Blog Itu Ranah Publik, Bukan Ranah Pribadi!!

Pernah baca cerpen “Addicted to Weblog: Perempuan Dalam Dua Dunia” karya Labibah ‘Maknyak Blogfam‘ Zain? Di dalam cerpen yang ada di bagian pertama kumpulan cerpen karya beliau itu ada cerita tentang seorang istri yang ngeblog tentang kebobrokan kantor tempat suaminya kerja dan ternyata dibaca oleh bos si suami. Walhasil si bos mengeluarkan ancaman sanksi mutasi. Sounds familliar? Bisa jadi. Karena di alam nyata masalah seperti ini sering terjadi. Anak buah dipecat karena ngeblog tentang rahasia kantor, persahabatan retak karena salah satu ngeblog tentang kehidupan pribadi yang lain, suami yang ngedumel karena urusan ranjangnya di buka di blog si istri, si anu yang diancam somasi karena ngeblog tentang sosok terkenal dan lain sebagainya. Ya, memang banyak penyebab dari munculnya kasus-kasus semacam ini, tapi salah satu ‘biang’ nya adalah karena ternyata tidak sedikit yang merasa bahwa blog itu adalah milik pribadi mereka dan karena itu mereka bebas melakukan apa saja disana.

“Blog-blog gue, ya suka ati gue dong!”

Sounds familliar, lagi? Ya bisa jadi. Anda mungkin sering menemukan kasus-kasus yang melibatkan persinggungan antara blog dengan audience yang tidak bisa dikatakan menyenangkan. Atau jangan-jangan anda pernah mengalaminya juga?

Blog itu ranah publik, bukan ranah pribadi! Itu hal pertama yang selalu saya bilang kepada siapa saja yang kebetulan minta dikenalkan tentang blog pada saya. Dengan mengatakan demikian, saya berharap dari awal sudah tertanam kesadaran bahwa mereka tidak boleh asal ngeblog karena apa yang mereka tulis itu bisa diakses atau dibaca oleh orang lain.

“Jadi gue nggak boleh ngeblog tentang kehidupan pribadi nih?”

Ooh, tidak.. tidak sama sekali. Blog memang ranah publik, tapi ia bisa tentang hal diseputar kehidupan pribadi atau bahkan pendapat pribadi anda. Namun bedakan ia dengan catatan harian berwarna pink dengan sampul Hello Kitty yang biasa anda gembok dan disimpan di bawah bantal atau dalam lemari yang terkunci rapat itu. :)

Saya tidak bisa -dan sangat tidak punya hak- untuk mengajarkan anda tentang bagaimana ngeblog tentang kehidupan pribadi yang baik, tapi selalu ingat bahwa apa yang anda tulis itu bisa dibaca oleh siapa saja di muka bumi ini, bahkan di planet mars sekalipun kalau disana ada koneksi internet. Rasanya dengan kesadaran itu saja anda pasti sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Oya, saya paling tidak setuju dengan mereka yang meremehkan orang yang menggunakan blog untuk bercerita tentang kehidupan pribadi, tentang anak, tentang kucing, tentang tattoo di tubuh, tentang pacar, idola dan lain sebagainya. Kalau memang ada yang meremehkan blog anda karena hal itu, jangan takut untuk bilang: “Ini blog gue. Nggak suka, jangan kesini!!”

Tapi, sekali lagi, selalu ingat, blog itu ranah publik, bukan ranah pribadi. Banyak blog yang memang bisa disetel sedemikian rupa sehingga hanya kalangan tertentu saja yang bisa membacanya. Tapi tetap saja dia bukan ranah pribadi. Jangan lupa bahwa anda menyimpannya di server orang lain, bukan di lemari besi yang terkunci rapat yang ada di rumah anda.

Memang betul, siapa sih yang bisa melarang anda cerita tentang tetangga sebelah yang suaminya punya simpanan artis sexy? Siapa yang bisa melarang anda memasang foto piknik keluarga (atau dengan selingkuhan sekalipun)? Siapa yang bisa melarang anda memaki para ustadz yang menurut anda sudah sangat komersil, atau para politisi dan presiden sekalipun yang menurut anda brengsek?

“Persis! Kan ini blog gue, man. Terserah gue dong mau nulis apa!”

Persis juga. Ini kan dunia yang bebas. Tapi kebebasan kan akan selalu datang dengan tanggung jawab terhadap orang lain karena sekali lagi dan sekali lagi, blog itu ranah publik bukan ranah pribadi. Bahkan kalaupun anda ngeblog secara anonymous alias tanpa identitas atau pakai identitas palsu untuk menghindari tanggung jawab itu ya boleh juga kok. Kadang memang ada alasan yang sah untuk melakukannya. Tapi percayalah, akan ada yang tetap menuntut tanggung jawab anda melalui usikan-usikan dari dalam diri anda sendiri yang mungkin mengganggu pulasnya tidur anda.

“Weits.. Sorry, man! Gue nggak pernah merasa terusik tuh.”

Ya, berarti bisa jadi yang anda lakukan itu tidak salah, karena konon hati nurani tidak pernah berdusta.

“Tidur gue juga enak-enak aja!”

Ya ya.. bersyukurlah. Tapi yakin anda sudah bangun? hue he he

Ayo ngeblog terus, Man! Tapi selalu ingat, Man: Blog Itu Ranah Publik, Bukan Ranah Pribadi!

Salam dari Negeri Tumasik,

JaF/ Rane

Popularity: 5% [?]

Related posts:

  1. Ingat Ya, Blog Itu Ranah Publik, Bukan Ranah Pribadi
  2. Bukan Sekedar Diary – Ayat-Ayat Blog The Series #2
  3. Ayo Ngeblog; Kampanyekan Blogger Bukan Hacker!!!
  4. Daripada Ngelakuin yang Lain, Mendingan NgeBlog Bukan?
  5. Selamat Datang di Ayo ngeBlog! untuk Mas Wikan Pribadi
Gagas Roman Indonesia

About the Author

Just another Fool :)