya, tidak semua hubungan interpersonal dapat dicapai dengan komunikasi melalui blog. Silaturahmi, keramahtamahan, senyum yang tersungging, kemarahan, omelan, canda tawa, semua ekspresi manusia seyogyanya sesuai dengan konteks tempat, waktu, dan dengan siapa kita berkomunikasi.

Membaca blog saya bukanlah suatu keharusan bagi orang lain. Mau baca ya silakan, engga ya monggo saja. Tidak semua ‘dunia’ / komunitas dapat kita paksakan untuk goes to blog. Mari kita gunakan blog dengan bijak, masih ada ‘dunia di luar sana’ yang belum memerlukan kehadiran blog, melainkan kehadiran media komunikasi yang lain.

Penulis: Andra
Sumber asli:  http://andra.web.id/2008/02/15/baca-blog-ku-saja/

28 Responses to “Andra: Baca Blog-ku Saja”

  1. 18 February 2008 at 21:34 #

    Selamat buat Andra.

    Makasih atas tipsnya. Sukse selalu.

    Ayo Ngeblog, Ayo Ngoment Juga!!

  2. 19 February 2008 at 10:13 #

    “Menurut saya, tidak semua hubungan interpersonal dapat dicapai dengan komunikasi melalui blog. Silaturahmi, keramahtamahan, senyum yang tersungging, kemarahan, omelan, canda tawa, semua ekspresi manusia seyogyanya sesuai dengan konteks tempat, waktu, dan dengan siapa kita berkomunikasi.”

    oleh karena ituh diadakan kopdar..

  3. 19 February 2008 at 13:16 #

    @tikabanget: sorry Tika, that’s not my point here. Kopdar hanya salah satu ajang ketemuan bagi SESAMA blogger. Yang saya tuliskan di postingan ini adalah, komunikasi antara blogger dan non-blogger, misalkan dengan orang yang lebih tua / yg selayaknya dihormati, dengan saudara/kerabat, apakah dengan serta merta blog dapat menggantikan alat komunikasi interpersonal gitu. Apakah cukup sopan dengan menjawab “baca blog-ku saja” ketika seseorang menanyakan kabar/aktivitas kita?

    Disini ETIKA yang lebih berperan. Saya juga tau kalo kopdar itu ajang ketemuan blogger yg kebanyakan belum pernah bertemu di dunia nyata. Tapi kayaknya kamu belum mudeng maksud yg terkandung di postingan saya ini deh ;-) thanks anyway

  4. 19 February 2008 at 13:20 #

    seorang teman pernah mengingatkan gw waktu gw lagi puncak2nya semangat ngajakin orang bwt ngeblog, kalo blog itu bukan segala-galanya.. dan gw jadi inget, kalo blog itu bukan hal yang paling utama dalam hidup.. yang paling utama tentu saja beribadah, terus mencari penghidupan, kuliah, beraktivitas lainnya.. blog hanyalah salah satu aktivitas positif yang saling melengkapi dengan aktivitas lainnya..

  5. 19 February 2008 at 21:15 #

    Thanx a lot for you Andra…
    salam kenal ya.. :)
    klo gitu, kunjungi blog ku juga dong..he..he.. ;)

  6. 20 February 2008 at 15:53 #

    Maksud Andra mungkin adalah blog merupakan salah satu sarana komunikasi di antara alat komunikasi lainnya seperti surat menyurat, berdialog, pidato, radio, tv, juga internet termasuk blog.. Dengan klasivikasi seperti itu tentu masing-masing media beda cara berkomunikasinya termasuk blog.
    Memang blog bukan segala-galanya.. :) salam

  7. 21 February 2008 at 8:24 #

    Wah dalem banget neh postinganna bro andra (and the backbone :D )eniwei,betul juga tuh bahwa tidak semuanya komunikasi harus lewat blog,,saya jarang ngeblog di blog pribadi saya kok,seringnya collect mp3 download,,hehe…

  8. katora
    23 February 2008 at 18:21 #

    aku jadi mau juga ikut2an ngeblog ah…biar banyak temen.
    Jadi teringet-inget kata mama nih:”banyak temen,banyak rejeki”.eh…jangan diplesetin”banyak anak,banyak rejeki”loh…2 aja cukup.sori nih…’ngalor ngidul’

  9. katora
    23 February 2008 at 18:40 #

    ..

  10. 26 February 2008 at 1:36 #

    blog merupakan cara mudah ‘terkenal” lewat internet.. oya mungkin selain 7
    1. Mencantumkan pranala blog di kartu nama, di bagian tanda tangan e-mail, di milis (dengan resiko dianggap spam).
    2. Memberitahukan pranala blog pada teman, rekan kerja, kalau perlu kepada setiap orang yang dikenal atau baru kenal pun boleh. Tentunya diberi embel-embel: “Sering-sering kunjungi blogku ya”
    3. Membuat postingan yang bermutu, berisi informasi yang sekiranya banyak diminati orang.
    4. Mengikuti komunitas-komunitas blogger.
    5. Banyak mengunjungi dan meninggalkan komentar (tentunya dengan identitas pranala blog anda) pada blog-blog lain.
    6. Mencetak stiker bertuliskan pranala blog untuk ditempel di bodi mobil, motor, kaca depan rumah (hihihi… boleh aja kan).
    7. Mengiklankan blog di media massa (ini sih biasanya untuk blog yang pemiliknya berorientasi bisnis, pendidikan, sosial, politis. Blog pribadi lazimnya jarang sekali yang diiklankan, kecuali pemiliknya adalah seorang tokoh terkenal / selebriti).
    bisa juga
    8. menganti default page disetiap warnet dengan URL blog kita. jadi setiap orang masuk warnet dan make kom tersebut otomatis langsung masuk ke blog kita… berharap aja warnetnya gak make sofware semacam go back (buat restore keseting awal) karena terbukti… setiap aku ngenet dimana pun juga seting defaul IE ataupun Mozilanya aku ganti ke URL ku…. jadiii……..

  11. 1 March 2008 at 21:12 #

    makasi infonya mas..
    salam kenal buat semuanya..
    klik: http://simpanglima.wordpress.com/

  12. 17 June 2008 at 17:08 #

    >>arista: “menganti default page disetiap warnet dengan URL blog kita. jadi setiap orang masuk warnet dan make kom tersebut otomatis langsung masuk ke blog kita… berharap aja warnetnya gak make sofware semacam go back (buat restore keseting awal) karena terbukti… setiap aku ngenet dimana pun juga seting defaul IE ataupun Mozilanya aku ganti ke URL ku…. jadiii……..”

    Penasaran, caranya gimana yah? japri dong! tx yah…masih belajar melulu nih padahal dah setahun ngeblog, tapi gonta ganti blog melulu, halah…kapan seriusnya yah? :-)

  13. 8 July 2008 at 12:42 #

    blog tetep sah2 aja yg penting jangan lupa dunia real nya aja…. hehehe

    keep posting wae yah….. bagus tuh punya si andra…

  14. 26 July 2008 at 10:49 #

    Ocre banget ulasan moe. BTW akoe numpang promo, maklum masih bau kencur. Klik http://www.dhewidja.multiply.com

  15. 11 August 2008 at 21:24 #

    salam kenal tukyman.blogspot.com

  16. 25 September 2008 at 14:59 #

    wah blog nya nice yupz….

    salam kenal yap…

    (blogger newbie yang baru belajar jalan)

  17. 9 November 2008 at 15:36 #

    kayaknya bagus ya. tapi ga tau juga, abis baru liat sih. lagian juga orang cuma ngintip buat belajar buat blog. tapi aku ga nyontek ya.
    salam kenal.

  18. 18 August 2009 at 23:38 #

    Selamat pagi,

    Saya setuju dengan andra tentang ngeblog.
    Walaupun tujuan ngeblog itu banyak dan sesuai dengan kepentingan masing2 tetapi menurut saya etika ngeblog itu penting untuk kesinambungan komunitas blog di tanah air

    sekian dan terimakasih

  19. 21 August 2009 at 9:03 #

    sangat inspiratif, dan memang benar blog bukan untuk semua orang dan bukan segala-galanya

  20. Kadir
    22 October 2009 at 15:25 #

    Sepakat….
    Numpang iklan ya….
    Telah terbit buku baru,
    Oktober 2009

    MEREKYASA MASA DEPAN: Sebuah Refleksi Untuk Aksi…
    Karya: Syamsudin Kadir/085 320 230 299

    Kata Pengantar Tokoh
    Oleh: Fahri Hamzah, SE, ME
    (Deklarator dan Ketua Umum KAMMI Pusat 1998)

    Anak muda asal Nusa Tenggara yang munuliskan langit pemikirannya dalam buku ini adalah monumen kecil yang tertanam antara tahan-tahun masa transisi kita. Sepuluh tahun usia reformasi sudah berlalu, kini bangsa Indonesia memasuki sepuluh tahun kedua. Tantangan yang dihadapinya pun semakin kompleks, dan karena itu tidak lagi bisa dijawab secara oposisi binner. Gerakan mahasiswa harus turut terjun menyelesaikan problem bangsa dengan narasi besar yang dibawa sejak kelahirannya.

    KAMMI yang dilahirkan sejak awal reformasi telah mengukir sejarah dalam posisinya yang tegas. Kini mengawali kisah sejarah dekade kedua usianya, KAMMI harus terus menyempurnakan diri dengan narasi yang radikal tetapi mudah di cerna. Bangsa ini tidak saja kehilangan orang-orang besar, tetapi juga pikiran besar. Mungkin itu maksudnya, gagasan energik dalam buku ini, penulisnya mengajak KAMMI dan bahkan bangsa ini untuk memulai menemukan formulasi kebangkitannya. Saya menganggap buku ini adalah sebuah “Pustaka ide formulasi baru bagi gerakan mahasiswa untuk (posisi dan peran) Indonesia di masa depan. Karena itu, buku ini adalah hanya layak dibaca oleh mereka yang percaya dengan apa yang mesti mereka peroleh di masa depan”.

Leave a Comment